BABY ALUNA

BABY ALUNA
Flashack Daddy dan Mommy (8)


__ADS_3

"Maaf tuan, kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Tetapi, Tuhan berkehendak lain. Tuan Laskar Raga Darmawa, waktu kematian 11:16. Kami turut berduka cita." Dokter dengan wajah sendu.


Tubuh ketiganya lemas; Daddy Kim, Daddy Jacob dan Jichu. Jichu bergegas masuk dan memeluk Laskar.


"Laskar, bangun. Kamu tidak lucu sekali bercanda. Kamu pembohong besar, kamu bilang akan menjaga Jane dan menjadi Daddy yang baik untuk anakmu. Tetapi lihat, kamu meninggalkan kami semua. Siapa yang harus menjaga Jane dan Baby. Kamu tidak bertanggungjawab, kamu hanya membuat baby, tapi kau tega meninggalkannya, bahkan kamu belum merasakan memeluk baby. Bangun bodoh, bangun. Apa yang harus unnie katakan pada Jane." Jichu, berteriak dan terakhir dia menjatuhkan diri di lantai.


"Jagoan, kamu tega sekali dengan Jane dan babymu, mereka sedang berjuang sayang. Mengapa, jagoan meninggalkan mereka. Mengapa jagoan tidak memilih untuk tetap berbahagia dengan Jane dan baby, apa syurga benar-benar merindukanmu, sayang. Hingga Tuhan mengambilmu duluan. Tidak apa, Daddy tidak marah sayang. Kami akan menjaga Jane dan baby, jagoan juga tolong jaga Jane dan baby dari sana ya sayang. Daddy, mencintai jagoan." Daddy Jacob mencium kening Laskar lama.


"Pangeran, kamu jahat sekali dengan, Daddy. Bagaimana Daddy, memberi tahu ratu dan princessmu nanti. Mengapa cepat sekali pangeran, Daddy titip Mommymu di sana ya. Katakan Daddy, belum bisa menyusul karena harus menjaga ratu dan princessmu dulu, sampai waktu menjemput Daddy. Tidur yang nyenyak pangeran, Daddy, akan menjaga ratu dan princessmu." Daddy Kim, mencium kening Laskar.


Tepat Laskar, menghempuskan nafas terakhirnya, Jane pingsan setelah baby, berhasil di keluarkan dari rahimnya. Baby, langsung mendapatkan perawatan karena sempat beberapa saat jantungnya berhenti dan setelah di tangani syukurlah baby selamat dan sekarang berada di ruangan khusus dirinya.


Sementara Jane sudah sadar dari pingsannya. Mommy Darmawa, Rose, Bibi Han, Joy dan Nayla sudah diberi tahu tentang kematian Laskar dari Daddy Jacob. Mereka semua syok dan menangis. Mereka memikirkan nasib malang baby yang baru saja di lahirkan. Di lahirkan dengan kondisi sempat henti jantung beberapa saat, kemudian harus kehilangan Daddynya yang bahkan belum sempat membeikan baby pelukan.


Laskar, sudah di makamkan, semuanya atas persetujuan Mommy Darmawa. Karena kasihan kalau harus menunggu lama untuk di kebumikan. Saat ini mereka harus berbicara secara halus dengan Jane untuk memberikan pengertian tentang kondisi Laskar.


"Euh, Boo." Jane, bangun dari pingsannya.


"Iya, sayang, di sini mommy." Mommy Darmawa.


"Mom, dimana Boo, dan bagaimana, baby?" Jane.


"Baby, sedang di ruang perawatan sayang, baby sempat mengalami henti jantung beberapa saat. Namun, kondisi baby sudah membaik setelah mendapat perawatan dari Dokter." Mommy, menjelaskan dengan mengelus rambut Jane.


"Syukurlah, Boo belum sampai mom?" Jane, melihat ke sekelilingnya tapi tidak menemukan Laskar.


"Hem, sayang dengarkan mommy. Laskar, sudah pergi meninggalkan kita semua sayang. Laskar, sudah di syurga bersama, Mommy. Ketika perjalana menuju rumah sakit, mobil Laskar mengalami kecelakaan, Laskar dan Pak Jim meninggal setelah sempat diberikan pertolongan di ruang ICU." Mommy, menjelaskan sambil menitihkan air mata.


"Tidak, mommy berbohong. Jane tidak suka, Daddy katakan apa yang di katakan mommy adalah kebohongan, Daddy marahi mommy, mommy sudah berbohong, Dad. Unn, katakan pada mommy bercanda mommy tidak lucu, Nay, Joy Rose, dimana kalian menyembunyikan Laskar, aku tidak akan termakan prank murahan kalian. Di mana Boo, katakan." Jane, dengan histeris meneriaki mereka, dia syok dan tidak terima.

__ADS_1


"Princess, apa yang dikatakan mommy adalah kebenaran. Yang kuat princess untuk, baby. Princess, tidak boleh putus asa, ingat princess sudah menjadi seorang mommy, princess harus menjaga buah hati princess dan pangeran." Daddy Kim, yang sudah memeluk Jane, mommy memberikan ruang.


"Tidak, Daddy, kalian bohong!" Jane, di dalam dekapan Daddy Kim.


Sementara yang lain sudah menahan tangis mereka selama berada di ruangan Jane. Tidak lama suster datang dengan baby. Suster memberikan baby pada Jane untuk diberikan susu.


"Hai sayang, terima kasih sudah bertahan dan memilih mommy sayang, terima kasih untuk menolak ajakan Daddy pergi bersama. Terima kasih sudah menjadi kekuatan mommy sayang, mommy tidak tahu apa yang akan mommy lakukan kalau baby lebih memilih ikut dengan Daddy. Kim Aluna Ruby, itu nama baby dari mommy dan Daddy sayang. Mommy, mencintai baby." Jane menahan tangisnya ketika melihat baby, dalam dekapannya yang sedang menyusu padanya.


Semua orang yang ada diruangan itu terharu sekalian sedih dengan keadaan yang harus diterima baby.


Laskar, tolong jaga Jane dan baby dari atas sana, aku mengikhlaskanmu kembaranku. Aku akan menjaga mereka disini. Batin Rose.


Laskar, walaupun kita baru berkenalan sebentar, unnie berterima kasih sudah memberikan Jane kebahagiaan walaupun hanya beberapa saat. Semoga kau baik saja di sana. Unnie akan menjaga Jane dan baby. Batin Nayla.


Laskar, jaga dirimu di sana. Unnie, akan menjaga istri dan anakmu. Batin Joy.


Sayang, mommy mengikhlaskan kepergianmu. Kamu yang tenang di sana. Tidak perlu risau sayang. Kami akan menjaga Jane dan baby. Mommy, titip salam untuk Mommy Jane. Tolong jaga Jane dan baby, dari atas sana sayang. Batin Mommy.


***


Daddy Kim, sudah mulai berkerja keluar masuk luar negara, Daddy dan mommy Darmawa sesekali berkunjung ke tempat peristirahatan Laskar dan menjenguk mantu dan cucunya. Nay, setelah lulus berkarier dengan membuka butik yang terkenal di Paris.


Joy, melanjutkan keriernya di Australia menjadi seorang Model. Sedangkan Jichu dan Rose, memilih menetap di Korea dengan karier mereka masing-masing. Jichu dan Rose tidak membiarkan Jane mengurus baby sendiri, waktu mereka banyak di habiskan dengan mengurus dan bermain bersama baby. Bisa di katakan mereka hampir tidak melewatkan perkembangan dan pertumbuhan baby.


Sementara Jane sudah mulai mengikhlaskan kepergian suaminya. Dan fokus utamanya adalah sang putri tercinta peninggalan suaminya, versi mini suaminya yang menjadi alasan Jane bertahan hidup di dunia. Kalau saja baby tidak ada mungkin saat dia mendengar kepergian suaminya, dia akan ikut menyusul suami dan mommynya.


Jane, mengambil ahli pekerjaan suaminya, dia juga menerapkan pola pikir suaminya untuk memperbanyak menabung dan menginvestorkan dana di berbagai sektor dan sekarang menjadikan dia Mommy satu anak yang sukses dengan berbagai macam usaha di berbagai belahan negara.


Tetapi dia kembali dengan sikap foya-foyanya, yang terkadang mendapat teguran dari baby yang tidak suka melihat mommynya berfoya-foya membeli barang-barang mahal yang bahkan barangnya sama hanya rela membayar lebih untuk mendapatkan warna yang berbeda.

__ADS_1


Semua yang di laluinya saat ini benar-benar Jane, syukuri dan nikmati, bersyukur karena memiliki baby dan menikmati hasil peninggalan suami, dan kerja kerasnya bersama orang-orang kesayangannya.


***


"Begitulah perjalanan kisah cinta mommy dan daddy baby. Bagaimana menurut baby, by, baby?" Mommy, setelah selesai menceritakan kilas balik perjalanan cintanya dengan daddy baby, sambil mengecek anaknya yang terdiam dengan menitihkan air mata. Baby, tidak menjawab pertanyaan mommynya justu dia meminta pelukan mommynya dengan menjulurkan kedua tangannya pada sang mommy.


"Baby, okey?" Tanya mommy Jane yang sudah memeluk anaknya dan mengusap punggung anaknya. Baby, tetap diam dan beberapa saat dia tidur di pelukan mommynya.


"Baby, tidur Jane." Jichu, yang sudah bangun dari tidurnya, mengecek kondisi Jane dan baby.


"Iya, unn." Mommy Jane.


"Sepertinya pesawat sebentar lagi mendarat, Jane." Jichu, mengusap rambut baby.


"Iya, unn, tolong unnie urus barang kita unn dan katakan pada supir yang menjemput kita untuk langsung bawa kita ke rumah saja, unn." Mommy Jane sesekali mencium rambut baby.


"Iya, Jane". Jichu, kembali ketempat asalnya tadi.


Setalah beberapa waktu mereka saat ini sudah berada di dalam rumah baby yang di Paris, awalnya aunty Chu dan aunty Osi ingin memesan hotel untuk mereka, karena semua biaya liburan ini mereka yang tanggung sebagai hadiah ulang tahun untuk baby. Tetapi mommy Jane menolak, lebih baik uangnya di gunakan untuk yang lain saja dan mereka lebih nyaman untuk tinggal di rumah baby.


"Unn, kalian istirahatlah. Aku dan baby, pamit ke atas untuk istirahat. Besok pagi baru kita berkeliling." Mommy Jane, berkata pada Airin, Jichu, Rose, dan Sintia yang tidur di pelukan Airin.


"Iya, selamat istirahat." Airin, Jichu, Rose.


Saat ini mommy Jane sedang di atas kasur dengan memeluk baby. Mommy Jane, memperhatikan lekuk wajah baby yang versi mini suaminya.


"Tidur yang nyeyak sayang, mommy mencintai baby." Mommy, mencium kening baby.


"Love you Daddy, Mommy." Gumam baby, dalam mimpinya.

__ADS_1


Lihat sayang, dalam mimpinya saja dia tidak melupakan kita. Baby mencintai kita sayang. Boo, Jane dan baby sedang berada di negara favorit, Boo. Sangat di sayangkan kita tidak bersama kesini, Boo. Aku mencintaimu Boo. Batin mommy Jane.


__ADS_2