
"Baby! tidak baik berbicara seperti itu pada aunty!" bentak mommy Jane.
"Mommy jahat, mommy jahat," tangis baby diperlakukan seperti itu oleh mommynya.
"Shut, sudah sayang, jangan menangis lagi, ya," bujuk aunty Airin berdiri menggendong baby membawa ke arah kolam berenang aunty Chu.
"Turunkan nada bicaramu Jane, baby masih kecil. Kamu bisa menegur baby dengan nada lembut, tidak perlu membentak," tegur aunty Chu menyusul aunty Airin dan baby.
"Hah, aku melakukan kesalahan lagi," lirih mommy Jane masih bisa di dengar dengan aunty's.
"Sudah-sudah tenangkan dirimu dan biarkan baby bersama unnie. Jane walaupun diriku belum merasakan memiliki anak, tapi aku akan memberikan saran. Cobalah untuk lebih mengontrol amarahmu di depan baby, bagaimanapun dewasanya baby, dia tetap anak-anak. Belum lagi traumanya membuat dia lebih sensitif dengan hal-hal yang mengandung unsur kekerasan. Jadi lebih bersabar lagi dalam menghadapi baby," nasihat aunty Nayla mengusap jemari mommy Jane untuk memberikan ketenangan.
"Iya unn, aku tidak terlalu banyak tahu tentang baby. But tindakan unnie pada baby tadi tidak sama sekali bisa dibenarkan, baby hanya anak-anak," sambung aunty Osi.
"Sudahlah unn, belajar dari kesalahan. Tolong jangan diulangi lagi," ucap aunty Joy.
"Iya, terima kasih. Aku tidak akan mengulanginya lagi," sesal mommy Jane.
Sementara di sisi rumah tepatnya di pinggir kolam berenang.
"Shut, sudah sayang. Mommy tidak bermaksud seperti itu. Mommy hanya tidak suka baby berbicara dengan nada tinggi pada orang yang lebih tua dari baby," bujuk aunty Airin menenangkan baby, mengusap punggung baby.
"Tapi, mommy berteriak juga aunty," ucap baby sudah sedikit menghentikan tangisnya.
"Iya sayang, mommy kelepasan sayang," ujar aunty Airin bingung harus menjawab apa lagi.
"Baby ingin ke Thailand saja aunty. Baby tidak ingin merepotkan mommy," ucap baby.
"Tidak, baby dengan siapa di sana memangnya Hm?" tanya aunty Airin.
"Paman Bam ada disana. Baby bersama paman Bam saja aunty. Ayo aunty antar baby ke Thailand," pinta baby sudah mulai sendu lagi.
"Baby, tidak ingin daddy marah karena membuat mommy sedih, karena baby meninggalkan mommy babykan. Beri mommy kesempatan sayang, baby masih memiliki mommy dan grandpa, tidak baik kalau baby harus di besarkan oleh paman baby. Beri mommy kesempatan, ya," bujuk aunty Chu yang baru datang.
"Daddy," lirih baby.
Baby baru ingat dengan pesan daddynya.
"Iya sayang, berikan mommy kesempatan. Mommy tidak bermaksud membentak baby," ucap aunty Airin mencium mengusap punggung baby. Sekitar 5 menit tak ada jawaban dari baby, aunty Chu dan aunty Airin memeriksa baby yang ternyata sudah tidur di pelukan aunty Airin.
"Tertidur unn?" tanya aunty Chu.
__ADS_1
"Iya, mari bawa masuk baby. Kasihan di sini," ajak aunty Airin melangkah bersama aunty Chu masuk ke dalam rumah dengan baby yang tidur.
"Anakku tidur unn?" tanya mommy Jane berdiri melihat anaknya.
"Iya, baby tertidur. Sepertinya kelelahan seharian ini dan lelah menangis juga," jawab aunty Airin.
"Tidurkan saja di kamarku unn," tawar aunty Chu.
"Tidak, unn kita pulang saja. Cukup untuk kegiatan baby hari ini, baby juga harus istirahat dan mandi," ucap mommy Jane mengajak aunty Airin untuk pulang.
"Iya, kita pulang," saut aunty Airin memberikan baby pada mommy Jane dan mereka pamit dengan aunty's untuk pulang.
***
Di dalam mobil mommy Jane memandang wajah Barbie anaknya yang sedang tertidur pulas.
"Hm, Jane. Tolong kendalikan emosimu pada baby. Kamu tahu baby ingin meminta unnie untuk mengantarnya ke Thailand, dia tidak ingin merepotkan mu dan ingin tinggal bersama paman bam nya saja. Untung Jichu berhasil mengalihkan perhatiannya," tutur aunty Airin membuka obrolan.
"Benarkah unn? Hah, iya unn aku akan lebih mengontrol emosi lagi unn," ucap mommy Jane menatap sendu wajah anaknya, baru saja ingin memperbaiki hubungan baik dengan anaknya. Tapi, dia sendiri yang mengacaukannya dengan kecerobohannya.
Benar-benar tidak terbayangkan kalau baby lebih memilih untuk tinggal bersama orang lain dan meninggalkan dirinya. Dia akan merasa hampa dan belum lagi hubungannya dengan appanya pastiakan memburuk lagi.
Maafkan mommy sayang, mommy akan lebih belajar lagi untuk memahami baby, batin mommy Jane dan setelahnya ikut tidur bersama baby.
***
Pagi datang menyambut, di kasur besar terdapat 2 manusia canti yang saling berpelukan di dalam tidurnya.
"Eugh," lenguh baby bangun terlebih dahulu setelah melihat mommy nya dan dirinya berpelukan baby memisahkan diri dan menjauh dari mommynya.
"Euhh, morning baby, " sapa mommy Jane dengan senyum manisnya.
"Morning too," balas baby dengan acuh.
"Baby masih marah sayang, mommy minta maaf, ya," tutur mommy Jane ingin memegang tangan baby. Tapi, baby lebih cepat menarik tangannya.
"Mommy tolong mandikan baby," pinta baby tidak menjawab permintaan maaf dari mommynya tadi.
Mommy Jane yang masih paham dengan mood anaknya, lebih memilih untuk membiarkan dulu anaknya.
"Iya sayang," ucap mommy Jane pergi bersama baby membersihkan diri mereka.
__ADS_1
Setelahnya mereka turun untuk sarapan.
"Oma, opa kemari makan bersama baby," ajak baby.
"Iya sayang," jawab pak Won dan bibi Han.
"Baby ingin apa sayang?" tanya mommy Jane.
"Oma, tolong susu cokelat dan nasi goreng sosis," pinta baby pada bibi Han, mengabaikan mommynya.
"Iya baby," kata bibi Han mengambilkan pesanan baby. Kemudian baby memimpin doa dan mereka makan dengan hening.
"Wah, sedang sarapan pagi nih," seru daddy Kim baru tiba di bandara hari ini, dia lebih mempercepat ke pulangannya.
"Grandpa," panggil baby setelah selesai sarapan turun dari kursi memeluk grandpanya.
"Hahah, kenapa sayang? Ah, grandpa sangat merindukan baby," daddy Kim mencium pipi baby.
"Baby merindukan grandpa. Grandpa lama sekali pulangnya," keluh baby mengelus pipi daddy Kim.
"Maaf sayang. Grandpa harus bekerja sayang. Baby sudah selesai sarapan," ucap daddy Kim.
"Sudah, grandpa ingin sarapan?" tawar baby dalam gendongan daddy Kim.
"Grandpa sudah sarapan tadi sayang," jawab daddy Kim berjalan ke arah mommy Jane mencium rambut anaknya.
"Hm, grandpa lelah?" tanya baby.
"Tidak sayang. Kenapa? Baby ingin sesuatu?" tanya daddy Kim.
"Grandpa temani baby ketaman," jawab baby.
"Baby ingin ketaman, bagaimana dengan mommy saja sayang?" tanya mommy Jane.
"Grandpa, grandpa mau kan menemani baby," pinta baby.
"Iya sayang, kita ketaman," saut daddy Kim merasa kalau baby sedang tidak ingin berbicara dengan mommynya.
"Terima kasih grandpa," kata baby. Mereka berdua pergi menaiki mobil ke arah taman.
Mommy Jane menatap sendu sikap baby pagi ini, ternyata perbuatannya kemarin masih membekas di benak baby. Hingga sikap anaknya acuh pada dirinya.
__ADS_1