
Selang beberapa saat, daddy Kim menghampiri mommy Jane dan memberikan baby pada putrinya.
"Jane, baby ingin bersama dirimu," ujar daddy Kim mendudukkan baby di pangkuan mommy Jane.
"Sudah bersama grandpanya sayang?" tanya mommy Jane mengelus keringat baby.
Baby hanya diam saja.
"Baby kenapa, dad?" tanya mommy Jane pada daddy Kim karena anaknya itu hanya diam saja.
"Sepertinya baby tidak suka dengan obrolan salah satu teman bisnis apa dan anaknya tadi," jawab daddy Kim.
"Memangnya membahas apa uncle, hingga membuat baby badmood?" tanya aunty Chu.
"Salah satu rekan kerja uncle ingin mengenalkan anaknya pada Jane, siapa tahu cocok dan bisa membangun keluarga," jawab daddy Kim mengelus rambut cucunya.
"Pantas saja baby diam," celetuk aunty Nayla.
"Daddy, bukankah sudah Jane katakan sebelumnya," ujar mommy Jane tidak suka juga dengan pembahasan itu.
"Iya, daddy tidak menyikapinya," ucap daddy Kim.
"Good". Mommy J membalikkan tubuh Baby L menghadapnya
"Sayang dengar mommy, mommy tidak butuh pasangan. Cukup baby di hidup mommy, itu sudah lebih dari cukup sayang. Hanya daddy pasangan mommy, mommy mencintai daddy dan baby," jelas mommy Jane mencium kedua tangan putrinya.
"Janji mommy?" tanya baby memberikan jari kelingkingnya.
"Janji sayang," tanya mommy Jane menautkan jari kelingkingnya pada baby.
"Maafkan granpa, ya. Grandpa juga tidak ingin mommy baby menikah lagi, hanya daddy baby," sesal daddy Kim mencium kening baby.
"Iya grandpa," jawab baby.
__ADS_1
"Grandpa tinggal dulu sayang," pamit daddy Kim pergi menyapa rekan kerjanya yang lain.
Baby menganggukkan kepalanya.
"Mommy, baby lelah," ucap baby memeluk mommynya menyandarkan kepalanya di dada mommynya.
"Tidurlah sayang, sebentar lagi kita ke kamar hotel," kata mommy Jane membenarkan posisinya untuk membuat anaknya nyaman di pelukannya. Tak lama dari itu baby tertidur dengan pulas.
"Kamu yakin tidak ingin memiliki pasangan dalam hidupmu?" tanya aunty Airin.
"Iya unn, sekalipun daddy baby dan diriku hanya sebentar bersama. Dia berhasil membuat kesan baik dan membuat ku jatuh cinta pada sikapnya, unn. Dan baby sudah cukup di hidupku, unn," jawab mommy Jane mencium rambut baby.
"Sepertinya kesan daddy Langit benar-benar baik, sampai mommy Jane cinta mati," goda aunty Chu.
"Aku dukung keputusan unnie. Sekalipun nanti unnie ingin memiliki pasangan, tolong cari yang bisa menerima baby juga bukan hanya dirimu saja, unn," tutur aunty Osi.
"Iya, aku setuju dengan aunty Osi. Cari pasangan yang mengutamakan dirimu dan baby, bukan hanya dirimu saja Jane. Ingat, baby hanya memiliki dirimu dan daddy Kim di dunia ini," ucap aunty Nayla.
"Setuju," timpal aunty Joy.
"Aamiin," saut mereka kompak.
Selang beberapa saat datang seorang laki-laki berbadan tinggi, wajah tampan berkulit putih menghampiri mejamommy Jane dan aunty's.
"Hai guys, boleh gabung?" tanya pria berjas hitam.
"Maaf, ini khusus untuk perempuan," tolak aunty Osi, karena sedari tadi dia melihat laki-laki itu dari jauh hingga berada di dekat mejanya terus memperhatikan mommy Jane.
"Ah, kalau begitu. Boleh minta waktunya sebentar untuk berkenalan dengan nonna cantik ini," ucap laki-laki itu berdiri di sebelah mommy Jane.
"Maaf, unnieku sudah menikah dan sudah memiliki anak. Apa kau tak lihat, yang sedang unnie ku gendong?" tanya aunty Joy.
"Ah, ya. Jennie CEO muda dari Kim Company anak dari tuan Kim dan yang di gendongnya adalah anaknya bernama Lili," papar laki-laki itu memberikan penjelasan.
__ADS_1
"Iya, sedikit banyaknya kau sudah tahu bukan tentang adikku, jadi kau tak perlu basa basi bukan?" tanya aunty Airin.
"Ah, iya. Aku ingin lebih dekat lagi untuk mengenal adikmu nonna," jawab laki-laki masih dengan kekehnya untuk mendekati mommy Jane.
"Terima kasih. But, maaf sahabatku sepertinya tidak tertarik denganmu tuan-" Aunty Nayla.
"Kelvin, panggil aku Kelvi, nonna," jawab Kelvin.
"What ever, pergilah dari meja kami," usir aunty Chu.
"Beri aku waktu sebentar untuk berkenalan dan bertukar nomor handphone dengan nonna Jennie," Kelvin tetap kekeh dengan pendiriannya.
"Pergilah tuan Kelvin. Aku sama sekali tidak tertarik dengan basa-basi mu. Kau mengganggu tidur putriku," usir mommy Jane akhirnya buka suara. Ia sedari tadi tidak nyaman dengan basa-basi Kelvin, hanya mengganggu waktunya dengan sahabatnya dan suaranya membuat baby tidak nyaman dalam tidurnya.
Tanpa basa-basi Kelvin pergi meninggalkan meja mommy Jane dan aunty's.
Aku akan mendapatkanmu dan kau akan membayar sikap sombong mu itu, batin Kelvin.
"Laki-laki itu sedari tadi memperhatikan unnie, menatap unnie seperti ingin menelan unnie hidup-hidup," ujar aunty Osi.
"Iya, mana keras kepala, sok cool," geram aunty Joy.
"Sangat beda kelas dengan daddy baby," kata aunty Nayla.
"Iya, dirinya dengan Langit sangat terbanting jauh. Kalau sampai kau memiliki hubungan dengan dia Jane, unnie tak habis pikir, seleramu benar-benar rendah," ledek aunty Airin.
"Daddy baby, jelas hasil yang dia tinggalkan. Lihat dari cara dia mendidik baby dan memperlakukan perempuan. Beda dengan dia, yang unnie rasa hanya ingin dekat dengan dirimu saja, tidak dengan baby dan dekat denganmu itu pun karena harta," ucap aunty Chu.
"Hah, sudahlah guys lupakan. Diriku juga takkan sudi menjalin hubungan dengannya. Daddy baby, tetap di hati dan tak terganti," tutur mommy Jane mencium lama rambut putrinya.
"Good," jawab aunty's kompak.
Setelah puas dengan mengobrol, tak terasa hari sudah mulai malam, mereka memutuskan untuk kembali ke rumah masing-masing. Sementara mommy Jane kembali kekamar hotel untuk menidurkan anaknya dan membersihkan dirinya, agar segera menyusul anaknya untuk tidur. Selang beberapa saat mommy Jane sudah selesai dengan ritual malamnya dan menaiki kasur memeluk anaknya mencium wajah anaknya.
__ADS_1
"Selamat malam cintanya mommy," ujar mommy Jane memejamkan mata dan ikut tertidur.