BABY ALUNA

BABY ALUNA
Daddy Love You


__ADS_3

Jam 03:16 baby, terbangun dari tidurnya. Baby, melihat mommynya tidur di sebelah kanannya, aunty, tidur di sebelah kirinya. Dia terbangun karena badannya berkeringat dan merasakan hawa panas, namun dia menggigil, di tambah kepalanya sakit dan di bagian lukanya berdenyut.


"Mommy ... badan baby, sakit semua. Mommy, aunty." Baby, sambil menggoyangkan tangan mommynya dan bergantian ke tangan aunty Osi yang paling dekat dengannya.


"Ah, iya, by. Kenapa sayang?" Aunty Osi, bangun langsung melihat kearah baby. Mommy, masih tertidur dengan lelap bersama, aunty Chu.


"Aunty, badan baby, sakit semua. Baby, berkeringat, tapi menggigil, kepala baby, pusing, luka baby


berdenyut. Aunty, sakit." Baby, mengadu dengan ringisan ringan yang keluar dari mulut baby, pada auntynya.


"Iya sayang, apa perlu aunty bangunkan mommy dan aunty Chu sayang?" Aunty Osi, sambil mengambil alih tubuh baby.


"Tidak aunty, bisakah aunty saja yang merawat baby?" Baby, karena merasa kasihan dan tak tega melihat muka mommy dan aunty Chunya yang kelelahan.


"Iya sayang, kita ganti baju baby, dulu ya. Setelahnya kita turun kebawah mencari obat untuk baby, dan aunty akan memeluk baby, sepanjang malam." Aunty Osi sudah membawa baby ke ruangan yang ada di dalam kamar itu ke ruangan khusus baju dan perlengkapan aksesoris ibu dan anak.


"Iya, aunty. Terima kasih, aunty." Baby, menaruh kepalanya di bahu auntynya.


***


Setelah selesai mengenakan baju baru untuk baby, aunty dan baby, menuju dapur mengambil minum dan ketempat penyimpanan obat, mencari obat penurun panas baby. Setelah ketemu, mereka berjalan ke ruang TV.


"By, waktunya baby, minum obat setelah itu baru lanjut tidur sayang." Aunty.


"Iya aunty, apa boleh aunty, menyanyikan baby, lagu sampai baby, tidur dan aunty, memeluk, baby? Setelah baby


tidur aunty dan baby tidur di kamar tamu, aunty?" Baby, menatap aunty.


"Iya sayang, aunty akan bernyanyi, sambil memeluk baby dan kita tidur di kamar tamu sayang." Aunty, sambil menyuapi baby, sirup penurun panas dan menempelkan penurun panas di

__ADS_1


kening baby.


Setelah selesai ritual minum obat. Saat ini baby, dan aunty, berada di dalam kamar tamu, dengan baby, yang berada di dekapannya dan sambil menyenandungkan lagu, hingga kurang lebih 10 menit baby, terlelap dalam dekapan auntynya. Merasa sama sekali tidak mendapati pergerakan dari keponakannya, aunty pun memeriksa baby, yang ternyata sudah terlelap. Melihat hal itu, ia pun membaringkan baby dengan hati-hati dan memeluk baby dari samping.


"Cepat sembuh sayang. Aunty, menyayangimu." Aunty.


***


Pagi datang, di atas ranjang besar terdapat dua wanita dewasa yang satunya masih dialam bawah sadarnya, sedangkan yang satunya sudah mulai mengumpulkan nyawanya untuk bangun. Setelah terkumpul, betapa terkejutnya ia tidak mendapati anaknya tidak berada di ranjang yang sama dengannya. Karena cemas, iapun, membangunkan unnienya, hal itu sukses membuat unnienya langsung bangun dan terduduk.


"Unn, unnie bangun. Baby tidak ada, unn." Mommy, sambil menggoyangkan tubuh aunty Chu.


"Astaga, bisakah kamu bangunkan unnie dengan cara yang lembut." Aunty Chu.


"Unnie berisik, baby tidak ada. Ayo, bangun kita cari, baby." Mommy, menyeret aunty Chu mencari di kamar baby, namun tidak ada akhirnya mereka berjalan keruangan lantai bawah.


"Baby, pasti dengan Rose. Lihat disana ada obat penurun panas baby, bungkus bekas penurun panas dan gelas air minum. Artinya Rose semalam yang merawat baby." Aunty Chu.


"Astaga, kamu ini benar-benar ingin aku mati muda, ya. Ayo, cari baby, tidak ada gunanya berdebat. Unnie, rasa baby sedang berada di kamar tamu, baby tidak kembali ke kamar karena tidak ingin mengganggu kita yang sedang tidur." Aunty Chu, berjalan terlebih dahulu ke kamar tamu dan disusul mommy.


Sampai lah mereka didepan pintu salah satu kamar tamu. Ya, di mansion baby, ada 5 kamar tamu yang luas, kenapa


mereka langsung menjatuhkan pilihan di depan salah satu pintu kamar tamu di depan mereka. Jawabannya karena, kamar itu adalah salah satu kamar tamu yang selalu baby, gunakan ketika ingin beristirahat di kamar tamu.


Mereka akhirnya membuka pintu kamar dengan perlahan-lahan, takut membangunkan manusia yang ada didalamnya. Begitu pintu terbuka, betapa tersentuh nya pemandangan di depan mereka. Mereka, melihat baby, sedang tidur dipelukan aunty Osi.


Baik aunty Osi ataupun baby, belum ada yang terbangun dari alam bawah sadarnya. Mungkin aunty Osi, merasa kelelahan karena harus bangun pagi-pagi buta dan mengurus ponakan


tersayangnya. Sedangkan baby, mungkin masih terlelap karena terbangun pagi-pagi buta dengan badan yang sakit dan barulah merasakan badannya enakan setelah mendapatkan perawatan dari auntynya. Hingga ia merasa badannya normal

__ADS_1


dan melanjutkan jam tidurnya yang terganggu.


"Coba cek suhu tubuh baby, unnie akan bangunkan Rose, sepertinya dia ada pekerjaan hari ini." Aunty Chu.


"Iya, unn." Mommy, berjalan ke sisi baby, dan memeriksa suhu tubuh anaknya dan syukurlah sudah normal.


"Suhu tubuh baby, normal unn." Mommy.


"Syukurlah." Aunty Chu.


"Rose, bangun hari sudah pagi. Apa kamu tidak memiliki pekerjaan pagi ini Rose?" Aunty Chu, sambil membelai lengan aunty Osi.


"Pagi ini aku kosong unn, siang jam 1 aku ada pemotretan unn. Apa baby sudah bangun unn?" Aunty Osi.


"Belum, baby masih tidur di sampingmu. Bangun lah cuci mukamu bantu unnie membuat sarapan, sembari menunggu baby, bangun dan Jane, yang menemani baby." Aunty Chu.


"Iya, unn." Aunty Osi, beranjak dari tidurnya dan mendudukkan dirinya sambil melihat kearah mommy dan baby.


"Pagi unn, apa suhu tubuh baby sudah normal?" Aunty Osi.


"Pagi Rose, syukurlah suhu tubuh baby sudah normal. Terima kasih sudah merawat baby semalam Rose, pasti baby mengganggu jam tidurmu. Kenapa tidak membangunkan unnie saja Rose?" Mommy.


"Syukurlah. Apa yang unnie, ucapkan. Baby, adalah kebahagiaan terbesar dalam hidupku unn, ketika baby sakit


aku pun merasa sakitnya unn. Tidak masalah jam tidurku harus berkurang untuk merawat baby unn. Baby, sudah mencoba membangunkan kita unn, tapi karena yang merespon hanya diriku. Jadilah aku yang baby minta tolong untuk merawatnya,


baby minta di nyanyikan dan tidur di kamar tamu saja, agar tidak menggangu tidur mommy dan auntynya." Aunty Osi.


"Iya, sekali lagi unnie ucapkan terima kasih banyak Rose." Mommy.

__ADS_1


"Iya, unn, kalau begitu Rose dan Chu unnie kedapur untuk memasak sarapan, unn. Ayo, unn." Aunty Osi, sambil menarik tangan aunty Chu menuju dapur.


__ADS_2