BABY ALUNA

BABY ALUNA
Berpisah


__ADS_3

Saat ini Laskar dan Jane sedang duduk di rooftop restoran, di suguhi pemandangan gedung-gedung dan kendaraan lalu lalang. Keheningan terjadi beberapa saat lalu, hingga Laskar membuka obrolan.


"Bagaimana kabarmu?" tanya Laskar melihat arah kendaraan yang berlalu lalang.


"Tidak baik-baik saja," jawab Jane dengan sendu.


"Senang bisa melihat baby dan dirimu hidup bahagia dengan orang yang bisa menerima kalian dengan tulus,"  ungkap Jane.


"Aku dan baby bersyukur akan hal itu. Bagaimana dengan dirimu dan kekasihmu?" tanya Laskar lagi.


"Tuhan membalas perbuatan buruk yang aku lakukan pada kalian. Dia orang yang membuat baby hampir kehilangan nyawa. Hubunganku dan Daddy sangat berjarak, setelah Daddy tahu kebenarannya. Daddy akan memaafkanku kalau dirimu dan baby kembali ke Korea. Sahabatku, berada di sini ingin meminta maaf langsung padamu dan baby, setelah mereka mendengar kebenarannya," terang Jane.


"Ambil pelajaran dari setiap kejadian. Setidaknya kamu sudah mengetahui sifat dan sikap asli dari mantan kekasihmu. Aku dan baby tidak akan ke Korea, rumah kami di sini bukan di Korea. Aku titip salam saja untuk uncle. Aku memaafkan semua kesalahan yang di lakukan sahabatmu," jelas Laskar.


"Rumahmu dan baby ada di Korea juga. Pulang lah, kapan pun kamu dan baby ingin pulang," pinta Jane.


"Tidak, kami tidak memiliki rumah di Korea, rumah kami hanya -" Perkataan Laskar di putus dengan kata-kata yang keluar dari mulut Jane.


"Aku istrimu, aku mommy baby," kata Jane menatap Laskar.


"Mantan istri, iya kamu akan tetap menjadi mommy baby," ucap Laskar masih menatap jalanan.


"Tidak, aku istrimu, aku masih istrimu. Kita belum bercerai," tutur Jane.


"Apa maksudmu?" tanya Laskar mengalihkan pandangan ke Jane.


"Kita masih sah pasangan suami istri. Aku tidak mengurus surat perceraian kita. Jadi aku masih berstatus sebagai istri kamu," jelas Jane menatap dalam mata Laskar.


"Kenapa?" tanya Laskar lagi sembari menatap balik mata Jane.


"Karena Tuhan menakdirkan kita untuk tidak berpisah. Aku tahu aku salah Laskar, aku bodoh, aku pengecut. Aku menyia-nyiakan dirimu dan baby. Tuhan membalas diriku, aku sedang menikmati karma yang sedang Tuhan berikan padaku. Setelah 1 Minggu ke pergianmu dan baby, aku terus mencari keberadaan kalian. Aku ingin meminta maaf dan kembali padamu," jeda Jane.


Aku berjanji akan menjadi istri dan mommy yang baik untuk kalian. Setelah kemarin aku melihat baby di postingan Diana aku langsung ke Thailand, berharap aku masih memiliki kesempatan untuk kembali pada kalian. Hah ... tapi aku lupa Tuhan sedang memberikan aku karma. Sekarang aku menikmati karma, dimana suamiku adalah suami orang lain dan anakku memiliki Mimi yang menyayanginya. Karmaku benar-benar menyedihkan bukan," sambungnya.

__ADS_1


"Jane," panggil Laskar masih memeluk Jane yang menangis di pelukannya.


"Mari berpisah ... mari berpisah saling melepaskan dan mulailah hidup barumu. Baby akan tetap menjadi anakmu,"  timpal Laskar.


"Tolong jangan berpisah Laskar, anggap saja aku mantan istrimu. Tapi tolong jangan berpisah dengan surat perceraian. Aku tidak akan menuntut dirimu untuk memperlakukan aku seperti sebelumnya. Anggap aku bukan siapa-siapa untuk dirimu, tapi tolong jangan berpisah," pinta Jane menggenggam erat baju belakang Laskar.


"Apa yang harus aku katakan pada istriku?" tanya Laskar.


"Katakan aku mantan istrimu Laskar, tolong jangan berpisah, tolong," lirih Jane.


"Aku tidak ingin ada kebohongan dalam hubungan kami Jane. Dia orang yang baik, dia menerima diriku dan baby. Aku tidak memiliki alasan untuk menyakiti hatinya Jane," tutur Laskar mengelus punggung Jane.


"Aku harus bagaimana Laskar?" tanya Jane dengan segala sesak di dadanya.


"Lepaskan Jane, mulai hidupmu dengan yang baru. Perlahan-lahan, itu akan menyembuhkanmu," ucap Laskar.


"Tidak, aku mencintaimu.  Aku sudah berusaha, tapi aku selalu kembali padamu. Tolong jangan berpisah Laskar, cari cara lain selain berpisah," pinta Jane.


"Tenangkan dirimu, kita akan berbicara dengan Diana di dalam," ujar Laskar ingin melepas pelukan.


Tuhan karmamu sungguh menyakitkan untuk diriku. Batin Jane, yang masih dalam pelukan Laskar.


"Sudah lebih baik?" tanya Laskar merenggangkan pelukan.


"Iya, terima kasih," jawab Jane ikut melepaskan diri dari Laskar.


"Ayo masuk, temui baby dan Diana," ajak Daddy.


"Iya," Jane.


Daddy berjalan masuk terleih dahulu kemudian baru di ikuti Jane.


***

__ADS_1


"Hai sayang, hai baby. Maaf lama," Laskar menyapa dan mengambil baby dari Diana.


"Iya, tidak masalah sayang. Sudah selesai?" tanya Diana menatap Laskar.


"Sudah. Sayang, ada yang ingin aku katakan bersama Mrs Kim," ucap Laskar.


"Iya, katakan lah sayang. Aku mendengarkan," ucap Diana.


"By, bisa menunggu Daddy dan Mimi di meja sebelas sana dulu. Ada yang ingin Daddy bicarakan pada Mimi dan mommy," Laskar menunjuk meja lain.


"Iya Daddy. Baby ke sana dulu Daddy, Mimi," pamit Baby.


"Iya sayang," Laskar dan Diana.


Jane yang tidak sama sekali di anggap dengan baby, hatinya terasa teriris. Tapi dia memaklumi tindakan baby.


"Sayang, ini adalah istriku dan dia adalah mommy yang melahirkan baby," ucap Laskar membuka obrolan.


"Suami? Bukannya kamu sudah bercerai sayang?" tanya Diana dengan keterkejutannya.


"Laskar tidak tahu kalau kami masih sepasang suami istri. Laskar baru tahu setelah aku memberi tahunya. Aku tidak mengurus surat perceraian kami, jadi kami masih sah pasangan suami istri," jawab Jane.


"Sayang, dengarkan aku. Aku benar-benar minta maaf, karena aku tidak tahu kalau kami masih sepasang suami istri. Aku sudah mengatakan pada Jane untuk mengakhiri hubungan kami, tapi dia tidak ingin melakukannya. Aku berbicara padamu, karena aku tidak ingin menutupi apa pun dalam hubungan kita. Aku minta maaf sayang," sesal Laskar sembari mencium punggung tangan Diana.


"Sayang, bisa tolong berikan kami waktu untuk berbicara berdua. Tolong temani baby, kasihan baby kesepian di sana sendirian," kata Diana sambil mengelus rahang Laskar.


"Kamu yakin sayang?" tanya Laskar memastikan perkataan istrinya.


"Iya, tolong temani baby. Kembali ke sini ketika diriku memanggil kalian. Pergilah temui baby," ucap Diana dengan lembut.


"Iya sayang," Laskar mengecup pipi Diana berjalan kearah anaknya.


Jane yang melihat itu sudah menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Apa yang anda inginkan, Mrs?" tanya Diana menatap gerak-gerik Jane.


__ADS_2