BABY ALUNA

BABY ALUNA
Baby Menyusul Daddy dan Mimi?


__ADS_3

Di ruang rapat saat ini, mommy Jane memperhatikan klien yang sedang mempresentasikan bahan mereka untuk menarik Kim Company agar menanam modal di proyek yang akan mereka bangun. Mommy Jane memperhatikan, tapi hatinya benar-benar gelisah sedari tadi, dia kepikiran dengan putrinya.


Drrt ... drrt ... drrt ... Panggilan telepon dari aunty Chu.


Mommy Jane yang benar-benar gelisah dari tadi, tanpa basa-basi dengan kliennya, dia langsung mengangkat panggilan telepon dari aunty Chu.


"Kerumah sakit sekarang!" Mommy J langsung mengambil dompet, handphone, kemudian berlari begitu saja meninggalkan ruang rapat menuju lobby perusahaan untuk segera mencapai mobil. Dengan nafas memburu dan air mata yang sudah tidak terasa menetes, mommy Jane masuk kepintu mobil mengendarai mobil dengan cepat.


Tunggu mommy sayang, batin mommy Jane.


Setelah menempuh waktu 30 menit, dari yang seharusnya 45 menit, mommy Jane sampai di rumah sakit. Dia meninggalkan mobilnya di depan rumah sakit begitu saja dan berlari ke arah ruangan baby. Setibanya di rumah sakit mommy Jane, melihat aunty Chu sedang memeluk aunty Osi.


"Baby, kuat baby, aunty mohon sayang," lirih aunty Osi yang dengan jelasnya di dengar oleh mommy Jane.


Mendengar hal itu hati mommy Jane semakin gelisah.


"Kenapa? Baby kenapa? Kenapa unnie di sini bersama Rose? Siapa yang menjaga baby?" tanya mommy Jane dengan gelisah bertanya pada.


"Unn, baby unn, baby kejang-kejang," jawab aunty Osi melepaskan pelukan pada aunty Chu dan menghadap badan dan wajahnya pada mommy Jane.


"Baby? Sayang, bangun sayang jangan tinggalkan mommy," ujar mommy Jane ingin membuka pintu untuk masuk keruangan baby, namun di tahan aunty Chu.


"Biarkan Dokter menangani baby. Kita berdoa, mendoakan yang terbaik untuk baby," kata aunty Chu melepaskan pegangan tangannya pada mommy Jane.


Mereka bertiga berdiri dari tadi, mommy Jane bolak balik di depan pintu ruangan baby. Aunty Chu barusan sudah menghubungi aunty's, hanya aunty Airin yang saat ini sedang dalam perjalanan, sementara aunty Joy dan aunty Nayla sedang berada di Prancis dan Jerman. Mereka sedang melakukan perjalanan bisnis.

__ADS_1


"Jane, berhenti mondar-mandir kesana-kemari, tenangkan dirimu," ujar aunty Chu yang geram dari tadi melihat mommy Jane mondar-mandir.


"Bagaimana aku bisa tenang unn, putrku sedang berjuang hidup," saut mommy Jane dengan air mata yang sudah mengalir deras.


"Unnie, paham apa yang sedang kau rasakan. Kemari, unnie tahu apa yang kau butuhkan," perintah aunty Chu merentangkan kedua tangannya.


Tanpa basa-basi mommy Jane berjalan kearah unnienya dan masuk kedalam pelukan unnienya. Mommy Jane benar-benar lelah fisik dan batin. Fisiknya lelah harus bolak-balik kerumah sakit dan kantor, dia ingin fokus untuk merawat baby. Tapi dia adalah CEO di perusahaan. Daddy Kim tidak bisa menggantikan mommy Jane karena daddy Kim sedang mengurus cabang perusahaan di Swiss. Jadi dia harus bolak-balik kerumah sakit dankantor.  Batinnya lelah karena terus terbayang-bayang dengan kondisi putrinnya yang sewaktu-waktu bisa drop, seperti saat ini.


"Jangan lupakan aku," ujar aunty Osi berjalan ke arah aunty Chu dan mommy Jane yang sedang berpelukan, ikut memeluk mommy Jane dari belakang.


Klik ... Pintu ruangan baby terbuka. Dokter keluar dari ruangan baby.


"Bagaimana kondisi baby, Dok?" tanya mommy Jane langsung melepaskan pelukan dan bertanya pada Dokter.


"Maaf Miss, kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Namun, Tuhan lebih menyayangi baby. Kim Aluna Ruby, waktu kematian 10:17. Kami turut berduka cita atas kepergian putri Miss," ujar Dokter pamit dan meninggalkan ruangan baby. Tersisa Suster yang sedang membereskan peralatan baby.


"Pergi, pergi, pergi!" usir mommy Jane dengan emosi menatap Suster, hingga Suster meninggalkan ruangan baby.


"Bangun sayang bangun, jangan tinggalkan mommy! mommy tidak punya siapa-siapa lagi sayang. Tolong jangan ikut daddy sayang! mommy mencintai baby," lirih mommy Jane memeluk baby.


"Baby bangun sayang, tolong jangan tinggalkan aunty sayang," lirih aunty Osi menangis memegang lengan baby yang sudah mulai dingin. Aunty Chu tak sanggup berkata-kata lagi, dia sudah benar-benar menangis dalam diam, air matanya tak berhenti mengalir, dia hanya mampu mengelus punggung mommy Jane.


"Bangun sayang, tolong bangun. Mommy tidak bisa tanpa baby, baby segalanya untuk mommy. Baby marah pada mommy sayang? Ayo bangun marahi mommy sayang, tampar mommy sayang, jangan balas mommy dengan pergi bersama daddy sayang. Bawa mommy sayang bawa mommy!" pekik mommy Jane berakhir pingsan, hati dan fisiknya benar-benar sudah lelah.


"Unn," pekik aunty Osi menghampiri aunty Chu yang sedang membantu mommy Jane yang pingsan.

__ADS_1


"Panggil Suster sekarang," ujar aunty Chu pada aunty Osi.


Suster datang membawa mommy Jane keruangan lain ditemani aunty Osi.


Sementara diruangan baby tinggallah aunty Chu yang terduduk di samping tempat tidur baby, dia memegang tangan baby.


"Sayang, tolong dengarkan aunty. Bukankah baby menyayangi mommy, kalau baby menyayangi mommy, tolong bangun sayang. Baby harus menjaga mommy baby sendiri. Mommy baby hanya ingin baby yang menjaganya, apa yang nanti akan aunty katakan pada mommy baby sayang. Tolong bangun, jaga mommy baby sendiri sayang," mohon aunty Chu sudah menangis sejadi-jadinya dia mencium kening baby cukup lama.


"By," panggil aunty Airin datang dengan napas tersengal-sengal.


"Unnie," panggil aunty Chu menangis menghadap unnienya yang baru datang.


Aunty Chu menggeleng-gelengkan kepalanya, seolah-olah memberi tahu unnie nya kalau baby sudah tidak ada di dunia ini lagi.


"Kenapa? Katakan kau berbohong ini hanya lelucon murahan mukan, ini sangat tidak lucu! kau bisa di amuk kucing Oren!" elak aunty Airin menolak fakta yang di berikan aunty Chu. Aunty Airin mencoba untuk menyakinkan dirinya kalau ini hanya prank. Walaupun air matanya sudah menetes dengan setiap langkahnya menuju tempat tidur baby.


"Pergilah sayang, tapi maaf, ya. Aunty's tidak bisa menjaga dan menyayangi mommy baby. Jadi kembalilah sayang tolong jaga mommy baby sendiri," lirih aunty Airin dengan pilu.


Setelah mengatakan itu, baby merespons dengan menggenggam balik tangan aunty Chu.


"Unnie, baby unn. Baby menggenggam tanganku, unn," pekik aunty Chu dengan senyumnya.


Aunty Airin langsung memanggil Dokter dan suster berteriak di depan ruang baby.


Setelah beberapa saat Dokter dan Suster datang memeriksa baby. Sementara aunty's berdiri tidak jauh dari tempat tidur baby yang sedang diperiksa Dokter. Setelah diperiksa Dokter dan suster pamit meninggalkan ruangan baby.

__ADS_1


Saat ini baby sedang tidur, pengaruh dari obat bius yang diberikan Dokter. Sementara menunggu baby bangun, aunty Airin menyusul mommy Jane dan aunty Osi yang sedang berada di ruangan lain.


__ADS_2