BABY ALUNA

BABY ALUNA
Baby di Jahit


__ADS_3

"Mom, Mommy Bi. Baby, ingin mommy." Baby, menangis. Belum selesai di jawab oleh bibi sudah di potong


dengan Sekertaris mommy baby.


"By ... Baby, kenapa menagis, sayang," Aunty Cha, berhadapan dengan baby. Sementara wanita judes tadi langsung terkejut melihat Sekertaris dari CEO perusahaan, yang mengenal bocah yang ia dorong tadi.


"Aun ... ty ... Mommy ... baby, ingin, mommy." Sambil menangis baby, memeluk aunty Chanya dan menunjuk wanita judes. Mengerti maksud dari baby, aunty Cha menggendong baby, dan berbicara dengan bibi dan wanita judes itu.


"Bi, tolong bawakan barang yang ada di meja itu, ke ruangan CEO." Aunty Cha.


"Dan, kau, ikut saya, keruangan CEO, sekarang!" Bentak aunty Cha.


"Iya, Miss Cha." Bibi.


"By, maafkan auty, sayang. Sudah lalai menjaga baby, sayang, maafkan, aunty." Saat ini mereka sedang di dalam lift di temani suara tangis baby, yang terus memanggil mommynya. Aunty Cha, terus menggumamkan kata maaf dan sambil mengusap punggung baby. Tiba lah mereka, di depan ruangan CEO.


TOK ... TOK ... TOK ...


"Masuk." Teriak wanita, dari dalam ruangan yang saat ini masih menanda tangani berkas-berkas yang ada di hadapannya.


"Mom ... mommy." Baby, sambil merentangkan tangan minta di peluk mommynya


"Astaga, sayang, kenapa menangis? Kenapa, kening baby bisa berdarah?" Tanya mommy, langsung berdiri dan membawa anaknya kedekapannya


"Cha apa yang terjadi?" Tanya mommy, menatap Sekertarisnya dan belum menyadari wanita judes yang ada di ruangannya saat itu juga.


"Maaf Miss, ini bibi letakkan di meja paperbag tadi. Bibi, tinggal dulu, Miss. Nona muda cepat sembuh." Bibi pergi meninggalkan ruangan CEO.


"Aku juga tidak tahu Jane, ketika aku tinggal baby ke toilet tiba-tiba aku kembali baby sudah menangis dan memegang keningnya yang berdarah. Aku melihat wanita ini di tempat yang sama dengan baby, sepertinya dia yang menyebabkan baby menangis." Cha, sambil menatap tajam wanita judes. Yang di tatap menundukkan kepala


"Cha, tolong panggil dokter." Mommy, sambil mengusap dan mencium kepala baby, yang masih menangis pilu. Walaupun, tidak menangis kecang seperti tadi. Dijawab anggukan oleh Chaca.


"Dan kau, tunggu di luar, jangan coba-coba kabur!" Sarkas mommy, dengan nada mengintimidasi.


Selang berapa lama akhirnya, dokter datang dan menangani baby. Setelah, selesai dokter pamit pulang. Menyisakan baby, yang saat ini sedang tidur di kamar ruangan CEO mommynya. Baby, kelelahan habis menangis di tambah lagi dia menangis histeris lagi saat di suntik obat penenang ketika dokter menjahit keningnya. Iya, baby


mendapat 2 jahitan, memang tidak lebar lukanya, namun luka yang diterima baby, dalam.

__ADS_1


"Mommy, keluar dulu, sayang. Baby, beristirahat. Cepat sembuh, sayang. Maafkan mommy lagi-lagi lalai


menjaga baby." Mommy, sambil mencium punggung tangan baby dan pergimeninggalkan kamar yang ada di ruangannya. Menemui Cha yang menunggunya duduk di sofa.


"Cha, tolong panggil wanita tadi." Mommy.


"Iya, Jane." Cha, pergi keluar ruangan untuk memanggil wanita judes tadi.


"Kau, masuk, sudah di tunggu CEO." Cha, memanggil wanita judes


"Iya." Wanita judes dengan gugup.


"Ceritakan kenapa baby, bisa sampai menagis dan mendapatkan luka di keningnya." Cha.


"Iya, Miss. Anak tadi sedang duduk dia, bilang sedang menunggu auntynya. Saya, datang dan mengusirnya,


karena tidak ada anak kecil yang masuk ke dalam perusahaan ini. Dia, tidak mau malah mejawab dengan senyumnya, karena mendapat respon penolakan darinya saya, mendorongnya dan membuat dia terjatuh, kepalanya terkena ujung meja setelahnya dia, menangis Miss." Wanita judes menjelaskan dengan kepala tertunduk.


"Astaga, kau, ini baru di terima di sini tapi sudah mencari mati." Cha, sambil memijat keningnya.


"Kau, tahu anak yang kau, dorong, hingga mendapatkan 2 jahitan di keningnya adalah anak dari pemilik tempat mu


"Mm ... aa ... ffkan, saya Miss. Saya, tidak tahu kalau dia adalah anak dari pemiliki perusahaan ini dan saya, tidak


akan mengulanginya lagi, Miss." Wanita judes dengan nada memohon.


"Oh, kalau dia bukan anakku, berarti kau akan tetap melakukan itu hah! Tidak pantas orang sepertimu bekerja di perusahaanku, sekalipun kau berkontribusi di perusahaanku, ketika menyangkut anakku, kau sama sekali tidak ada harganya di hadapanku. Pergi, dari sini dan jangan harap kau akan di terima di perusahaan manapun ketika kau melamar kerja nanti." Mommy, yang sedari tadi diam, akhirnya meluapkan amarahnya pada wanita judes di depannya.


"Tolong, jangan, Miss. Aku, minta maaf, Miss. Tolong, jangan miss, apa yang akan aku katakan kepada kedua orang tuaku Miss, mereka menaruh harapan besar padaku Miss, mereka bangga ketika aku diterima kerja disini Miss. Tolong, jangan pecat saya, Miss." Wanita judes sambil bersujud memegang kaki mommy.


"Masih untung kau, tidak aku, penjarakan, kau, ini benar-benar ..." Ucapan mommy,terhenti karena mendengar suara putrinya, yang memanggil dirinya dari remot monitor dari kamar ruangan CEO.


"Cha, usir wanita ini jangan biarkan dia masuk, bahkan berada di lingkungan sekitar perusahaan dan tolong blacklist namanya dari perusahaan manapun." Mommy, pergi menuju tempat anaknya berada.


"Kau, ikut aku pergi dari sini, jangan coba-coba membuat masalah lain dengan Miss Kim, bahkan dengan anaknya


lagi kalau kau masih ingin menghirup udara." Cha.

__ADS_1


"Tolong, jangan Miss, tolong, jangan pecat saya, Miss. Saya, tidak akan membuat masalah lagi Miss, dengan CEO


dan anaknya, Miss." Wanita judes.


"Pak, tolong keruangan CEO sekarang, usir dan jangan sampai wanita yang ada di ruangan CEO berada di sekitar


perusahaan." Cha, mebuat panggilan dengan petugas penjaga keamanan yang berada di luar ruangan CEO. Karena ruangan CEO di jaga dengan 2 petugas penjaga keamanan.


Setelahnya Cha, ikut menyusul menemui Jane dan baby. Setelah dia sampai dia melihat pemandangan yang menyejukkan hati dimana dia melihat sahabatnya sedang menyanyikan lagu untuk menidurkan baby, yang tertidur sambil menggenggam tangan mommynya. Baby, belum bisa memeluk mommynya, karena luka keningnya yang masih terasa berdenyut.


"Jane, aku minta maaf karena lalai menjaga, baby, hingga membuat baby, mendapatkan luka di keningnya." Cha, duduk berseberangan dengan mommy baby.


"Tidak apa Cha, aku yang lalai menjaga baby. Coba saja aku tidak menuruti keinginan baby dan ikut menemani baby,  membeli susu coklat, pasti tidak akan seperti ini Cha." Mommy, sambil mengelus tangan putrinya.


"Betapa beruntungnya baby,  dilahirkan dari rahim seorang mommy yang melakukan apapun untuk dirinya. Kalian


berdua benar-benar diciptakan tuhan dengan saling melengkapi satu sama lain. Kamu harus tahu Jane. Baby, tadi bertanya minuman dan makanan apa yang bisa meningkatkan semangat mommynya untuk bekerja, dia minta padaku untuk menemaninya membelikanmu minuman dan makanan itu, kami pergi ke cafe terlebih dahulu, sambil menunggu baby, meminjam uangku untuk membeli dagangan penjual stroberi, yang mana penjualnya adalah seorang nenek dan cucunya." Jeda Chaca.


"Baby, memberikan mereka uang 500 ribu dan mengambil 1 kotak buah stroberi, dan kamu, tahu untuk tidak menyakiti hati nenek dan cucu penjual stroberi. Baby, bilang mommy suka stroberi, jadi dia membeli dan sengaja memberikan semua uangnya dan cara itu berhasil, membuat nenek penjual itu menerimanya tanpa merasa dikasihani oleh baby, nenek itu berterimakasih pada baby. Dan sepanjang jalanan menuju kantin dia benar-benar tersenyum, seolah-olah membayangkan respon mommynya ketika mendapatkan minuman dan makanan kesukaan dirimu. Namun, senyumnya terganti dengan luka dan tangis. Sekali lagi aku minta maaf, Jane". Sambung Cha, sambil memandang dalam wajah baby.


"Tuhan, kebaikan apa yang aku lakukan hingga kau menitipkan malaikat yang berhati tulus padaku. Terima kasih Tuhan. Cha, rasanya aku tidak pantas menjadi mommy, dari malaikat kecil yang terlalu baik ini. Aku terus saja menyakitinya, tidak bisa menjaganya. Tapi, aku tidak mau kehilangannya. Mommy, menyayangimu, sayang." Mommy, meneteskan air mata mendengar cerita sahabatnya tadi, benar-benar kasih sayang yang besar ia terima dari anaknya.


"Mommy, mencintaimu, sayang." Mommy, mencium bibir baby, yang masih terlelap dalam tidurnya.


"Cha, bisa tolong telponkan aunty baby, untuk datang setelah jam makan siang ke kantor. Bilang saja baby merindukan mereka." Mommy, masih memandang baby.


"Iya, Jane." Cha, hendak pergi namun terhenti, karena mendengar ucapan mommy.


"Ah, Cha, uangmu yang di pinjam baby, tadi nanti akan aku transfer." Mommy.


"Tidak perlu Jane, lagian baby, meminjamnya bukan jumlah nominal yang basar dan baby meminjamnya untuk berbuat kebaikan, jadi tidak perlu di kembalikan." Cha.


"Terima kasih, Cha." Mommy.


"Kalau begitu aku pamit dulu Jane, kembali keruangan dan menelpon, aunty baby. Cepat sembuh sayangnya aunty." Cha, pergi meninggalkan kamar. Dijawab anggukan dari mommy.


Tinggallah mommy dan baby, di atas kasur.

__ADS_1


"Maafkan mommy, ya sayang, lagi-lagi mommy, lalai menjaga, baby. Cepat sembuh sayang, mommy, baby." Mommy, sambil menatap putrinya.


__ADS_2