BABY ALUNA

BABY ALUNA
Penyesalan Mommy


__ADS_3

Kalian dimana. Batin Jane yang sedang duduk di kursi kebesarannya di ruangan CEO.


Sudah 2 tahun lamanya, baby dan Laskar pergi meninggalkan Jane. Penyesalan terbesar menghinggapi dirinya, dia menyadari kalau dia mencintai Laskar dan teramat merindukan baby.


Dia menyesal karena tidak pernah menjadi seorang Ibu yang merawat dan mengasihi baby, dia malah ingin anaknya pergi. Dia menyesal karena menyia-nyiakan suaminya yang tulus mencintai dirinya.


Iya, Jane tidak jadi mengurus surat perceraian dengan Laskar, dia masih berstatus sebagai seorang istri. Dia mendapat balasan dari Tuhan, atas segala perbuatannya. Ketika dia mengunjungi kantor Hans dia mendengar obrolan kekasihnya dengan seseorang di dalam saluran telpon.


"Hahah, bersabarlah sayang. Setelah Jane aku dapatkan, sangat mudah untuk kita merebut harta kekayaannya dan setelahnya, kita akan menikah. Aku tidak Sudi menikah dengan dia yang sudah memiliki anak. Aku selama ini berpura-pura tidak tahu tentang kehidupannya, dan aku juga yang menyusun rencana menyuruh orang lain untuk menculik anaknya."


"Tapi sayangnya, anak sialan itu tidak mati, tapi tidak masalah, sekarang mereka sudah berpisah, suami dan anaknya juga sudah menghilang." Hans tertawa lepas, dia tidak menyadari kehadiran Jane yang mendengar semuanya dan merekam semua percakapannya.


Setelah dirasa cukup, dia pergi meninggalkan kantor Hans, dia butuh Jichu Unnie untuk menceritakan ke bodohannya selama ini. Dan berakhirlah dia di agensi Jichu Unnie masuk keruangan Jichu Unnie dengan air mata yang sudah tak tahan untuk terjun.


"Unn". Jane berjalan kearah Jichu Unnie dan memeluknya begitu saja dengan air mata yang sudah mengalir deras dan nafas tersengal-sengal.


"Jane, ada apa. Tenangkan dirimu dan cerita pada Unnie." Jichu Unnie mengelus punggung Jane dan mendudukkan mereka di sofa ruangan Jichu.


"Unn, aku bodoh Unn." Jane menatap Jichu melepaskan pelukan mereka.


"Katakan." Jichu.

__ADS_1


Jane menceritakan semua kebenaran yang selama ini dia tutupi.


"Dari awal Unnie merasa, tidak mungkin Laskar memiliki kepribadian yang buruk, dan sekarang terbukti dirimu lah yang seorang manipulatif handal. Tuhan sedang membalas dirimu. Sekarang kita temui Daddy." Jichu.


"Unn, maaf. Aku benar-benar buruk. Aku takut Unn, apa yang akan Daddy lakukan padaku Unn." Jane memegang tangan Jichu.


"Kita temui Daddy, buat si berengsek itu membayar semua ke licikannya dan kamu harus berkata yang sebenarnya pada Daddy." Jichu menarik tangan Jane dengan mengambil kunci mobil, HP dan dompet, mereka pergi keluar menuju mobil Jichu ke rumah Daddy Kim.


"Unn, aku merindukan mereka. Kami belum bercerai Unn. Aku belum mengurus surat perceraian kami, aku masih istrinya Unn. Aku sudah mencari mereka Unn, tapi mereka tidak bisa di lacak Unn." Jane di dalam mobil.


"Kamu ini terlalu jauh bertindak. Kita temui Daddymu, selesaikan urusan dengan si berengsek itu dulu. Setelahnya baru kita mencari mereka." Jichu.


"Hah, Iya Unn." Jane.


"Daddy." Jane memanggil Daddy Kim yang sedang duduk di ruang TV.


"Oh, hai sayang, Ji." Daddy Kim menyapa Jane dan Jichu.


"Daddy, ada yang ingin Jane katakan." Jane to the point.


"Katakan." Daddy Kim.

__ADS_1


Jane menceritakan semua kebenaran yang dia sembunyikan dan mendengarkan rekaman Hans dengan Daddy Kim dan Jichu Unnie.


PLAK ... Daddy Kim menampar pipi Jane.


"Kau keterlaluan, aku malu memiliki putri seorang manipulatif handal. Bagaimana bisa aku mengusir cucu dan menantuku sendiri dan menyimpan dendam begitu besar pada mereka. Sementara mereka tidak salah apa pun dan Kau membohongi Daddymu sendiri demi si berengsek mu itu. Kau memalukan!" Daddy Kim menunjuk Jane.


"Maaf Daddy, aku menyesal Dad. Aku sungguh bodoh Dad, melepaskan Langit dan baby. Maaf Dad. Bantu Jane mencari mereka Dad, Jane akan berubah Dad, Jane janji Dad." Jane bersimpuh di kedua kaki Daddu Kim.


"Uncle, selain menceritakan kebenaran dan meminta bantuan Uncle untuk mencari Langit dan baby, kami juga ingin Uncle membuat pelajaran pada si berengsek yang sudah membuat kekacawan dan membuat rencana penculikan baby. Hingga dia harus koma di rumah sakit. Aku sebagai Auntynya, memohon keadilan untuk baby, tolong Uncle balas perbuatan Hans." Jichu merasa bersalah dengan baby dan Laskar.


"Berdiri kau! berdiri kau Jane Kim! Kau, dengar aku baik-baik sampai cucuku dan menantuku kenapa-kenapa diluar sana, Kau bersiap-siap mendapat hukuman. Aku akan membalas perbuatan berengsek itu bukan karena Kau Jane Kim, tapi karena cucuku! cucuku!" Daddy Kim menunjuk Jane.


Daddy Kim menelpon orang kepercayaannya dan meminta memutuskan hubungan dan serta tarik semua Dana yang sudah di tanam di perusahaan Hans buat dia bangkrut dan masukkan dia kepenjara karena sudah hampir membuat nyawa cucunya di antara hidup dan mati.


"Uncle sudah membalas perbuatan berengsek itu Ji, kau tenanglah. Uncle akan mengerahkan seluruh bodyguard dan rekan kerja Uncle untuk mencari Laskar dan baby. Dan kau Jane, dengar aku. Jangan harap hubungan kita membaik sebelum cucuku dan menantuku balik kerumah ini, kau ingat itu!" Pergi meninggalkan ruang TV, masuk keruangan kerja.


"Unn." Jane menangis menghadap Jichu.


"Sudah, biarkan Daddymu tenang dulu. Setidaknya dia sudah membereskan si berengsek itu dan sudah membantu mencari Laskar dan baby. Tenangkan dirimu, biar waktu yang menjawab pertemuan kalian. Unnie akan mengatakan pada geng's dan mengajak mereka untuk mencari Laskar dan baby. Mereka harus tahu kebenarannya." Jichu memeluk Jane.


"Iya, Unn." Jane.

__ADS_1


__ADS_2