BABY ALUNA

BABY ALUNA
Baby ICU


__ADS_3

Saat ini suasana di depan ruang ICU dipenuhi dengan suara tangis. Mommy Jane terduduk di lantai dengan memperhatikan kedua tangannya yang penuh dengan darah baby. Aunty's membiarkan hal itu karena sudah berapa kali membujuk mommy Jane untuk mengganti baju dan merapikan diri. Tapi, di tolak mentah-mentah oleh mommy Jane. Aunty Osi menangis di bahu aunty Chu, aunty Joy bersandar di bahu aunty Nayla dan aunty Airin masih dengan perasaannya terkejutnya, bagaimana tidak terkejut setelah melihat kondisi baby.


Flashback ...


"Baby," pekik mommy Jane di dalam mobil.


Mommy Jane menjatuhkan handphonenya. Membuat aunty's terkejut, aunty Osi mengambil handphone mommy Jane dan betapa terkejutnya dia, melihat isi dari pesan dan video yang ada di dalam handphone mommy Jane.


"Kenapa? Rose?" tanya aunty Airin.


Drrt ... drrt ... drrt ... Panggilan masuk dari handphone mommy Jane.


Aunty Osi yang masih syok, tak mengangkat panggilan telepon di handphone mommy Jane. Aunty Airin yang melihat itu, akhirnya mengangkat panggilan telepon.


"Miss, kami sudah menemukan young princess, Miss," ujar Stiff di seberang telepon.


"Kirim alamat sekarang," ucap aunty Airin.


Jln. *****, Bangunan Tua *****


"Jichu putar balik ke Jln *****, Bangunan Tua *****," pinta aunty Airin pada aunty Chu.


Sementara aunty Nayla dan aunty Joy menenangkan mommy Jane dan aunty Osi.


"Cepat unn, cepat," lirih mommy Jane sudah menangis di pelukan aunty Nayla.


20 menit mereka sampai di lokasi yang dikirim Stiff. Mommy Jane turun dari mobil berlari masuk bangunan tua dan melihat Stiff yang sedang memangku baby dengan menutup luka tusukan di tubuh baby.


"Baby," panggil mommy Jane berlari melihat kondisi putrinya dan memangku baby.


"Sayang tolong bangun sayang, jangan tinggalkan mommy," lirih mommy Jane memeluk baby. Baju mommy Jane sudah penuh dengan darah baby.


"Jane, ayo kita bawa baby kerumah sakit," ajak aunty Airin membantu menyadarkan mommy Jane.


"Bawa orang yang melakukan ini pada baby secepatnya!" murka mommy Jane pada Stiff dan menggendong baby masuk ke dalam mobil, aunty's ikut masuk ke mobil.


"Sayang tolong bangun sayang, jangan tinggalkan mommy sayang, cukup daddy saja, baby tidak perlu sayang," lirih mommy Jane mencium wajah dan bibir baby.


Aunty Airin menutup luka tusuk baby. Aunty's sudah menangis dalam diam. Mereka syok dengan keadaan baby. Aunty Chu sudah gemetar sembari membawa mobil dengan kecepatan tinggi.


Tuhan tolong jangan pisahkan Jane dengan baby, batin aunty Airin.


Kuat sayang, baby kuat. Tolong baby Tuhan, batin aunty Osi.


Bangun sayang, bangun, batin aunty Nayla.


Baby kuat sayang, batin aunty Joy.

__ADS_1


Tuhan selamat baby, dia tidak bersalah, batin aunty Chu.


Mommy Jane, aunty's tiba di rumah sakit dengan baby di pelukan mommy Jane.


"Tolong anak saya, sekarang cepat!" pekik mommy Jane.


"Iya Miss, tolong baringkan nona muda di bankar, biar kami menangani," ujar Suster.


"Tolong selamatkan putriku. Putriku harus hidup," lirih mommy Jane meletakkan baby di bankar dan membantu mendorong bankar rumah sakit.


"Iya Miss," saut Suster membawa masuk baby ke ruangan ICU, dan dilanjutkan dengan Dokter yang masuk tergesa-gesa.


Mommy Jane dan aunty's menunggu baby di depan ruangan ICU.


"Siapa yang berani melakukan perbuatan keji seperti ini pada baby!" marah aunty Airin.


"Manusia biadab, harus mati, harus mati, mati, mati!" pecah sudah tangis aunty Osi.


Orang yang paling sabar diantara unnie-unnienya dia yang paling taat dengan Tuhan. Namun, setelah melihat kondisi baby, emosinya benar-benar meningkat berkali-kali lipat.


"Penjara terlalu suci untuknya, neraka adalah alternatif satu-satunya untuk dirinya," ujar aunty Nayla dengan emosinya.


"Sudah, sekarang kita doakan baby dulu, ya. Semoga baby tidak kenapa-kenapa," kata aunty Chu.


"Iya unn," saut aunty Joy yang sedari tadi memperhatikan mommy Jane.


"Dia harus mati, baby akan hidup!" tegas mommy Jane akhirnya angkat suara dengan suara dalamnya. Membuat aunty's yang mendengarnya tertegu dan terdiam. Mereka takut kalau mommy Jane sudah dalam mode beringasnya.


Drrt ... drrt ... drrt ... Panggilan masuk.


"Miss, kami sudah menemukan dalang di balik penculikan young princess. Tuan Kevin dalang dari penculikan


young princess," ujar Stiif.


"Bawa keruang bawa tanah, jangan beri dia makan dan minum, biarkan daddy yang mengeksekusinya!" tegas mommy Jane langsung mematikan telepon.


"Kau tarik semua dana Kim Company di perusahaan orang tua Kelvin, buat mereka bangkrut!" perintah mommy Jane langsung mematikan sambungan telepon selulernya dengan Somi sekertarisnya.


"Kau salah memilih lawan bodoh. Nikmati kematianmu!" mommy Jane bergumam masih dapat di dengar oleh aunty's. Aunty's hanya diam karena mereka benar-benar tidak berani dengan mode beringas mommy Jane.


***


Sementara di dalam ruangan baby, Dokter sudah benar-benar kewalahan menghadapi kondisi baby yang sangat memprihatinkan. Baby banyak mengeluarkan darah, dan butuh donor darah.


Klik ... Pintu ruang ICU baby terbuka dan keluarlah Suster.


"Bagaimana keadaan anak saya, Sus?" tanya mommy Jane langsung berdiri menghampiri Suster.

__ADS_1


"Maaf Miss. Putri Miss membutuhkan donor darah secepatnya," ujar Suster.


"Lakukan, ambil darah saya," perintah mommy Jane tanpa basa-basi.


Suster dan mommy Jane ikut masuk keruangan donor darah. Aunty Airin menemani mommy Jane dan aunty's lain menunggu di depan ruang ICU baby.


"Sudah Miss. Miss harus beristirahat sementara waktu dan mengkonsumsi makanan yang sehat untuk pemulihan pasca donor darah," tutur Suster.


"Ya," saut mommy Jane.


Suster pergi keruangan baby. Mommy Jane yang ingin turun dari bankar rumah sakit ingin kembali ke ruang tunggu baby dihentikan aunty Airin.


"Kamu dengar tadi. Kamu harus istirahat," kata aunty Airin mengingatkan mommy Jane.


"Bagaimana aku bisa istirahat unn, sementara putriku di ambang kematian!" pekik mommy Jane dengan emosi.


"Unnie, tidak merasakan bagaimana rasanya menjadi aku. Putriku sedang berjuang hidup saat ini unn. Minggir unn!" marah mommy Jane.


"Ya, baiklah. Kita keruangan baby, unnie bantu memapahmu," tawar aunty Airin membantu memapah mommy Jane, menuju ruang ICU baby.


Sesampainya di depan ruang ICU baby, mommy Jane mendudukkan dirinya di lantai. Dia benar-benar berdoa dalam hati untuk baby. Dia takut kehilangan baby. Dia baru bertemu dengan anaknya dan dia takut Tuhan memisahkan mereka dengan membawa baby bersama daddynya.


Maaf, kali ini aku harus egois lagi. Tolong jangan bawa baby, biarkan baby bersamaku, batin mommy Jane pada daddy baby.


1 jam, 2 jam, 3 jam dan 4 jam, akhirnya Dokter keluar ruangan ICU baby.


Klik ...


"Bagaimana keadaan putriku?" tanya mommy Jane to the point pada Dokter.


"Kami sudah berusaha Miss. Putri Miss hampir henti jantung dan syukurlah Tuhan masih memberikan ia kesempatan untuk hidup. Saat ini putri Miss sedang koma, karena luka tusuk yang mengakibatkan ia harus kehilangan banyak darah dan mendapat 16 jahitan. Luka-luka ditubuhnya sudah kami tangani, yang perlu kita khawatirkan bersama adalah trauma putri Miss yang akan bertambah parah dari yang sebelumnya," tutur Dokter menjelaskan keadaan baby.


"Lalu apa yang harus kami lakukan, Dok?" tanya aunty Airin. Karena mommy Jane syok dengan penuturan Dokter barusan tentang baby.


"Kita akan pindahkan nona muda keruang rawat terlebih dahulu. Kita tunggu nona muda sadar dari komanya dan kita akan melakukan pemeriksaan lebih mendalam lagi mengenai kondisi nona muda," jelas Dokter.


Iya siapa yang tidak tahu dengan tuan Kim dan mommy Jane. Mereka kenal dengan tuan Kim dan mommy Jane, apalagi pewaris tunggal kekayaan Kim Company, siapa lagi kalau bukan baby.


"Iya Dokter," jawab aunty Airin.


Setelahnya Suster mendorong bankar baby, keruangan VIP khusus untuk baby. Setelah beberapa peringatan yang diberikan Suster pada mommy Jane dan aunty's. Suster meninggalkan ruangan baby, mommy Jane duduk di samping baby menggenggam tangan baby dan mencium kening anaknya. Aunty's duduk di sofa ruang baby.


"Bangun sayang, jangan tinggalkan mommy. Mommy mencintai baby. Mommy hanya memiliki baby dihidup mommy sayang. Tolong bangun, cintanya mommy," ujar mommy Jane dengan sendu.


"Baby tidak akan meninggalkan kita unn. Baby kuat," ucap aunty Osi.


"Iya baby pasti kuat," tambah aunty Nayla.

__ADS_1


__ADS_2