
Sampai lah mereka di kedai kecil menjual berbagai macam rasa dan ukuran es krim.
"Nenenk, apa kami bisa makan es krim di sini?" tanyaDaddy yang menghampiri nenek penjual.
"Ah, tentu tuan. Silakan, ingin memesan apa tuan, nona dan anak manis ini?" tanya balik nenek penjual.
"Sebentar, Nek. Baby dan mommy ingin rasa apa?" tanya Daddy.
"Cokelat, vanilla Daddy," ucap baby dan mommy Jane kompak.
"Baiklah, nenek tolong 1 ukuran sedang rasa cokelat dan vanila," ujar Daddy dengan senyumnya.
"Iya tuan, mohon menunggu pesanan," ucap nenek penjual.
"Mommy tolong ajak aunty's dan Mimi kesini, untuk bersama memakan es krim," pinta Baby.
"Iya sayang, mommy telepon aunty Airin dulu, ya," saut mommy Jane melakukan panggilan pada Airin untuk menyusul mereka ke kedai es krim.
"Aunty's dan Mimi sedang menuju kesini sayang," kata Mommy Jane setelah menghubungi Airin.
"Iya, terima kasih mommy," ujar Baby yang kedua tangannya sedang di bersihkan Daddy.
"Sama-sama sayang," saut Mommy Jane mencium rambut baby.
Mimi dan aunty's datang dengan membawa beberapa paper bag yang pastinya hasil berburu oleh-oleh di pasar malam. Mimi menghampiri baby dan Daddy memberikan ciuman.
"Baby happy sudah menghabiskan waktu bersama mommy dan Daddy?" tanya Mimi duduk di sebelah Daddy.
"Baby happy Mimi, apa Mimi dan little baby baik-baik saja?" tanya balik Baby.
"Iya, Mimi dan little baby baik-baik saja, 'kan Mimi dan little baby dijaga dengan aunty's. Baby sudah memesan es krimnya?" tanya Mimi.
"Iya Mimi. Sudah, Daddy yang pesan tadi Mimi," jelas Baby.
"Mimi tidak kelelahan bukan? Ingin makan es krim sayang?" tanya Daddy mengusap tangan Mimi.
"Tidak Daddy, Mimi dan little baby tidak kelelahan. Tidak sayang, little baby sedang tidak ingin es krim," tolak Mimi dengan senyum manis di wajahnya.
"Iya Mimi. Aunty's ingin rasa apa?" tanya Daddy pada aunty's.
"Stroberi 2, cokelat 2 Daddy," jawab Airin mewakili Geng's.
__ADS_1
"Iya tunggu sebentar," kata Daddy menghampiri nenek penjual menambah pesanan sambil membawa pesana. Mommy dan baby.
"By, mommy ini pesanannya," kata Daddy membawa es krim pesanan baby dan mommy Jane.
"Iya, terima kasih Daddy," saut Mommy Jane dan baby.
Baby berjalan kearah Mimi, Mimi yang mengerti memangku baby dan menyuapi baby es krim. Tak lama pesanan aunty's datang, mereka makan sambil berbincang ringan. Baby terus bercerita keseruan yang di laluinya bersama Daddy dan mommy Jane. Hingga dia tertidur di pelukan mommynya.
Mereka pamit dengan nenek penjual, Daddy memberikan uang yang cukup banyak untuk nenek penjual Daddy bilang ini adalah hari ulang tahun baby. Daddy membagi sedikit rezekinya untuk nenek penjual. Nenek penjual berterimakasih banyak dan mendoakan baby dan untuk mereka. Setelah selesai dari kedai es krim, mereka langsung pulang. Mengingat hari semakin malam dan baby yang sudah pulas dengan mimpinya.
Sesampainya di rumah, Mimi meminta Daddy dan mommy Jane untuk tidur bersama menemani baby. Sedangkan dirinya tidur di kamar biasanya dia tiduri dan aunty's tidur di kamar tamu. Mereka berpisah dengan memasuki pintu kamar masing-masing.
"Terima kasih untuk malam ini Daddy," kata Mommy Jane.
Mereka sudah merebahkan diri di atas kasur dengan posisi baby di atas tubuh Daddy dan dipeluk dari belakang oleh mommy Jane yang juga di peluk dengan Daddy.
"Terima kasih juga untuk mommy. Ayo, tidur sudah malam," ajak Daddy.
"Iya, selamat malam baby, Daddy," ujar Mommy Jane mencium bibir mereka secara bergantian.
"Selamat malam baby dan mommy," kata Daddy memberikan ciuman di rambut baby dan mommy Jane.
Mereka tertidur dengan damai. Saling berbagi pelukan satu sama lain. Sementara di salah satu kamar yang di tempati wanita hamil yang akan mengakhiri panggilan telepon selulernya.
***
Pagi menyapa, matahari bertamu di bumi. Semua orang sedang berkumpul dimeja makan dengan menyelesaikan kegiatan sarapan pagi mereka. Setelah selesai mereka di sibukkan dengan kegiatan mengemasi barang-barang mereka, karena aunty's, Baby dan mommy akan melakukan penerbangan ke Korea nanti malam.
"Apa perlu bantuan?" tanya Mommy Jane menghampiri kamar baby yang di sana sedang ada Mimi yang menyiapkan semua keperluan baby.
"Ah, kemari mommy. Tolong bantu memasukkan semua barang-barang baby ke koper," ajak Mimi.
"Iya," saut Mommy memasukkan barang-barang baby yang sudah di pilih Mimi ke dalam koper.
"Jane, bisa berbicara sebentar," ujar Mimi dengan menatap wajah mommy.
"Iya, katakan," ucap Mommy Jane yang sudah selesai memasukkan barang-barang baby.
"Tolong jaga dan sayangi baby dengan sepenuh hatimu. Baby anak yang baik, tolong lindungi baby dan prioritaskan diri baby di atas semua urusanmu. Baby memiliki trauma yang sewaktu-waktu bisa datang menghampirinya," tutur Mimi berkata tulus.
"Trauma?" tanya Mommy Jane dengan khawatirannya.
__ADS_1
"Iya, baby trauma dengan air. Beberapa bulan lalu baby hampir ke hilangan nyawa karena tenggelam di kolam renang. Baby terpeleset dan tidak ada yang menyadari hal itu, hingga detik-detik napas baby sudah mulai habis, Laskar yang melihat hal itu langsung menolong baby dan membawa ke rumah sakit. Syukurlah nyawa baby tertolong, tapi setelah kejadian itu baby benar-benar takut melihat kolam. Traumanya bisa menghampiri kapan saja, oleh karena itu baby tidak pernah ditinggal tidur sendiri," tutur Mimi.
"Iya, terima kasih untuk informasinya. Aku akan menjaga dan mencintai baby sepenuh hatiku," ujar Mommy Jane dengan ke yakinannya.
"Ne terima kasih Jane," kata Mimi.
"Sudah seharusnya Mimi, baby adalah anakku, bahkan nyawaku akan aku berikan untuk baby," tutur Mommy Jane dengan senyumnya.
***
Malam telah tiba, Daddy, mommy, mimi, baby dan aunty's sedang di bandara untuk melakukan penerbangan ke Korea. Baby yang sedari tadi memeluk Daddynya, rasanya tidak ingin di pisahkan, namun ia ingin ikut bersama mommynya. Hingga Daddynya membuka suara.
"Baby, Daddy dan Mimi akan menyusul baby ke Korea. Baby jangan sedih, bukannya baby yang ingin ikut bersa mommy dan aunty's, atau baby tidak jadi ikut?" tanya Daddy menggendong baby menenangkan.
"Tidak, baby ikut mommy Daddy. Biarkan baby memeluk Daddy beberapa saat lagi," kata Baby dengan meneteskan air mata.
"Iya sayang, lakukan apa pun yang baby inginkan," kata Daddy membiarkan baby.
"Sayang dengarkan Daddy, di sana jangan merepotkan aunty's, mommy dan Grandpa. Baby harus menjadi anak penurut, tidak boleh nakal, dengarkan kata mommy," pungkas Daddy memberikan nasehat pada baby.
"Iya Daddy, baby mendengarkannya," kata Baby masih dengan memeluk Daddy.
"Baby apakah sudah sayang? Baby akan melakukan penerbangan," kata Mimi mengelus kepala baby.
"Iya Mimi," saut Baby melepaskan pelukan pada Daddynya dan beralih ke gendongan mommynya.
"Mommy, aunty's, Mimi titip baby," kata Mimi mencium seluruh wajah baby dan menghapus air mata baby.
"Iya kami akan menjaga baby, segera menyusul," kata Aunty Chu mewakilkan Geng's.
"Iya, Daddy dan Mimi akan segera menyusul baby ke Korea.Mommy, Daddy titip baby. Tolong cintai dan jaga baby dengan sepenuh hati," pungkas Daddy berbicara pada mommy Jane.
"Iya Daddy, mommy akan menjaga dan mencintai baby. Kami menunggu Daddy dan Mimi di Korea," tutur Mommy Jane.
Setelahnya mereka pamit meninggalkan Mimi yang menangis berada di pelukan Daddy. Mimi menangis karena berpisah dengan baby.
Ketika hendak cek identitas, baby yang berada di gendongan mommy Jane berteriak menghadap belakang,
"Daddyyyy," pekik Baby sambil menangis.
Daddy yang mendengar dan melihat itu melepaskan pelukannya pada Mimi dan berlari ke arah baby dan memeluk putrinya.
__ADS_1
"Daddy di sini sayang, jangan sedih, ya. Daddy janji akan menyusul baby," ujar Daddy menghapus air mata baby dan menimangnya. Mommy Jane ikut masuk memeluk Daddy dan baby. Setelah dirasa tenang Daddy membuka suara di tengah-tengah pelukan mereka.
"Mommy tolong jaga princess kita. Mommy, aku mencintaimu," ungkap Daddy melepaskan pelukan, di jawab anggukan oleh mommy Jane setelah mendapat 1 ciuman di bibirnya dari Daddy. Daddy melihat sampai akhir mommy dan baby yang sudah menghilang dari pandangannya. Ia berbalik menghampiri istrinya dan mereka kembali ke rumah.