BABY ALUNA

BABY ALUNA
Baby Berlapang Dada


__ADS_3

Saat ini suasana di dalam ruangan CEO perusahaan Kim Company di penuhi dengan berbagai macam makanan dan minuman. Di dalam ruangan itu ramai dengan keberadaan aunty Chu dan aunty Osi, sedangkan Airin dan Sintia, masih tinggal di agensi Ji Entertaiment untuk mempelajari tugasnya sebagai Sekretaris aunty Chu. Aunty Chu dan aunty Osi, belum mengetahui keadaan baby. Karena Sekertaris mommy, hanya mengatakan baby, ingin bertemu karena rindu.


"Unn, Rose, sudah lama menunggu?" Mommy, baru keluar dari kamar yang di tempati baby, yang masih tidur.


"Tidak Jane, kami baru beberapa saat tiba di sini." Aunty Chu.


"Baby, mana unn?" Tanya aunty Osi.


"Baby, masih tidur Rose, baby kelelahan." Mommy, berbicara dengan nada sedihnya.


"Kenapa suaramu sedih. Apa ada gangguan di perusahaan? Cerita pada kami." Aunty Chu.


"Unn, Rose, aku, lalai menjaga mommy, untuk baby." Mommy.


"Maksud unnie? Baby, kenapa unn?" Aunty Osi, dengan rawut wajah khawatir.


"Maksudmu apa Jane?" Aunty Chu.


"Hah, (membuang nafas dengan kasar), Baby, mendapat 2 luka jahitan di keningnya." Mommy, menjawab dengan menahan tangis.


"Apa ... jangan bercanda, unn. Baby, tadi baik-baik saja, baru beberapa jam kita berpisah." Aunty Osi, dengan muka terkejutnya.


"What, jangan bercanda kamu, Jane. Ini tidak sama sekali lucu." Aunty Chu.


"Tidak unn, Rose, aku sama sekali tidak sedang membuat lelucon apa lagi itu menyangkut, baby." Mommy.


"Bagaimana bisa, apa yang kau lakukan hingga lalai menjaga baby, hah!" Aunty Chu, dengan menaikkan nada suaranya.


"Unn, tenangkan dirimu. Tidak baik menyikapi dengan emosi, biarkan Unnie Jane selesai bercerita. Unn, tolong ceritakan kenapa baby, bisa sampai mendapat luka jahitan lagi." Aunty Osi, duduk disebelah mommy memenangkan.


"Hah, (membuang nafas dengan kasar), ceritakan Jane." Aunty Chu.


"Singkat cerita baby, di dorong dengan pegawai baru ketika berada di kantin, kepalanya terkena sudut meja dan berakhir dengan mendapat 2 luka jahitan di kening, baby. Saat kejadian itu aku diruangan menyelesaikan berkas. Karena baby, memaksa untuk biar dirinya yang ingin membeli susu coklat ditemani saja dengan Chaca, dan Chaca, meninggalkan baby ke toilet sebentar." Mommy.


"Jane, Jane, lagi-lagi baby, harus mendapatkan jahitan lagi? Belum berusia genap 10 tahun sudah 2 kali mendapat luka jahitan. Kamu gila, bisakah dirimu lebih peka lagi hah! dengan kondisi baby. Jika, kamu tidak mampu menjaganya, ya sudah, berikan saja baby, pada diriku. Unnie, akan menjaganya." Aunty Chu, marah.


"Unn." Aunty Osi, menegur aunty Chu.


"Unn, aku memang lalai dalam menjaga baby, tapi bukan berarti unnie bisa semena-mena mengambil baby, dariku. Sekali pun unnie, lebih tua dariku, aku tidak akan segan-segan untuk membuat unnie, menderita karena sudah merebut baby, dariku. Aku memang lalai unn, tapi bukan berarti unnie, bebas mengatakan seolah-olah diriku ini tidak memperioritaskan, baby." Mommy, tidak terima dengan perkataan aunty Chu.


"Unn, sudah-sudah tidak baik bertenkar, kita ini sudah seperti saudara. Unnie, berhenti menyudutkan Jane Unnie. Sekarang kita temui baby, liat kondisi, baby." Aunty Osi.


***


Merekapun berjalan bersama-sama menuju kamar tempat dimana keberadaan baby. Sesaat mereka sampai terlihatlah sepasang mata indah yang sedang menoleh kearah mereka dengan senyum manisnya.


"Hai, sayang." Mommy, menuju ranjang dan mencium punggung tangan baby.


"Sudah mommy. Oh, kenapa aunty di sini. Apa aunty tidak bekerja? di mana aunty Airin dan Sintia unnie?" Tanya baby.

__ADS_1


"Aunty, merindukan baby, sayang. Aunty, ada beberapa obrolan juga dengan mommy. Jadi, aunty ke sini sekalian menemui kesayangan aunty." Aunty Osi.


"Aunty irene dan sulgi unnie baby masih dikantor sayang". Aunty chu


"Baby, apa masih terasa sakit luka baby?" Tanya mommy.


"Tidak mommy, baby anak yang kuat." Baby, dengan senyum manisnya.


"Iya, sayang." Mommy.


"Mommy, aunty, baby, lapar." Baby, dengan muka dibuat sedih.


"Oh, kesayangan aunty, lapar. Ayo, sayang aunty gendong, di ruangan mommy sudah banyak makanan, aunty tadi membeli makanan kesukaan, baby." Aunty Chu, menggendong baby dan aunty Osi, membawa infus baby, mommy, mengikuti dari belakang mereka menuju ruang CEO.


***


"By, ingin makan apa sayang?" Aunty Chu.


"Aunty, bisakah aunty, berikan baby, ke gendongan mommy. Baby, ingin di peluk danĀ  berbicara dengan, mommy." Baby, dengan nada lembut agar tidak menyinggung hati auntynya.


"Tentu sayang." Aunty Chu, memberikan baby, pada mommy baby.


"Terima kasih aunty. Mommy, jangan sedih baby tidak papa. Baby, yang tidak bisa menjaga diri, baby. Mommy, adalah mommy, terbaik di mata baby. Mommy, di mana aunty Cha, bisa tolong panggil aunty Cha?" Baby.


"Iya, sayang, mommy tidak sedih. Tentu, sayang aunty Cha, sedang menuju kesini." Mommy.


"Cha, baby mencari dirimu." Mommy.


"Ah, iya sayang." Aunty Cha.


"Aunty, sini duduk bersama baby, aunty dan mommy, kita makan. Aunty Chu, dan aunty Osi, membawa banyak makanan. Dan aunty jangan merasa bersalah dengan baby ya, aunty tidak salah, baby yang ceroboh dan membuat baby mendapat luka baru." Baby, diakhir kalimat sambil tertawa.


"Iya sayang. Maafkan, aunty sekali lagi, sayang." Aunty Cha.


"Aunty, sudah baby bilang, aunty tidak salah jangan katakan maaf oke. Ah, aunty nanti minta ganti uang yang


baby pinjam pada aunty dengan aunty Chu ya dan aunty di mana makanan yang baby beli tadi untuk mommy?" Baby.


"Astaga, baby jahat sekali pada aunty, giliran yang tidak enak dan yang jelek-jelek pasti aunty yang baby ingat, sungguh baby, tidak menyayangi aunty." Aunty Chu dengan nada dramatis.


"Iya by, aunty, ambilkan dulu." Aunty Cha.


"Baby, musuhan sekali dengan aunty Chu. Awas nanti aunty Chu, tidak akan mau bermain dengan baby, lagi. Uang tadi sudah mommy, bahas dengan aunty Cha, sayang. Ingin makan sekarang sayang?" Mommy, sudah mendudukan dirinya dan baby di atas sofa dengan baby duduk di pangkuannya. Sedangkan aunty Osi, sudah tidak memegang infus baby lagi, karena sudah di letakkan di tiang infus di dekat baby dan mommy. Aunty Chu, aunty Osi dan aunty Cha duduk di depan baby dan mommy.


"Tidak, baby tidak musuhan, mommy. Baby, sayang dengan aunty Chu, hanya saja caranya berbeda, karena aunty Chu suka menjahili baby, jadi baby sesekali membalas menjahili aunty Chu. Tapi aunty Chu adalah salah satu aunty kesayangan baby, mom." Baby.


"Aunty Osi, tolong pegang tangan aunty Chu, rasanya aunty Chu ingin terbang mendengar kata-kata manis dari baby." Aunty Chu.


"By, ini pesanan yang baby, beli tadi." Aunty Cha, memberikan pada baby dan di terima mommy. Karena baby, tidak sanggup memegang makanan dan minumannya tadi karena berat untuk menggunakan satu tangan saja.

__ADS_1


"Terima kasih aunty Cha. Mommy, ini tadi baby belikan mommy, minuman dan makanan kesukaan mommy, maaf ya mom, baby baru memberikan sekarang." Baby.


"Terima kasih cintanya mommy, perhatian sekali babynya mommy ini, (Sambil mencium rambut baby, yang duduk di pangkuannya). Baby, ingin makan sekarang sayang?" Mommy.


"Apa boleh kita makan sekarang momm, aunty? Baby, lapar sekali." Baby.


"Tentu sayang, baby ingin makan apa biar aunty suap?" Aunty Osi.


"Terima kasih aunty, tidak baby makan sendiri saja aunty, aunty dan mommy makan juga. Mommy, apa boleh baby makan paha ayam keju itu." Baby, sambil menunjuk arah kemasan kanton bergambar ayam. Mommy mengambilkan makanan yang di inginkan putrinya. Setelah itu, mereka makan bersama.


***


Saat ini tiga wanita dewasa dan satu anak perempuan yang sedang tidur di pelukan mommynya baru turun dari mobil. Ya, setelah selesai makan mereka pulang, namun sebelum itu mereka mampir kerumah sakit dulu untuk melepas infus baby. Kemudian mampir ke supermarket membeli susu coklat baby dan lanjut langsung ke mansion baby . Mommy, dan baby satu mobil dengan aunty.


"Unn, Rose, kalian duduk saja dulu. Aku menidurkan baby, dulu di kamar." Mommy, naik tangga sambil menggendong baby.


"Iya." Aunty baby.


"Unn, minta maaf pada Jane Unnie, Unnie tidak bisa menyalahkan Jane unnie sepenuhnya, perkataan unnie tadi aku akui benar-benar membuat hati Jane unnie sakit. Unniekan melihat sediri setiap proses yang di lalui Jane unnie. Mulai dari beradaptasi dengan kesedihan karena di tinggal daddy baby, harus mengurus baby, belum lagi waktu bekerja, unn. Dan unnie, dengan teganya mengatakan untuk mengambil baby, dimana hati nurani unnie, tega memisahkan baby dengan mommynya?" Aunty Osi, sambil menatap aunty Chu.


"Unnie, kelepasan Rose. Unnie, tidak bermaksud seperti itu. Unnie, hanya terkejut mendengar baby, mendapatkan luka jahitan lagi. Unnie, akan minta maaf pada Jane nanti." Aunty Chu.


"Aku juga minta maaf uun, karena berkata kasar pada unnie. Maafkan aku unn." Mommy, menuruni tangga, menghampiri aunty.


"Ah, Jane. Bukan salah mu, unnie yang salah, langsung menyudutkan dirimu tanpa tahu kondisi yang dihadapi dirimu." Aunty Chu.


"Kalau begitu sama-sama saling memaafkan saja, unn." Mommy.


"Iya. Apa baby sudah tidur?" Aunty Chu.


"Sudah, unn." Mommy.


"Unn, lantas bagaimana dengan karyawati unnie, yang melukai, baby?" Aunty Osi.


"Sudah di tangani Sekertaris unnie, Rose. Unnie, pecat dan blacklist dari semua perusahaan yang nantinya akan dia masuki lamaran kerja." Mommy.


"Kenapa tidak di penjarakan juga Jane?. Dia sudah membuat baby mendapat luka jahitan." Aunty Chu.


"Aku juga inginnya begitu unn, namun saat itu baby berada di pelukanku, unn. Unnie, tahu sendiri, baby tidak akan suka mommynya berbuat seperti itu pada orang lain, sekalipun orang yang telah menyakitinya dan yang aku pikirkan saat itu adalah kondisi baby, yang terpenting, unn. Baby, sampai menangis unn, pikiranku benar-benar kacau, jadinya Chaca, yang mengurusnya, unn." Mommy.


"Pasti sangat sakit uun, sampai-sampai baby menangis. Baby, tidak akan menangis selagi yang dia rasakan tidak benar-benar menyakitinya. Hah, cepat sembuh kesayangan, aunty." Aunty Osi.


"Ah, benar-benar punya nyali benar kariyawan itu. Ya benar, baby tidak akan menangis kalau yang dia rasakan masih bisa dia pendam." Aunty Chu.


"Iya, Rose, unn. Begitu aku mendengar baby, menangis akupun ikut menangis. Baby, anak yang kuat, dia pandai memendam rasa sakitnya selama itu masih bisa dia atasi sendiri, kalau sampai baby menangis artinya dia benar-benar merasa sakit." Mommy.


"Oleh sebab itu unnie dan Rose menginaplah malam ini, aku takut baby akan demam karena reaksi dari lukanya. Bibi Han, tadi pagi pamit untuk pulang kerumah melihat keadaan cucunya dan baru kembali besok siang. Unnie dan Rose ikut berjaga-jaga mana tahu baby demam dan aku membutuhkan bantuan". Mommy.


"Iya." Aunty.

__ADS_1


__ADS_2