
"Mommy tidak jahat sayang, mommy tadi hanya ingin mengusir semut yang ada di baju aunty Nay," ucap aunty Chu saat ini sedang duduk berdua di ruang dances salah satu GG (Girl Grup) dibawah naungannya.
"Benarkah aunty?" tanya baby sudah berhenti menangis dan sembari meminus air putih yang diberikan aunty Chu.
"Iya baby, aunty tidak pernah berbohong pada baby bukan. Mommy tidak mungkin memukul aunty Nay, mommy menyayangi aunty's dan baby. Baby hanya salah paham," jawab aunty Chu.
"Baby akan minta maaf pada mommy dan aunty's nanti. Tiba-tiba saja ingatan baby kembali ke paman jahat aunty," ucap baby sudah mulai ingin menangis lagi.
"Sayang, berhenti menangis. Jangan di ingat-ingat lagi oke. Bagaimana kalau baby melihat-lihat agensi aunty saja," bujuk aunty Chu.
"Apakah boleh aunty? Baby tidak ingin merepotkan dan mengganggu," ucap baby tidak jadi menagis lagi dan sekejap ingatannya tentang paman jahat menghilang begitu saja karena tertarik dengan tawaran auntynya.
"Iya sayang, tentu. Baby sama sekali tidak merepotkan aunty. Ayo, kita akan mulai dari ruangan dance yang sedang ada latihannya," ajak aunty Chu dan baby berjalan ke arah ruangan yang sedang melakukan latihan dance. Baby memperhatikan dengan seksama. Hinga latihan berhenti, baby bertepuk tangan dengan semangat.
"Wah, itu keren sekali. Baby juga mau seperti itu nanti. Unnie-unnie pintar sekali," kata baby.
"Ah, Miss," ucap Girls Grup menyapa aunty Chu kemudian tersenyum dengan pujian baby.
"Iya, saya hanya ingin mengajak keponakan saya berkeliling saja. Lanjutkan latihannya," sahut aunty Chu dan baby meninggalkan ruang dance GG.
"Ah, tunggu sebentar, Miss," ucap salah satu GG berlari kearah tasnya dan mengambil 1 buah gantungan kunci bergambar bebek dan berlari ke arah aunty Chu dan baby.
"Ini untuk adik manis, nanti unnie akan mengundang adik manis menonton konser unnie. Tolong diterima hadiah kecil ini dari unnie." Memberikan gantungan kunci itu pada baby. Baby menatap aunty Chu. Aunty Chu menganggukkan kepala, memberikan baby izin untuk mengambil pemberian itu.
"Iya baby terima. Terima kasih unnie. Baby pasti akan datang bersama mommy dan aunty's baby, ya 'kan aunty?" tanya baby pada aunty Chu.
"Iya sayang," jawab aunty Chu mengusap rambut baby.
"Syukurlah, unnie tunggu kedatangan baby nanti," ucap baby.
"Iya unnie, bay, bay unnie. Semangat latihannya, unnie-unnie keren," pamit baby meninggalkan ruang dance.
"Iya adik manis, terima kasih," jawab GG kompak.
Setelah keluar dari ruangan dance GG tadi, aunty Chu dan baby melanjutkannya keruangan latihan bernyanyi, berakting dan terakhir ini mereka sedang melihat studio model-model berfoto. aunty Chu memperhatikan kalau baby begitu antusias setelah melihat begitu banyak peralatan kamera. Dia membiarkan baby bertanya-tanya pada fotografer nyatentang kamera, setelah pekerjaan fotografer nya selesai. Dan saat ini baby sedang mencoba untuk menggunakan kamera untuk mengambil gambar model.
"Kau sangat berbakat nak, siapa yang mengajarimu hm," puji Fotografer pada baby setelah melihat hasil potret baby dan cara baby mengotak-atik setting kameranya.
"Daddy baby yang mengajarkannya paman," jawab baby setelah puas dengan mencoba kamera ia meminta di gendong oleh aunty Chu karena merasa lelah.
"Miss, keponakan anda sangat berbakat dalam dunia fotografi," puji Fotografer.
__ADS_1
"Oh, benarkah. Apa hasilnya bagus?" tanya aunty Chu sembari mengelus punggung baby yang sepertinya sudah mulai mengantuk, karena anak itu meletakkan kepalanya di bahu auntynya.
"Iya Miss," sembari memperlihatkan hasil potret baby.
"Good, keponakanku tidak diragukan lagi. Ah, lanjutkan aktivitas kalian, saya harus kembali keruangan saya, sepertinya keponakan saya sudah kelelahan," pamit aunty Chu.
"Iya Miss," kata Fotografer.
Aunty Chu meninggalkan studio model dan kembali naik ke ruangannya dengan baby yang sudah tertidur di pelukannya.
Tidur yang nyenyak sayang, aunty mencintai baby, batin aunty Chu sembari mencium dan pengusap punggung baby.
Klik ... Pintu ruangan aunty Chu dibuka dari luar dan masuklah aunty Chu dengan baby dipelukannya.
"Baby," panggil mommy Jane menghampiri aunty Chu dan baby.
"Shut, baby sedang tidur," ujar aunty Chu berkata pada mommy Jane.
"Oh, baby tidur unn?" tanya aunty Nayla.
"Iya, kelelahan karena menangis dan berkeliling," jawab aunty Chu meletakkan baby pada pelukan mommy Jane.
"Kasihan sekali ponakan aunty," lirih aunty Airin selagi mengelus rambut baby yang tertidur di gendongan mommynya.
"Iya," jawab Aunty's.
"Apa ingin unnie yangmenggendong baby saja Jane?" tanya aunty Chu.
"Tak usah unn, biar baby bersamaku saja unn. Aku merindukan princess ku. Ayo kita berangkat menjemput tupai," jawab mommy Jane.
"Iya, ayo," jawab kompak aunty's.
Tas mommy Jane dibawa aunty Chu. Mereka berangkat ke bandara dengan 2 mobil. 1 mobil aunty Chu dan satunya mobil aunty Airin.
***
Sampailah mereka di bandara dengan mommy Jane yang masih menggendong baby yang tengah tertidur. Sepertinya baby benar-benar kelelahan. Karena sepanjang perjalanan anak itu tidak sama sekali tergantu dengan pembicaraan mommynya dengan auntynya.
"Baby belum bangun Jane?" tanya aunty Chu.
"Belum unn, sepertinya benar-benar kelelahan baby unn," jawab mommy Jane mencium baby anaknya.
__ADS_1
Saat ini mereka menjadi pusat perhatian orang-orang di bandara, termasuk para fotografer, terutama mommy Jane yang sedang menggendong baby. Mereka penasaran siapa yang di gendongan oleh CEO perusahaan terbesar itu dan selain itu visual GG mereka menjadi daya tarik orang-orang dan para fotografer.
"Ayo masuk, sebelum semakin banyak orang yang mengambil gambar kita," ajak aunty Airin.
"Iya unn," kata mereka masuk ke ruang tunggu VIP.
"Mana tupai ini," ujar aunty Joy.
"Sabarlah, mungkin sebentar la-" ucapan aunty Chu terpotong.
"Unn, unnie," panggil aunty Osi datang berlari ke arah aunty Airin memeluk kakak tertua di geng's nya itu kemudia baru ke unnienya yang lain kecuali ke mommy Jane karena dia terpaku dengan penampakan anak yang sedang digendong unnienya.
"Ini baby, unn?" tanya aunty Osi bertanya dengan wajah polos dan terkejutnya.
"Iya ini baby," jawab mommy Jane.
"Serius unn, baby sudah besar sekali sayang," ujar aunty Osi langsung mengambil baby dan menciuminya, hingga membuat baby terganggu dan memanggil mommy nya dengan tangisnya.
"Eugh, mommy, mommy," panggil baby belum sepenuhnya membuka mata.
"Iya mommy disini sayang," kata mommy Jane membisikkan baby untuk tenang di gendongan aunty Osinya.
Baby perlahan membuka mata dan melihat mommynya di sebelahnya dan dia mulai penasaran siapa yang membangunkannya dan menggendongnya saat ini. Baby menatap mata aunty Osi dengan polos dan bertanya-tanya.
"Ini aunty baby yang dari Australia, teman aunty's dan mommy juga sayang. Namanya aunty Rose," tutur mommy Jane memperkenalkan aunty Osi pada baby. Baby hanya diam dan justru memeluk leher aunty Osi, mungkin karena masih mengantuk.
"Oh, baby tidak ingin berkenalan dengan aunty?" tanya aunty Osi pada baby.
Tapi yang ia dengar adalah suara dengkuran halus baby. Menandakan kalau anak itu kembali melanjutkan tidurnya.
"Oh, baby tidur unn," kata aunty Osi memberi tahu mommy Jane.
"Iya baby kelelahan," kata mommy Jane mengusap punggung anaknya dan hendak memindahkan anaknya kepelukannya tapi di cegah aunty Osi.
"Biar aku saja unn. Aku aunty nya juga bukan," ujar aunty Osi.
"Iya," kata mommy Jane.
"Guys, ayo kita singgah makan terlebih dahulu oke di salah satu mall," ajak aunty Airin menyarankan karena dia tahu adik kecilnya itu pasti kelaparan.
"Let's go unn," ajak aunty Osi bersemangat meninggalkan begitu saja kopernya dengan menggendong baby.
__ADS_1
"Astaga, tupai satu itu," kesal aunty Chu membawa koper aunty Osi dan mereka berjalan menuju mobil meninggalkan bandara.