BABY ALUNA

BABY ALUNA
Baby Kesayangan Mommy (2)


__ADS_3

Setelah dialog panjang yang dilakukan di kolam ikan, saat ini mereka sedang berjalan menuju mobil untuk pergi ke tempat tujuan mereka.


"Baby, jangan sedih lagi ya. Walapun, baby dan unnie, pisah mansion, unnie akan tetap menyayangi baby. Baby adalah adik kesayangan, unnie. Unnie, pergi dulu ya, sampai jumpa lagi kesayangan, unnie." Sintia, sambil memeluk baby.


"Unnie, janji ya, akan sering-sering bermain dengan baby." Baby, di dalam dekapan Sintia.


"Unnie, janji sayang." Sintia.


"Uhh, so sweet sekali sih kalian." Aunty Osi.


"Guys, waktu terus berjalan, bisakah kita memisahkan diri." Aunty Chu.


"Unnie, benar merusak suasana, Ayo, berangkat. Aunty, pergi dulu sayang." Aunty Osi, sambil mencium pipi gemul baby.


"Aunty pergi dulu baby." Aunty Chu, sambil membelai rambut baby.


"Unnie, pergi dulu baby, aunty." Sintia, sambil berdada dengan baby.


"Baby, boleh kapan pun bermain ke apartemen aunty dan baby juga boleh menelpon aunty untuk berbicara dengan Sintia unnie, nanti akan aunty berikan nomor aunty pada mommy baby, ketika aunty sudah memiliki ponsel. Baby, jangan sedih lagi ya sayang, benar yang dikatakan Sintia unnie, baby akan menjadi kesayangan aunty dan Sintia unnie. Aunty, pergi dulu sayang, Jane, unnie pamit." Airin, sambil mengelus sayang rambut baby. Baby, merespon dengan anggukan kepala.


Pergilah sebuah mobil meninggalkan halaman rumah megah dan mewah itu, sekarang tinggal lah ibu dan anak yang akan berangkat ke kantor.


"By, kita berangkat sekarang, sayang?" Mommy, sambil menggandeng tangan baby.


"Mommy, bisakah kita berangkat dengan paman Won saja. Mommy, tidak usah mengendarai mobil untuk hari ini? Baby, ingin mommy, memeluk baby." Baby, mendongakkan kepalanya menghadap mommynya.


"Baby mommy, sedang ingin dimanja, baiklah karena tuan putri mommy, yang minta, apapun akan mommy, turuti, sayang." Mommy, saat ini sedang menggendong baby, menciumi wajah baby, sambil ke arah bagasi menemui paman Won, untuk minta di antarkan ke kantor.


"Paman Won, tolong antar saya dan baby ke kantor, saya tidak jadi membawa mobil." Mommy.


"Baik, Nyonya". Pak Won.


Selama perjalanan menuju kantor. Baby, terus berada di dalam dekapan mommynya. Entah hari ini dia sangat manja dengan mommynya. Mungkin suasana hatinya belum terlalu membaik. Sampai lah mereka di depan pintu masuk gedung tinggi, disambut dengan para karyawan. Tidak payah untuk membalas sapaan karyawannya, CEO yang saat ini sedang menggendong princessnya lebih memilih memasang muka datarnya dan berjalan menuju lift untuk segera keruangan nya. Ketika ingin memasuki ruangan kerjanya, dia disapa oleh sekertarisnya dan tidak lupa juga menyapa baby.


"Selamat pagi Miss Kim, dan baby." Chaca.


"Jangan terlalu formal Cha, BTW selamat pagi juga. by, aunty Cha, menyapa baby. Baby, tidak ingin menyapa balikkah?" Mommy.


"Selamat pagi juga aunty." Jawab baby, masih dengan memeluk mommy, tanpa melihat, Cha.


"Ah, apa baby sakit, Jane. Tidak seperti biasanya?" Cha.


"Baby, hanya ingin dimanja mommynya, aunty. Cha, tolong antar berkas yang harus ditanda tangani selama aku tidak masuk." Mommy.


"Ah, seperti itu. 5 menit berkas sudah siap di atas meja buk boss." Cha.


"Ada-ada saja, ya sudah kami masuk dulu, aunty." Mommy. Di jawab dengan anggukan.


Sampai lah mommy dan baby, di dalam ruang kerja mommy.


"By, ingin bermain di playground, baby?" Mommy.


"Tidak, baby hanya ingin di peluk mommy." Baby.


"Iya sayang." Mommy, duduk di kursi kekuasaannya dan tidak lupa dengan princess di dekapannya.

__ADS_1


Tok ... Tok ... Tok ...


"Masuk." Mommy.


"Jane, ini berkas yang harus di tanda tangani." Cha.


"Astaga, banyak sekali. Terima kasih, Cha." Mommy.


"Mommy, baby ingin susu coklat." Baby, menatap mommynya.


"Iya tunggu dulu ya sayang. Cha, bisa tolong carikan susu coklat baby di tas yang di atas sofa." Mommy.


"Iya." Cha, sambil mencari susu coklat, baby. Namun, setelah beberapa saat mencari tidak ditemukan sama sekali ke beradaan susu coklat milik, baby.


"Jane, sepertinya susu coklat baby, tertinggal. Tidak ada susu coklat baby, di dalam tas." Cha.


"Astaga, sepertinya bibi Han lupa membawa susu coklat, baby." Mommy, sambil menatap mata putrinya.


"By, kita pergi ke kantin bawah dulu yuk, bibi Han, lupa membawa susu coklat, baby." Mommy.


"Tidak, baby pergi dengan aunty cha saja, mommy selesaikan kerjaan mommy saja. Aunty maukah aunty menemani baby, membeli susu coklat?" Baby, menatap Cha.


"Call sayang. Perlu aunty gendong?" Cha.


"Terima kasih aunty, Baby, jalan saja, aunty." Baby.


"Mommy, baby pergi dulu ke kantin ya, dengan aunty Cha. Mommy, semangat bekerjanya." Baby, sambil mencium bibir mommynya.


"Hati-hati sayang. Cha, aku titip baby, dan ini, pakai saja untuk membeli keperluan, baby." Mommy, memberikan kartu khusus untuk jajan baby.


Mommy, mulai membaca dan menanda tangani berkas-berkas yang menumpuk di atas meja kerjanya.


***


Saat ini Cha dan baby, sedang berjalan menuju kantin untuk membeli susu coklat baby. Mereka sedang di dalam lift, hanya ada mereka berdua di dalam sana.


"Aunty, apa pekerjaan mommy, banyak hari ini?" Tanya baby.


"Iya sayang, pekerjaan mommy, banyak untuk hari ini sayang. Mommy, harus membaca dan menanda tangani berkas kerja sama dengan rekan kerja, mommy. Kenapa sayang?" Cha.


"Aunty, apa makanan dan minuman yang menurut aunty bisa membuat mommy semangat untuk bekerja?" Baby.


"Mommy, biasanya kalau lembur suka, minum capuccino dan ngemil kue stroberi, sayang." Cha.


"Aunty, bisakah baby mendapatkannya untuk diberikan pada mommy?" Baby.


"Tentu sayang, baby bisa mendapatkannya untuk mommy. Tapi, apa tidak masalah kalau kita berjalan ke depan kantor sayang, soalnya minuman dan makanan kesukaan mommy baby, tidak ada di kantin kantor, sayang." Cha, sambil membelai tangan baby.


"Tidak masalah aunty, untuk mommy, baby akan lakukan." Baby.


"Baby, so sweet sekali, sayang." Cha, sambil mengelus tangan baby. Dibalas senyuman oleh baby.


"Ayo by, pegang tangan aunty, jangan di lepas, sayang." Cha, sambil memegang tangan baby, dan berjalan menuju cafe di depan kantor.


***

__ADS_1


Sampailah aunty Cha dan baby, di dalam cafe menuju pelayan memesan pesanan mereka. Setelah menyebutkan pesanan, mereka duduk disalah satu meja sambil menunggu pesanan mereka.


"Aunty, apa aunty memiliki uang di saku aunty?" Baby.


"Iya, aunty memiliki uang di saku aunty, kenapa sayang? apa baby ingin menambah pesanan?". Cha.


"Aniya aunty, boleh baby pinjam uang 500.000 aunty?. Nanti baby ganti aunty." Baby.


"Ah, iya sayang. Ini uangnya." Cha memberikan baby uang 5 lembar.


"Aunty temani baby kesana, sambil menunggu pesanan." Baby, sambil menunjuk arah seorang anak perempuan yang duduk disamping neneknya yang sedang menunggu pembeli datang


untuk membeli jualan mereka.


"Iya sayang." Aunty Cha, memegang tangan baby, berjalan menuju tempat tujuan.


"Selamat pagi nek, apa baby bisa mendapatkan buah stroberi yang besar itu, mommy baby sangat menyukai


buah stroberi." Baby, menyapa nenek penjual dan melirik cucu


perempuannya.


"Bisa sayang, ini sayang." Nenek penjual.


"Terima kasih, nek." Baby sambil memberikan uang 5 lembar pada nenek penjual.


"Sayang, uangnya kelebihan banyak ini, ini kembaliannya." Nenek sambil menyodorkan uang kembalian baby.


"Tidak, itu untuk nenek dan unnie. Terima kasih nek, baby pamit dulu. Ayo, aunty." Baby, sambil membungkuk dan memegang tangan auntynya pergi kembali menuju cafe.


"Terima kasih, sayang." Nenek penjual.


Dirimu sungguuh baik sayang, wajar saja banyak orang yang


menyayangimu terutama mommymu. Semoga kamu selalu di limpahkan kesehatan dan kebahagiaan sayang. Batin Cha.


Setelah selesai mendapatkan pesanan di cafe, saat ini mereka sedang menuju kantin untuk membeli tujuan utama baby, yakni susu coklat kesukaan baby.


"Baby, bisakah baby tunggu aunty sebentar di sana sayang. Aunty, ingin ke toilet sebentar sayang." Cha, sambil menunjuk salah satu tempat duduk yang kosong untuk baby menunggu dirinya.


"Iya, aunty." Baby, berjalan kearah yang ditunjuk Cha sambil menenteng pesanan untuk mommynya dan buah stroberi tadi yang dia beli.


Ketika sedang duduk menunggu Cha, ada seorang karyawati yang menggunakan baju yang tidak sesuai dengan standar perusahaan disana, dia memarahi baby.


"Hey, bocah pergilah dari sini. Aku ingin makan di meja ini, jadi pergilah dari sini." Wanita judes.


"Maaf aunty, tapi baby duluan disini. Aunty, bisa duduk di sini juga, baby tidak akan meganggu aunty. Baby, sedang menunggu auntynya, baby." Baby, dengan senyumannya.


"Bocah, apa kau tidak dengar, aku ingin makan, bodoh. Lagian siapa yang membiarkan bocah berada di perusahaan sebesar ini. Kau pasti beralasan sajakan, kau penguntit kecilkan." Bentak wanita judes dan mendorong baby, hingga membuat baby terjatuh dan kening baby, berdarah karena tergores ujung meja. Hal itu sukses membuat baby, menangis, menutup keningnya.


Kemana penghuni kantin? jawabannya adalah kantin hanya ada penjual saja itupun mereka sibuk dengan mempersiapkan jualan mereka. Ya, saat ini kantin sepi karena ini masih jam kerja


belum jam untuk istirahat dan makan. Mendengar tangisan baby, datanglah perempuan tua terburu-buru menuju baby, ia dia tahu dengan anak pemilik tempat dia berjualan karena anak itu yang meminta pada mommynya untuk memberikan bibi itu tempat untuk berjualan di perusahaan mommynya.


"Astaga, nona muda. Apa yang terjadi? Bibi obati nona." Bibi sambil membangunkan baby, yang masih terduduk di lantai sambil memegang keningnya yang luka.

__ADS_1


"Astaga!" Bibi setelah melihat darah keluar dari kening baby.


__ADS_2