
Suasana diruangan baby saat ini sedang di penuhi oleh aunty's, mommy Jane dan daddy Kim. Mommy Jane sedang duduk di samping kasur baby sambil mengelus dan mencium tangan baby yang tidak ada infusnya. Mommy Jane masih syok dengan panggilan telepon tadi, dia sudah memberi tahu daddy Kim, dan aunty's. Saat ini mommy Jane binggung harus mengatakan apa pada baby.
Flashback
"Hallo," kata mommy Jane.
"Selamat siang Miss, kami dari pihak rumah sakit Internasional Bumrungrad memberikan tahu bahwa suami anda tuan Laskar dan perempuan satu mobil dengannya Nyonya Diana mengalami kecelakaan tunggal dan mereka meninggal di tempat setelah mobil yang mereka kendarai tergelincir dan menabrak beton pembatas jalan," jelas Informan rumah sakit.
"Terima kasih informasinya, akan ada orang suruhan yang akan mengurus pengambilan jenazah mereka berdua," ucap Airin mengambil ahli handphone mommy Jane. Karena mommy Jane tak sanggup menjawab, pandangannya kosong.
"Baiklah Miss, kalau begitu kami akhiri," ujar Informan rumah sakit.
"Iya," Airin menutup panggilan dan menyimpan handphone mommy Jane.
Airin membantu mommy Jane berdiri membawa masuk keruangan baby yang masih dibawa pengaruh obat bius.
"Apa yang terjadi unn pada Jane?" tanya aunty Chu sambil membantu mendudukkan mommy Jane di sofa ruang baby yang sudah ada aunty's.
"Daddy dan Mimi baby, mengalami kecelakaan tunggal dan mereka meninggal di tempat kejadian," ujar Airin menjelaskan sambil memeluk mommy Jane.
"Apa!" teriak daddy Kim yang baru masuk ruang baby setelah menyelesaikan urusan obat baby. Daddy Kim datang dan langsung menuju mommy Jane memegang lengan mommy Jane dengan kuat.
"Katakan! katakan! yang di katakan Airin adalah kebohongan! katakan Jane!" bentak daddy Kim dengan emosi.
"Iya dad, yang di katakan Airin benar. Daddy baby dan Mimi baby meninggalkan di tempat kejadian kecelakaan," jelas Mommy Jane dengan lesu.
Daddy Kim sudah tahu soal Daddy baby yang sudah menikah lagi dan sudah tahu alasannya juga.
Daddy Kim ingin menampar mommy Jane, namun ditahan oleh aunty Chu.
__ADS_1
"Cukup uncle! apa dengan uncle emosi dan menampar Jane akan membalikkan keadaan. Jane memang ceroboh dan salah, tapi uncle harus ingat seburuk apa pun Jane, dia tetap putri uncle, darah daging uncle sendiri. Princess uncle dan aunty. Uncle tak ingin aunty menangis di atas sana karena melihat perbuatan uncle pada putri ke sayangan aunty 'kan. Jadi berhenti menyakitinya, dia sudah merasakan karmanya. Cukup dampingi dia dan cucu uncle, lindungi mereka. Karena cuma uncle yang mereka miliki!" tegas aunty Chu menepis tangan daddy Kim.
Daddy Kim terdiam dan beberapa saat, menghampiri mommy Jane. Mengambil alih tubuh mommy Jane dari Airin dan memeluk putrinya. Daddy Kim tersadar dengan tindakan bodoh yang menyakiti hati putri semata wayangnya, mommy dari cucunya. Benar yang di katakan aunty Chu seharusnya dia yang melindungi dan menjadi tempat keluh kesah putrinya, bukan malah memusuhinya.
"Maaf sayang, maaf daddy sudah menjadi daddy yang buruk untukmu, sayang. Maaf princess," sesal daddy Kim memeluk mommy Jane sambil mencium rambut putrinya.
Aunty's hanya menahan nangis, akhirnya permusuhan ayah dan anak itu berakhir. Walaupun di waktu yang tidak tepat.
"Dad, apa yang harus Jane katakan pada baby? Kenapa Tuhan membalas takdirnya sangat-sangat teramat sakit. Jane harus apa dad, baby tidak akan bisa tanpa Daddynya," lirih mommy Jane menangis di pelukan daddy Kim. Dia merindukan pelukan ayahnya yang sudah hilang selama 2 tahun.
"Kuat sayang, harus kuat. Baby membutuhkan kita sayang. Hanya ada grandpa, mommy, dan auntynya yang baby miliki, kita akan menyayangi dan menjaga baby bersama sayang. Baby anak yang cerdas, dia dewasa, baby akan mengerti situasinya sayang. Kita hanya perlu berada di dekatnya dan menguatkannya sayang," tutur daddy Kim melepaskan pelukan dan menghapus air mata putrinya.
"Iya Jane, apa yang di katakan uncle benar. Kamu sebagai mommy dari baby harus lebih kuat dan selalu mendampingi baby. Jangan biarkan baby kesepian," terang Nayla.
"Iya unn. Unnie harus kuat ya, demi baby," kata Joy.
"Tuhan memberikan kamu sempatan untuk merawat dan menyayangi baby. Tolong jangan sia-siakan itu lagi. Kami bersamamu," ucap aunty Chu.
"Iya, terima kasih dad, girls," kata Mommy Jane.
"Uncle tinggal dulu. Uncle titip baby dan Jane. Uncle akan mengurus jenazah Laskar dan istrinya," pamit daddy Kim pergi meninggalkan ruangan.
"Iya uncle," ucap mereka serentak.
***
"Jane, baby belum bangun?" tanya daddy Kim datang sambil membawa beberapa bungkusan plastik berisi makanan untuk mommy Jane dan aunty's.
"Belum dad," jawab Mommy Jane masih menatap baby dan mengelus serta mencium tangan putrinya.
__ADS_1
"Ayo, daddy bawakan kalian makanan. Kalian makan dulu," ajak daddy Kim.
"Iya uncle, terima kasih uncle," ujar Aunty's kompak.
Karena sedari tadi mereka tidak ada yang meninggal ruangan baby, mereka menjalankan amanah dari daddy Kim untuk menjaga baby dan mommy Jane.
"Tidak dad, J belum merasa lapar," tolak mommy Jane, masih memperhatikan wajah baby.
"Sayang, makanlah terlebih dahulu. Baby tidak suka melihat mommynya seperti ini. Jangan sampai dirimu ikut sakit juga. Kasihan baby. Ayo makan dulu sayang. Biar daddy yang duduk di sana menjaga cucu daddy. Princess makan dulu," bujuk daddy Kim mengelus rambut mommy Jane.
"Unn, benar yang dikatakan uncle. Kemari unn, aku akan menyuapi unnie". Joy. Mommy J berjalan menuju sofa ruang baby L duduk disebelah Joy. Appa Kim duduk ditempat yang diduduki oleh mommy J
Mereka makan dengan tenang, Joy yang menyuapi dirinya dan mommy Jane secara bergantian. Daddy Kim dengan kegiatan mengelus tangan baby. Setelah acara makan mereka selesai, daddy Kim membuka suara.
"Ah, Jane. Daddy sudah mengurus jenazah Laskar dan istrinya. Jenazah Laskar akan dimakamkan di sini agar baby dan dirimu tidak usah jauh-jauh untuk mengunjungi makan Laskar. Dan untuk istrinya, pihak kepercayaan perusahaannya mengatakan kalau Diana di makamkan di sana bersebelahan dengan makam Daddy dan mommynya. Dan baby menjadi ahli waris dari perusahaan Diana. Sebelum dia meninggal, dia membalikkan nama perusahaannya dengan atas nama baby," terang daddy Kim.
"Iya, terima kasih daddy sudah membantu mengurus. Aku tidak masalah daddy dengan pemisahan makam mereka. Tapi apa tidak berlebihan menjadikan baby yang notabenenya hanya anak tiri menjadi ahli waris perusahaannya, dad? Aku bisa mencukupi kebutuhan baby, dad. Apa sebaiknya ditolak saja dad," ucap Mommy Jane.
"Daddy juga sudah berbicara seperti itu, tapi pihak kuasa hukum Diana mengatakan kalau ahli waris dari perusahaan dan kekayaannya atas nama baby. Mereka tidak bisa menolak amanah yang di berikan atasannya. Mereka juga mengatakan, baby tidak di bebankan atas apa pun, setiap bulannya baby akan mendapat pemasukan dari pengelolaan perusahaan dan aset-aset peninggalan Diana akan dibiarkan sesuai keputusan baby nanti, apa baby akan menjual atau membiarkannya," papar daddy Kim.
"Astaga baby, masih kecil sudah menjadi CEO kah. Grandpa dan mommynya saja sudah membuat dia menjadi cucu terkaya di dunia, ini ditambah lagi dengan dia menjadi ahli waris dari aset-aset Miminya. Belum lagi setiap bulan mendapatkan keuntungan dari perusahaan. Baby tidak perlu bekerja lagi kalau begitu, dia sudah tajir melintir," tukas Joy dengan polosnya.
"Joy, bukan waktunya," tegur Nayla mengingatkan Joy.
"Ah, maaf unn, uncle," ucap Joy, di jawab anggukan dari mommy Jane dan daddy Kim.
"Uncle, Jane sebaiknya di terima saja. Diana mencintai dan menyayangi baby dengan sepenuh hatinya, lihat apa pun yang dia miliki dia berikan pada baby. Biarkan itu menjadi satu-satunya peninggalan yang di tinggalkan Miminya untuk baby," tutur aunty Chu.
"Iya," kompak Mommy Jane dan daddy Kim.
__ADS_1