BABY ALUNA

BABY ALUNA
Mommy Membentak Baby


__ADS_3

"Sudah mencoba kamera barunya?" tanya aunty Chu pada baby yang baru saja mendudukkan dirinya dipangkuan mommynya dari taman belakang rumah aunty Chu.


"Sudah aunty," jawab baby melihat-lihat hasil potretnya tadi.


"Boleh aunty lihat sayang?" tanya aunty Osi penasaran dengan hasil potret baby.


"Boleh aunty," jawab baby memberikan kameranya pada aunty Osinya.


"Wah, bagus sekali, baby berbakat sekali," puji aunty Osi sembari melihat hasil potret baby.


"Lihat ,lihat," aunty Chu dan aunty's melihat hasil foto baby.


"Wah, bagus sekali sayang. Baby bisa buka pameran foto dan bisa memiliki banyak uang," ucap aunty Chu.


"Iya betul sekali," timpal aunty Nayla.


"Ini hasil foto seorang profesional," puji aunty Joy terpukau.


"Benarkah aunty, dengan foto bisa menghasilkan banyak uang?" tanya baby penasaran.


"Iya sayang. Baby bisa membuka pameran foto dan dari hal itu, baby akan mendapat keuntungan sayang," jawab aunty Chu.


"Heh, sudah-sudah baby tidak perlu. Uang baby sudah banyak, baby tidak perlu uang bukan," ucap mommy Jane.


"Tapi baby butuh uang mommy," ucap baby menatap mommynya serius membalikkan badannya.


Hal itu sukses membuat aunty's dan mommy Jane terkejut.


"Berapa uang yang baby inginkan dan untuk apa? Mommy akan berikan katakan sayang," ucap mommy Jane.


"Baby ingin uang hasil baby sendiri mommy. Baby butuh uang banyak untuk membangun tempat tinggal untuk anak-anak jalanan yang tinggal di pinggiran jalan mommy," tutur baby mengelus kedua pipi mommynya.


"What's? Baby serius?" tanya aunty Osi.


"Iya aunty. Baby kasihan dengan mereka yang harus berjualan di lampu merah, makan harus bekerja dulu, mereka tidak punya tempat tinggal dan mereka juga tidak sekolah," jelas baby.

__ADS_1


"Hah, mommy senang baby memiliki hati yang baik untuk menolong orang lain sayang. Tapi, mommy tidak mengizinkan baby untuk mencari uang," ucap mommy Jane.


"But mommy, baby ingin menolong mereka," kata baby dengan sendu.


"Oke-oke, begini saja bagaimana kalau hasil semua foto baby aunty yang akan membuka pamerannya, Nanti uangnya akan aunty bangunkan tempat tinggal khusus untuk anak-anak jalanan, bagaimana by?" tanya aunty Chu mendengar niat mulia keponakannya.


"Benarkah aunty, apa boleh mommy?" tanya baby langsung ceria.


"Dan aunty akan menyumbang untuk memberikan mereka makanan. Jadi setiap hari mereka tidak perlu untuk bekerja mencari makan lagi sayang," ucap aunty Airin menambahkan.


"Dan aunty akan bangunkan sekolah atas nama baby untuk mereka disana sayang," tambah aunty Osi.


"Aunty ikut dengan aunty Osi," sambung aunty Joy dan aunty Nayla.


"Benarkah aunty? Mommy apa boleh?" tanya baby.


"Mommy tetap tidak setuju," tolak mommy Jane dengan tegas.


"Kenapa mommy? mommy 'kan banyak uang, mommy tidak akan bangkrut dengan membantu merekakan menggunakan hasil foto baby mommy," jelas baby.


"Sungguh mommy," ujar baby sudah menitihkan air mata.


"Iya baby, mommy tidak pernah berbohong pada baby," ucap mommy Jane menghapus air mata anaknya mencium bibir anaknya.


"Jangan menangis, 1 bulan dari besok mimpi baby akan terwujud, oke sayang," kata mommy Jane.


"Terima kasih mommy, love you," pungkas baby.


"Hu, mommy Jane so sweet sekali," goda aunty Chu.


"Apa pun untuk baby unn. Hitung-hitung aku beramal dan menghabiskan 2% untuk berbuat kebaikan dari keuntungan perusahaan unn. Aku pun bingung dengan cara menghabiskan uang. Baby saja sudah rich ini di tambah mommy dan grandpanya. Aku yang kewalahan menyimpannya unn," ucap mommy Jane mencium rambut baby.


"Hahah, benar-benar baby rich dari embrio," ujar aunty Joy.


"Tak perlu kerja pun baby tidak akan miskin," puji aunty Nayla.

__ADS_1


"Benar-benar real triliuner," ucap aunty Chu.


"But Jane, kami akan membantu sesuai perkataan kami tadi. Ya anggap saja seperti mu, kami juga melakukan amal berbuat kebaikan," ujar aunty Airin.


"Iya unn, kami akan ikut berbagai juga unn," kata aunty Osi.


"Iya Unn. Nanti akan kita bangunkan dan berikan fasilitas yang bagus untuk mereka. Baby happy sayang?" tanya mommy Jane.


"Baby happy, terima kasih mommy, aunty. Love you," ungkap baby tersenyum manis.


"Love you too baby," balas mommy Jane dan aunty's.


"By teman mommy aunty Cha dan anaknya Ryujin akhir pekan ini ingin mengajak mommy dan baby menghabiskan waktu bersama, baby ingin?" tanya mommy Jane.


"Hm, apa harus mommy?" tanya baby dengan raut wajah yang langsung berubah sendu.


"Tidak harus sayang, baby bisa menolaknya jika baby tidak ingin," jawab mommy Jane.


"Bolehkah, baby menolaknya mommy," ujar baby dengan wajah takut-takut.


"Tentu sayang, akan mommy katakan pada aunty Cha," ucap mommy Jane.


"Ah, bagaimana kalau akhir pekan ini kita ikut menonton konser unnie baby tadi sayang?" tanya aunty Chu.


"Benarkah aunty, akhir pekan ini unnie baik akan konser," seketika raut wajah baby langsung sumringah dan turun dari pangkuan mommy nya menghampiri aunty Chunya.


"Iya sayang, jadwal konser unnie baby akhir pekan ini," jelas aunty Chu.


"Baby mau, baby mau. Kita akan menonton bersama mommy dan aunty's," ujar baby.


"Iya sayang," jawab aunty Chu, mommy Jane dan aunty's.


"By, kenapa baby menolak ajakan teman mommy baby tadi dan menerima tawaran aunty Chu?" tanya aunty Osi merasa aneh dengan sikap baby.


"Aunty itu jahat, baby tidak suka. Aunty berbicara paman jahat, baby tidak suka!" pekik baby dengan berteriak.

__ADS_1


"Baby! tidak baik berbicara seperti itu pada aunty!" bentak mommy Jane dengan tidak sadar membentak putrinya.


__ADS_2