
Mommy Jane, tanpa menunggu waktu lama, langsung masuk menemui baby yang terbaring lemah di atas kasur rumah sakit dengan bunyi-bunyi alat.
"Sayang, maafkan Mommy, maaf karena keegoisan Mommy. Mommy akan menebus semua kesalahan Mommy sayang. Tolong bangun sayang!" Mommy Jane, mengelus punggung tangan baby.
"Mommy, baru menyadari arti baby dan Daddy di hidup Mommy. Tolong bangun sayang. Baby rindu Daddykan, Daddy ada disini sayang, Daddy menemui baby. Baby rindu Daddykan, Daddy ada di sini by, jadi tolong bangun sayang!" Mommy Jane, menangis pilu di samping baby setelah dirasa tenang.
Mommy Jane, meninggalkan ruangan baby dan menatap seseorang yang dia sakiti terlalu dalam, memberi isyarat pada orang itu untuk waktunya dia masuk bertemu baby.
Orang itu masuk dan duduk sambil memegang tangan baby, dia menciumi tangan baby.
"Hai sayang, maafkan Daddy. Karena baru sekarang bisa menemui baby. Maaf karena Daddy egois tidak memikirkan perasaan baby. Sayang bangun yuk, baby sudah terlalu lama tidur sayang. Daddy mencintai baby." Daddy baby.
"Eunh, Dad, Daddy." Baby, membuka mata perlahan-lahan.
"Iya sayang, Daddy disini sayang. Sebentar, baby jangan banyak bergerak Daddy panggil Dokter dulu sayang." Daddy Laskar, menekan tombol di dekat kasur baby.
"Sabar ya sayang, Dokter sedang ke sini." Daddy Laskar, mencium tangan baby.
Dokter masuk bersama Mommy Jane, memeriksa keadaan baby. Setelah selesai dan memberikan arahan, Dokter keluar dan tinggallah keluarga kecil itu.
"Baby, butuh sesuatu sayang?" Mommy Jane.
"Daddy." Baby, mempererat genggaman tangannya pada Daddy Laskar.
"Iya, sayang. Baby butuh sesuatu?" Daddy Laskar.
"Daddy, haus." Baby.
__ADS_1
"Iya, sayang." Daddy, memberikan baby minum.
"Daddy." Baby.
"Iya sayang, baby butuh sesuatu lagi?" Daddy Laskar, dengan lembut bertanya.
"Baby ikut Daddy, ayo bawa baby pergi bersama Daddy." Baby, menangis tatapan memohon pada Daddy Laskar.
"Baby, sembuh dulu sayang. Nanti baru kita bicarakan ya sayang." Daddy Laskar.
"By, kenapa berbicara seperti itu? Mommy tahu Mommy salah, apa baby tidak ingin memaafkan Mommy? Baby benar-benar ingin meninggalkan Mommy?" Mommy Jane, dengan mata sendu, menatap sang anak yang sama sekali tidak menggubrisnya.
"Daddy, tolong bawa baby pergi bersama Daddy. Baby tidak ingin jauh dari Daddy, tolong Daddy. Baby tidak butuh uang, baby butuh Daddy. Tidak papa baby tinggal di rumah kecil, asal Daddy ada di dalamnya. Daddy tolong!" Baby, sudah menangis.
"Iya sayang, baby bersama Daddy." Memeluk baby, menenangkan baby, hingga tidur kembali.
"Laskar, bisa kita bicara?" Mommy Jane.
Mereka berdua berjalan ke taman di lantai ruangan baby. Mereka sedang duduk di temani pemandangan bangunan menjulang tinggi dan aktivitas lalu lalang di bawah mereka.
"Jane, bisa berbicara." Daddy Laskar.
"Aku minta maaf untuk semua kesalahanku. Aku minta maaf karena menyakiti fisik dan hatimu. Aku yang sering melemparkan apa pun yang ada di dekatku ke tubuhmu, hingga membuat dirimu mendapatkan luka. Aku yang menyakiti hatimu dengan merendahkan dirimu atau pun dengan perselingkuhanku. Aku minta maaf Laskar, aku menyesal!" Mommy Jane, dengan air mata tak terasa menetes.
"Aku sudah memaafkan semua kesalahanmu Jane." Daddy Laskar dengan senyum.
"Laskar, apa aku terlambat kembali padamu?" Jane.
__ADS_1
"Tidak, tidak ada kata terlambat. Aku menerima semua ke kerasan fisik bahkan luka yang kamu beri. Aku menerima semua kata-katamu dan teman-temanmu yang merendahkanku, apa yang kalian ucapkan adalah kebenaran. Aku hanya orang yang diminta Daddy Kim untuk menikahi putrinya dan kita menikah dengan surat perjanjian. Namun, tidak sengaja Tuhan memberikan baby. Aku bukan apa-apa di bandingkan dirimu dan teman-temanmu yang memiliki jabatan dan dihormati orang lain. Sementara aku hanya pekerja biasa. Hanya saja Jane, terlalu menyakitkan melihat dengan mata kepala sendiri, orang yang kita cintai berselingkuh di depan mata sendiri bahkan di lihat oleh baby juga." Daddy mengeluarkan isi hatinya.
"Nyawaku serasa terbang Jane dari ragaku, karena melihat istriku berselingkuh di depan mataku, aku kira itu ke hancuran terbesarku. Tapi aku salah Jane, ke hancuran terbesarku adalah ketika baby menatap mataku mengelus kedua pipiku, berkata "it's oke Daddy, Daddy berhak mendapatkan yang terbaik." Dari situ aku mengerti, baby tahu apa yang terjadi antara Daddy dan Mommynya, aku merasa gagal karena tidak bisa menjaga keluargaku dan memberikan baby trauma." Jeda Daddy.
"Laskar, apa kita bisa kembali. Aku berjanji akan menebus semua kesalahan dan keegoisan ku!" Mommy, menatap Daddy.
"Maaf, Jane. Aku tidak bisa, baby tidak ingin melihat diriku terus-menerus di kasari dan di katai seperti sampah, aku tidak ingin baby memiliki trauma yang berkepanjangan. Kamu sudah berselingkuh, itu artinya kamu tidak memiliki aku di ruang hatimu lagi, kamu hanya perlu waktu untuk terbiasa tanpa aku dan baby. Jalani hidupmu yang sudah kamu pilih." Sambung Daddy.
"Dan Jane, uang yang aku pinjam untuk kesembuhan mommy, sudah aku letakkan di laci kamar dan disana juga ada cincin pernikahan kita dan surat cerai sudah aku tanda tangani sesuai keinginan kamu." Daddy.
"Laskar, apa benar tidak ada harapan untukku?" Mommy Jane.
"Maaf Jane. Ah, bukan maksudku Nona Jane. Waktu kita sudah benar-benar berakhir. Menjalani kehidupan masing-masing adalah pilihan saat ini. Baby akan ikut bersamaku, baby bersih kukuh untuk ikut bersamaku. Dan bukankah ini keinginanmu dari lama Nona Jane. Nona menginginkan saya dan baby pergi dari kehidupan Nona, dan sekarang Tuhan mendengar keinginanmu Nona. Tolong katakan pada Tuan Kim, aku dan baby banyak-banyak berterima kasih atas kebaikan Tuan Kim. Setelah semua urusan baby selesai, kami akan pergi dan sebisa mungkin menghindari Nona Jane." Daddy baby, Laskar.
"Laskar, apa kau masih mencintaiku?" Jane.
Daddy diam beberapa saat. Karena pikirannya menjalar kemana-mana.
"Aku mencintaimu Nona, tapi untuk kembali rasanya aku sudah di batas pasrah lelah hatiku Nona." Daddy.
"Laskar, apa dengan aku meninggalkan jabatan, pertemananku, kita bisa kembali?" Jane, masih gengsi mengatakan bahwa dia sudah mencintai Daddy baby, Laskar.
"Tidak perlu Nona. Nona Jichu benar Nona. Kita bagaikan langit dan bumi. Tidak akan merubah apa pun Nona, lakukan apa pun yang ingin Nona lakukan, aku dan baby akan selalu mendoakan Nona. Terima kasih karena sudah sudi bersabar menjalani hubungan pernikahan bersamaku, Nona dan sudah memberikan diriku putri cantik, anugerah terindah satu-satunya dari Tuhan yang aku miliki, Nona. Mungkin ini menjadi terkahir kali kita bertemu Nona. Nona jaga diri baik-baik." Daddy pergi masuk keruangan baby dan mengurus beberapa surat perpindahan baby.
Mommy, sudah mematung dengan mendengar isi hati Daddy baby. Yang dia tahu Daddy baby adalah orang yang selalu meminta maaf dan selalu menerima ke salahan atau pun perlakuan kasar dari dirinya. Mendengar serangkaian kata demi kata dari Daddy baby, membuat mommy mengerti bahwa dia sudah kehilangan Laskar dan baby.
Jadi selama ini baby koma sudah 3 bulan karena baby mengalami benturan di kepala dia dapat dari trageti penculikan dirinya yang belum di ketahui siapa pelakunya. Selama ini yang sudah di lalui baby adalah cerita alam bawah sadar baby, yang membangun semuanya seolah-olah dia memiliki ke hidupan yang indah. Tapi nyatanya dia memiliki mommy yang tidak mencintai dan selalu menyakiti Daddynya, tidak menganggap baby ada.
__ADS_1
Yang kaya raya adalah Jane. Jane, bekerja sebagai CEO di salah satu perusahaan Daddy Kim. Grandpa baby, yang menyayangi baby dan Laskar. Jane, kembali menjalin kasih dengan cinta pertamanya Hans di belakang Laskar.
Laskar, adalah seorang pekerja biasa di kantor tempat Jane menjadi CEO, Laskar selalu di perlakukan semena-mena oleh Jane, bahkan di anggap sampah dengan teman-teman Jane. Teman Jane, (Jichu, Nayla, Joy dan Airin). Mereka juga tidak menganggap baby ada, sama seperti Jane.