BABY ALUNA

BABY ALUNA
Flashback Daddy dan Mommy (7)


__ADS_3

Tidak terasa pernikahan Laskar dan Jane sudah berusia  3 bulan, saat ini Jane sedeng mengandung buah cinta mereka yang berusia 2 minggu. Syukurlah pasangan suami istri ini diberikan Tuhan kepercayaan yang cepat untuk memiliki buah hati. Kabar gembira ini di sambut baik dengan Daddy Kim, Daddy, Mommy Darmawa, sahabat mereka.


Mereka tidak sabar untuk melihat wujud buah cinta Laskar dan Jane. Selama 3 bulan pernikahan mereka sama sekali tidak pernah ribut, walaupun usia mereka masih 17 dan 18 tahun. Tetapi, mereka menjalani hubungan pernikahan layaknya orang yang sudah lama menikah.


Mereka tidak pernah merasa cemburu satu sama lain, karena mereka saling menjaga hati pasangan mereka, walaupun tidak ada yang tahu kabar pernikahan mereka kecuali orang terdekat mereka. Pasangan ini selalu melakukan kegiatan bincang di pagi hari sebelum melakukan aktivitas lainnya dan selalu berbincang malam sebelum tidur, hal inilah yang membuat hubungan mereka menjadi romantis dan kuat akan cobaan.


Selama dinyatakan hamil, Laskar menjadi suami yang lebih lembut lagi dalam memperlakukan Jane dan calon anaknya. Seperti setipa bangun pagi, sebelum tidur atau bahkan setiap ada kesempatan Laskar akan mengajak berbincang calon anaknya, membacakan cerita untuk calon anaknya, padahal belum ada ruh dalam tubuh anaknya.


Hal itu tidak dapat dipungkiri oleh hari Jane, Jane merasa orang yang paling beruntung karena menikah muda dengan seseorang pangeran yang tampan rupa dan hati. Selalu memperioritaskan dirinya dan calon anak mereka, tidak pernah berkata kasar, apalgi bermain tangan. Dia benar-benar bersyukur pada Tuhan.


Bagaimana dengan kuliah mereka? Kuliah mereka berjalan seperti biasanya. Karena tubuh Jane yang langsing, ketika sedang mengandung itu seperti terlihat biasa saja. Calon buah hati mereka termasuk janin yang kuat, dia mengerti kondisi mommynya yang berstatus sebagai mahasiswa, jadi selama di dalam kandungan dia salam sekali tidak rewel.


Bahkan Jane tidak sama sekali mengalami fase mengidam, Jane hanya lebih lengket dengan daddy dari calon anaknya. Seperti setiap kali Laskar yang pulang ngampus harus ke perusahaan Daddy Jacob untuk mengurus pekerjaan, Jane selalu menemani dan Laskar sama sekali tidak keberatan, Justru dia merasa bahagia, karena tidak akan melewatkan waktunya bersama istri dan calon anaknya.


Ya, setelah menikah Laskar memutuskan untuk menjadi CEO di perusahaan pusat Darmawa Company, Daddy Jacob memindahkan pusat Darmawa Company ke Korea tempat anak dan menantunya tinggali. Selama menjalani


pernikahan kebutuhan hidup mereka, Laskar yang membiayai dengan hasil kerja kerasnya di kantor.


Laskar tidak ingin meminta uang bulanan pada Daddy Jacob dan berbicara pada Daddy Kim untuk tidak memberikan Jane uang bulanan lagi, karena dia sebagai suami dari Jennie suah seharusnya menafkahi istrinya, apa lagi sekarang dia menjadi calon daddy.


Laskar, semakin giat dalam mencari uang, membeli beberapa aset dan menginvestorkan uangnya di berbagai bidang untuk tabungan dirinya, istri dan calon anaknya. Hal ini mendapat respons positif dan dukungan dari Daddy Kim, daddy dan mommy Darmawa.


Selama menjalani pernikahan, banyak yang berubah dari sikap Jane. Dia lebih ceria, tidak ada lagi wajah datar, mulut pedas. Hal ini dia pelajari sendiri dari kepribadian yang ditampilkan suaminya pada kehidupan sehari-hari mereka. Dia berubah bukan paksaaan dari Laskar, tetapi karena dia luluh dengan kebaikan hati yang dimiliki suaminya.


Dia merasa malu dengan kepribadiannya yang sangat bertolak belakang dengan kepribadian suaminya. Dia juga mengurangi kebiasaannya yang berfoya-foya dengan membeli barang-barang mewah, itu semua keinginannya, bukan karena Laskar yang tidak memberikan ia uang untuk berfoya-foya.

__ADS_1


Dia ikut tertarik dengan pikiran suaminya untuk lebih banyak menginvestorkan uang di berbagai sektor untuk tabungan mereka. Dan akhirnya dia hanya berbelanja sesuai dengan kebutuhannya saja, seperti membeli baju untuk suami, dirinya dan perlengkapan calon anaknya nanti. Selebihnya ia serahkan pada suaminya untuk di jadikan tabungan mereka.


Laskar dan Jane sudah memiliki nama untuk calon anaknya, setelah mengecek jenis kelamin anak mereka, Kim Aluna Ruby.


Hari ini adalah hari yang ditunggu Jane dan Laskar, sejak sedari bangun tidur Jane merasa perutnya tidak nyaman, karena merasa ada yang tidak beres dengan keadaan nyonynya, Bibi Han, berinisiatif untuk membawa nyonyanya kerumah sakit terlebih dahulu, setelahnya baru memberi tahu pada tuannya. Ya, nyonya yang dimaksud disini adalah Jane dan Tuan adalah Laskar.


Daddy Kim, memberikan perintah pada Bibi Han untuk ikut mengurus kebutuhan Jane dan Laskar, setelah menikah dan tinggal di rumah mereka sendiri, Bibi Han ikut pindah juga. Saat ini Laskar sedang dalam penerbangan pulang ke Korea dari Jepang melakukan perjalanan bisnisnya.


Saat ini Jane sudah masuk ke dalam ruangan persalinan. Di sana dia di dampingi Rose. Kebetulan di perjalanan tadi Bibi Han menelpon, Daddy Kim, Daddy dan mommy Darmawa, Rose, Jichu, Joy, dan Nayla. Bibi Han, juga sudah mencoba menelpon Laskar, Tetapi HP Laskar masih mode pesawat. Karena Rose tidak ada urusan, jadilah Rose yang sampai duluan dan berakhir menemani Jane lahiran di dalam. Jichu yang baru sampai nyamperin Bibi Han yang sedang menelpon Laskar.


"Bi, bagaimana dengan keadaan Jane?" Jichu.


"Nyonya sedang dalam penanganan non, di dalam bersama nona Rose." Bibi Han.


"Tuan, belum menjawab panggilan saya non sedari tadi, sepertinya tuan masih di dalam pesawat non." Bibi Han.


"Daddy Kim, daddy dan mommy Darmawa sudah diberitahu bi?" Jichu.


"Sudah non, mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit non." Bibi Han.


Percakapan mereka terhenti dengan kedatangan Daddy Kim, daddy dan mommy Darmawa.


"Bagaimana keadaan Jane dan cucuku?" Daddy Kim.


"Jane dan baby sedang di tangani di dalam, Dad." Jichu.

__ADS_1


"Apa Laskar sudah bisa dihubungi?" Daddy Jacob.


"Belum Tuan, Tuan Laskar HPnya belum bisa di hubungi." Bibi Han.


"Siapa yang menemani Jane di dalam, Bi?" Mommy Darmawa.


"Jane di temani Rose, Mom." Jichu.


"Tuhan, lancar persalinan putriku, tolong selamatkan mommy dan baby." Mommy.


"Ammin!" Mereka yang mendengar.


Tidak lama dari obrolan mereka, mereka terganggu dengan suara langkah kaki yang berlalu terburu-buru menbawa bankar dengan seorang pasien yang sudah di penuhi dengan darah di setiap bagian wajahnya. Jichu, yang familiar dengan bentuk tubuh dan cicin yang melingkar di salah satu jari pasien itu pun, mencoba mengikuti sampai berhenti di depan ruang ICU.


Tidak lama dia melihat satu bankar dengan pasien yang sama dengan yang sebelumnya, berlumuran darah masuk ke ruangan ICU juga, kali ini rasa penasarannya menjadi rasa khawatir, karena dia mengenali kedua ciri-ciri dari pasien di ruangan ICU itu. Dia pun menanyai pada bagian data informasi pasien, setelah mendapatkan informasi, nyawanya terbang, lututnya kaku, lidah keluh.


Bagaimana tidak keluh, salah satu dari pasien itu adalah calon daddy dari ponakannya yang sama-sama sedang


berjuang dengan nyawa. Posisinya sama sekali tidak menguntungkan, dia merasa kasihan dengan keluarga kecil yang bahagia itu. Daddy, Mommy dan Baby sama-sama harus berjuang untuk menghembuskan nafas di dunia. Setelah mengetahui keberannya, dia memberi tahu Daddy Kim dan Daddy Jacob, sementara mommy Darmawa dan Bibi Han di tinggal di depan ruangan bersalin Jane dan baby.


Setelah mendengar pernyataan dari Jichu, Daddy Kim dan Daddy Jacob benar-benar syok, mereka hanya berdoa pada Tuhan untuk mempermudah semua situasi mereka saat ini. Setelah menunggu beberapa saat dokter keluar dari ruang ICU Laskar dengan wajah sendu.


"Bagaimana keadaan anak saya, Dok?" Daddy Jacob.


"Bagaimana mantu saya, Dok?" Daddy Kim. Jichu, menunggu jawaban dokter.

__ADS_1


__ADS_2