BABY ALUNA

BABY ALUNA
Selamat Ulang Tahun Baby


__ADS_3

Setelah kejadian 2 minggu lalu di apartemen Airin dan Sintia, saat ini baby dan mommy berada di dalam mobil sedang menuju ke tempat perayaan ulang tahun, baby. Disana sudah ada aunty Chu, aunty Osi, aunty Airin, Sintia, dan 96 anak-anak yang akan menempati bangunan disana dan akan bersekolah di sana juga, karena mereka sedang berada di gedung sekolah baru yang memiliki asrama untuk mereka tinggali, bangunanya baru, terdiri dari 9 lantai gedung sekolah dan 7 lantai asrama.


Aluna School nama sekolah yang memiliki fasilitas lengkap mulai dari lapangan olahraga, kolam berenang, laboratorium, perpustakaan, multimedia, tempat ibadah, ruang musik, dan ruang kesehatan. Aluna School terdiri dari 3 tingkatan sekolah, SD, SMP dan SMA, 96 anak-anak yang tinggal disana dibebaskan dari biaya sekolah, biaya makan, bahkan mereka mendapat uang saku perbulannya. 96 anak itu rata-rata berusia 4-15 tahun.


Perayaan baby, di gedung itu tidak dihiasi dengan pernak-pernik layaknya pesta ulang tahun, hal ini diminta langsung oleh sang bintang tamu, ia meminta untuk menyediakan banyak mainan anak-anak, makanan yang lezat dan snack-snack yang banyak. Selang beberapa saat tibalah baby, dan mommy, turun dari mobil, mereka di sambut dengan aunty, Sintia, 20 penjaga asrama dan 96 anak.


"By, ayo kita kesana." Mommy, menunjuk arah mereka yang sudah menunggu.


"Ayo, mommy." Baby, memegang jemari mommy.


"Baby, suka?" Mommy, menerima jemari baby, dan berjalan bersama.


"Suka mommy, ini lebih dari cukup, mommy. Terima kasih sudah memberikan baby kado ulang tahun yang sangat istimewa ini, mommy." Baby, mengangkat wajahnya menatap mommynya dengan mata berbinar dan senyum manisnya.


"Syukurlah kalau baby suka, apapun untukmu sayang. Ini tidak seberapa sayang dengan kelembutan dan ketulusan hati baby, baby berhak mendapatkan apapun yang baby inginkan termasuk Aluna School ini." Mommy, menatap baby.


"Aluna School nama yang bagus mommy." Baby.


"Iya, sayang, nama baby." Mommy.


Tibalah mommy, dan baby, di depan sebuah pita yang melintang untuk minta di potong. Ya, sebelum memulai acara perayaan ulang tahun baby, baby dan mommy, terlebih dahulu diharuskan untuk memotong pita sebagai tanda bahwa Aluna School resmi untuk di oprasikan.


"Ayo sayang, baby potong pitanya." Aunty Osi, dengan semangatnya.


"Iya aunty, mommy ayo pegang tangan baby, mommy dan baby potong pita bersama-sama karena Aluna School ini berdiri karena kerja keras mommy." Baby, menarik tangan mommy. Seorang penjaga asrama memberikan gunting untuk memotong pita.


"Iya, sayang. Biarkan mommy, berbicara sebentar, sayang." Mommy, menerima genggaman tangan baby. Di jawab anggukan oleh baby.


"Selamat siang semuanya, mohon kesediaan waktunya sebentar sebelum saya dan princess saya meresmikan Aluna School ini. Perkenalkan nama saya Kim Jane dan princess saya baby Aluna. Aluna School, ini saya bangun atas dasar keinginan bab. Baby, meminta hadiah berupa sebuah gedung yang bisa di tinggali dan menjadi tempat anak-anak yang kurang beruntung untuk bisa bersekolah. Karena mengetahui keinginan mulia yang diinginkan princess saya, saya mengabulkannya dan berdirilah gedung Aluna School ini seizin Tuhan. Semoga Aluna School ini bisa bermanfaat bagi anak-anak yang akan menempatinya nanti. Tidak usah berlama-lama langsung saja saya dan baby meresmikan Aluna School mulai saat ini resmi untuk di oprasionalkan." Mommy, dan baby, bersama-sama memotong pita.


Setelah selesai potong pita, acara selanjutnya dilanjutkan dengan tiup lilin dan potong kue. Baby, sudah berdiri di kursi untuk memotong meniup lilin dan memotong kue, di kelilingi aunty dan Sintia unnienya, sementara penjaga asrama dan anak-anak asrama mereka berada di depan baby, menyaksikan baby, tiup lilin dan potong kue. Mereka bersama-sama bernyanyi lagu ulang tahun untuk baby, setelah lagu berhenti, mommy, memberikan aba-aba untuk baby, meniup lilin, namun sebelum itu mommy, mengingatkan baby, untuk berdoa terlebih dahulu.

__ADS_1


"By, baca doa dulu, sayang." Mommy, rambut baby.


"Iya, mommy." Baby, berdoa.


Tuhan terima kasih karena masih memberikan baby, kesempatan untuk hidup di dunia ini menemani, mommy. Tuhan, tolong berikan baby, kesehatan dan umur yang panjang, supaya baby, bisa menemani mommy, di dunia ini. Tuhan, baby, titip salam rindu untuk daddy, disana, tolong sampaikan pada daddy, baby akan menjaga dan membahagiakan, mommy. Dan tolong sampaikan pada daddy, untuk menunggu mommy, dan, baby. Terima kasih Tuhan. Daddy, baby rindu, daddy. Batin baby. Setelah berdoa baby, langsung meniup lilin dan memotong kue ulang tahunnya.


"Kue pertama baby untuk mommy terbaik sedunia, cintanya baby." Baby, menyuapkan potongan kue pertama untuk mommy, dengan senyum manisnya. Di balas senyuman manis dari mommy.


"Kue potongan kedua ini untuk aunty Chu dan aunty Osi, walaupun aunty chu selalu menjahili dan membuat baby menangis, baby tetap menyayangi aunty. Untuk aunty Osi yang paling baik, aunty baby yang selalu menyayikan lagu untuk baby dengan suara indahnya, aunty terima kasih baby sayang aunty." Baby, menyuapkan setengah potongan kue kedua itu ke aunty Chu dan setengahnya aunty Osi.


"Terima kasih, sayang." Aunty.


"Potongan ketiga untuk aunty irene dan sulgi unnie baby. Walaupun baby baru bertemu dengan aunty Airin dan Sintia unnie, baby menyayangi aunty Airin dan Sintia unnie. Terima kasih sudah melengkapi kebahagiaan baby." Baby, menyuapkan setengah potongan kue untuk aunty irene dan setengah lagi untuk Sintia unnie.


"Terima kasih, baby." Airin dan Sintia.


"Kue ulang tahun ini akan baby bagikan pada kalian semua, kalian boleh makan kue ulang tahun ini, makan hidangan yang sudah disediakan, kalian juga bisa mendapatkan snack semau mereka dan mommy baby juga sudah membelikan kalian mainan, tapi tolong jangan berkelahi ya, semuanya pasti mendapatkan. Baby berhadap Aluna School ini bisa mengurangi rasa khawatir kalian untuk tidak perlu khawatir lagi mencari makan, bersekolah dan harus menahan sakit. Baby, menyayangi kalian semua". Baby, dengan cerianya.


Setelah mereka selesai potong kue saat ini mereka sedang berada di salah satu meja jamuan khusus untuk mereka. Sedangkan anak-anak dan pegawai lainnya sedang menyantap makanan mereka juga di meja yang lain.


"Aunty, jangan berbicara seperti itu, baby tidak like. Baby, menghargai apapun yang aunty berikan. Aunty, tidak berikan baby hadiahpun tidak masalah, asalkan aunty Chu dan aunty Osi datang ke perayaan baby. Terima kasih aunty." Baby, mendekati aunty Chu dan aunty Osi mencium pipi kanan kiri auntynya.


"Pasti sayang, aunty pasti akan selalu datang." Aunty Chu/aunty Osi.


"Baby, ini kado dari aunty dan Sintia unnie baby. Semoga baby menyukai kadonya. Dan selamat ulang tahun sayang." Airin, Sintia memberikan baby paperbag berukuran sedang pada baby.


"Selamat ulang tahun adik unnie tersayang." Sintia, mencium pipi kanan baby.


"Terima kasih aunty, Sinti unnie. Baby suka." Baby.


"Sama-sama, sayang." Airin dan Sintia.

__ADS_1


"By, tidak ingin membuka kado dari aunty?" Aunty Chu.


"Apa boleh aunty, baby buka sekarang kadonya?" Baby.


"Boleh sayang, bukalah agar baby tahu kado yang baby terima dari aunty." Aunty Osi.


"Iya, aunty." Baby. Baby, mulai membuka kado dari aunty nya dan setelah di buka baby mendapatkan selembar kertas bertuliskan bebas liburan keluar negeri pilihan baby dengan biaya di tanggung kedua auntynya.


"Wah, terima kasih aunty. Wah, Mommy, kita akan ke paris, mommya." Baby, dengan senangnya memeluk mommy dan di anggukin dengan mommy.


"Iya sayang, baby ingin keparis. Pilihan yang bagus, sayang." Aunty Osi.


"Baby suka, baby ingin keparis aunty." Baby.


"Call sayang, nanti kita tentukan waktunya, sayang." Aunty Chu sambil membelai rambut baby.


"Unn, baby boleh buka hadiah dari unnie dan aunty Airin?" Baby, pada Sintia.


"Bukalah, baby." Sintia.


"Wah, terima kasih unnie aunty baby suka. Nanti akan baby kenalkan pada Leo dan rabbit di mansion." Baby, mendapat boneka anak ayam yang lucu.


"Iya, baby." Sintia.


"By, sedari tadi yang lain sudah mengucapkan doa untuk baby sekarang giliran mommy. Dengarkan mommy sayang, selamat ulang tahun princessnya mommy, terima kasih sudah hadir di hidup mommy, sudah menjadi anak yang penurut dan memiliki hati yang tulus, semoga kebahagiaan dan kesehatan selalu menyertai baby dimanapun baby berada. Maafkan mommy yang masih sering tidak sabaran dalam menghadapi diri baby, maaf untuk kekurangan mommy, tapi yang harus dan selalu baby ingat, mommy selalu ada untuk baby." Mommy, mencium wajah anaknya.


"Terima kasih untuk doa dan kadonya, mommy. Mommy, tidak ada kurangnya di mata baby, mommy, yang terbaik, terima kasih mommy sudah menjadi mommy yang hebat untuk, baby. Baby, selalu mengingatnya, mommy." Baby mencium bibir mommynya.


"By, ingin ikut unnie kesana." Sintia, mengajak baby menunjuk sekelompok anak-anak yang sedang bermain bersama.


"Sebentar unn, Mommy, baby boleh ikut Sintia unnie?" Baby.

__ADS_1


"Pergilah, hati-hati sayang. Sintia, aunty titip baby, ya, tolong di jaga, adiknya." Mommy.


"Iya aunty, ayo by." Sintia, menarik tangan baby berjalan bersama kearah sekelompok anak-anak yang sedang bermain.


__ADS_2