BABY ALUNA

BABY ALUNA
Boleh kah Daddy


__ADS_3

Saat ini mereka sedang berada di satu meja yang sama dengan Laskar di samping Mimi, Jane dan baby di depannya. Baby berada di pangkuan mommynya. Sedari tadi baby terus menempeli Jane. Baby benar-benar merindukan kasih sayang mommynya.


Mimi sudah mengatakan ke putusannya dan menyetujui permintaan Jane untuk tetap menjadi istri dari suaminya. Asalkan Laskar dan baby tidak meninggalkan Mimi. Mereka akur satu sama lain.


"Baby ingin makan apa sayang?" tanya Mimi, karena mereka baru akan menyantap makan siang mereka.


"Mimi, bolehkah baby di suap mommy?" balik tanya Baby dengan lembut, takut menyakiti hati Miminya.


"Tentu sayang, lakukan yang ingin baby lakukan. Mimi tidak papa, Mimi senang melihat baby dekat dengan mommy baby," ucap Diana dengan senyum manisnya, karena memang itu kebenarannya.


Tidak ada rasa cemburu, yang ada justru rasa kebahagiaan yang dia rasakan, karena melihat anaknya dekat dengan mommynya. Laskar yang mendengar perkataan Diana, langsung mengelus tangan Diana yang ada di atas meja. Laskar benar-benar merasa beruntung memiliki Diana sebagai istrinya.


"Terima kasih Mimi, baby mencintai Mimi dan little baby. Mommy, bisakah mommy menyuapi baby," pinta Baby dengan senyum manisnya.


"Apa pun untuk baby. Baby ingin makan apa sayang? Daging panggang atau seafood?" tanya Jane dengan antusias.


"Jangan berikan baby seafood aneJ, baby alergi seafood," tegur Laskar dengan senyum manisnya.


"Ah, maafkan aku. Mommy seperti apa diriku ini, yang tidak tahu sama sekali tentang anaknya," sesal Jane dengan sendu.


"Perlahan, setidaknya dirimu sudah berusaha untuk memperbaiki diri. Perlahan-lahan kamu akan tahu tentang baby," Diana dengan senyumnya.


"Iya," Jane membalas senyum manis Diana.


"Mommy tolong daging panggang saja," pinta baby dengan senyumnya.


"Tentu sayang," Jane mengambil daging panggang dan menyuapi baby.


Sementara Diana dan Laskar sedang menyantap makanan mereka. Laskar menyuapi Jane juga, dengan sesuap untuknya dan sesuap lagi untuk Jane.


Diana cemburu? tidak, dia justru tersenyum dengan keadaan yang sekarang.


Setelah selesai makan, keluarga yang terdiri dari satu kepala keluarga dan 2 orang ratu dengan 1 princess itu sedang berbincang ringan. Hingga baby meminta izin pada Daddy dan Miminya.


"Daddy, Mimi, bolehkah baby nanti ikut mommy dan aunty's ke Korea?" tanya Baby yang sedang duduk di pangkuan mommynya.


Setelah menenangkan dan meluluhkan hati baby, Jane mengatakan kalau aunty's baby tidak jahat, mereka ada orang baik. Jane mengatakan kalau aunty's ingin meminta maaf langsung pada baby dan Daddy baby.


"Apa baby benar-benar ingin ke Korea sayang?" tanya Laskar memastikan ke inginan anaknya.


"Iya Daddy, baby bersama mommy dan aunty's. Baby ingin bertemu Grandpa," jawab baby dengan yakin.


"Tanyakan pada Mimi," kata Laskar.


"Mimi mengizinkan baby ke Korea bersama mommy dan aunty's. Baby boleh pergi ke Korea. Tunggu Mimi dan Daddy yang akan menyusul baby ke Korea," tukas Diana dengan senyum manisnya.

__ADS_1


"Benarkah Mimi? Mimi dan Daddy akan menyusul baby dan mommy ke Korea?" tanya Baby dengan semangatnya.


"Iya sayang, Mimi tidak pernah berbohong bukan," Mimi.


"Terima kasih Mimi, Daddy," ungkap Baby.


"Sama-sama sayang," jawab Mimi.


"Baby happy?" tanya Laskar.


"Baby happy Daddy, baby sangat happy," seru Baby.


"Kenapa tidak berangkat bersama saja?" tanya Jane yang sedang membelai kepala baby.


"Ada beberapa pekerjaan yang harus di selesaikan terlebih dahulu mom. Mimi dan Daddy menyusul saja," tutur Diana.


Iya, mereka tidak memanggil nama, karena ada baby, takutnya baby akan ikut memanggil nama juga.


"Iya," Jane dengan senyum manis dan tidak lupa dengan menciumi jemari baby.


"Daddy, Mimi, mommy, apa makannya sudah? Baby mengantuk," ucap baby sudah membalikkan badan dan memeluk Jane.


"Iya, Kita pulang sekarang sayang. Kemari Daddy gendong kasian mommy," ujar Laskar.


"Mommy bisa Daddy," potong Jane.


"Mommy dan aunty's ikut kerumah baby saja. Kasihan baby sudah tidur dan juga sekalian beristirahat di rumah baby," saran Mimi.


"Apa tidak masalah?" tanya Jane sambil menggendong baby.


"Tolong terima niat baik Mimi," ujar Laskar menggandeng tangan Mimi membawa tas Jane dan Mimi.


Daddy dan Mimi berjalan di belakang Jane yang sedang menggendong baby, menuju pintu keluar VIP. Menghampiri aunty's untuk ikut kerumah baby.


***


Baby sedang tidur di pelukan Jane, baby satu mobil dengan aunty's. Mereka mengikuti mobil Daddy dan Mimi yang ada di depan.


"Baby tertidur Jane?" tanya Airin.


"Iya unn, baby kelelahan sehabis menangis," tukas Jane mencium bibir baby.


"Apa tak masalah dirimu dengan keadaan Laskar sekarang Jane?" tanya Nayla.


Ya, aunty's sudah mendengar cerita dari Jane mengenai status Daddy baby dan kehidupan baby. Mereka syok, tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Karena ini sudah menjadi takdir yang harus diterima sahabat mereka dan selama Jane tidak keberatan menjalaninya, mereka mendukung sahabatnya.

__ADS_1


"Aku bahagia Nay. Mimi baby adalah orang yang baik, Daddy baby dan Mimi baby adalah 2 malaikat berhati murni yang dipertemukan Tuhan. Mereka merangkulku, tidak menyalahkanku, mereka memberikan aku kesempatan. Untuk itu, jadi apa ada alasan lain bagi ku untuk merasa tersakiti dengan keadaan ini.  Padahal dirikulah yang menyakiti mereka," ungkap Jane masih dengan menciumi bibir baby.


"Kamu benar Jane. Laskar dan Diana adalah dua manusia berhati malaikat. Kami mendoakan setiap langkahmu dan belajar lah dari semua kejadian yang sudah berlalu Jane. Jangan ulangi ke salahanmu lagi. Berbahagia lah," tutur Jesya dengan tulus.


"Iya unn, terima kasih," Jane.


"Unn, apa baby manusia?" tanya Joy.


"Yakk, Joy. Pertanyaanmu tentu baby manusia, memangnya baby apa? Aneh-aneh saja," ketus Jane sambil mengelus dan menepuk-nepuk paha baby. Karena baby menggeliat di pelukannya mendengar pekikannya tadi.


"Pertanyaanmu, Joy," tegur Airin.


"Tidak unn, coba perhatikan wajah baby. Bukan seperti manusia, ini terlalu sempurna untuk standar manusia. Dia seperti Barbie, unn," puji Joy.


Mereka memperhatikan baby yang masih terlelap di dekapan mommynya.


"Aku setuju dengan Joy, baby seperti Barbie," timpal Nayla.


"Gen Laskar tidak perlu di ragukan lagi," kata Jesya.


"Iya, Daddynya saja tampan, jadi wajarlah kalau yang keluar Barbie. Kamu mengizinkan aku menjadi istri muda Daddy Laskar, Jane," goda Airin.


"Yah, baby juga anakku. Unnie perhatikan ucapanmu," ketus Jane.


"Baby memang anakmu. Tapi lihat dia versi mini Daddynya, tidak ada dirimu. Baby hanya numpang lahir saja," ledek Nayla.


"Kalian menyebalkan," ujar Jane.


"Eungh ... mommy," panggil Baby.


"Iya sayang, mommy disini," ucap Jane menciumi wajah baby.


"Mommy duduk," pinta Baby. Jane mendudukkan babydi pangkuannya.


"Hallo baby," sapa Jesya.


"Hallo aunty," sapa Baby balik dengan senyum manisnya.


"Sayang, maafkan aunty karena sudah berbuat tidak baik pada baby dan Daddy," seru Jesya dengan mata berkaca-kaca.


"Baby sudah memaafkan aunty's. Kata Daddy tidak boleh menyimpan amarah dan dendam. Daddy juga selalu memaafkan kesalahan orang lain, jadi baby memaafkan aunty's," tutur Baby.


"Terima kasih sayang," ucap Joy tulus.


"Iya aunty," Baby.

__ADS_1


__ADS_2