BABY ALUNA

BABY ALUNA
Teman Baru Baby (2)


__ADS_3

Sampai lah mommy, baby, aunty, dan Sintia di kedai taman.


"Sintia, pesan saja yang Sintia, ingin pesan, biar nanti aunty yang membayar nya dan jangan pikir kan harga nya." Aunty Chu.


"Terima kasih aunty. Tetapi, aku, tidak tahu harus memesan apa. Aku, baru pertama kali ke kedai ini, aunty." Sintia.


"Sini, aunty pilih kan untuk kamu. Kamu tinggal jawab mau atau tidak." Aunty Osi.


"Sintia, percayakan pada aunty Osi. Aunty Osi, pandai memilih makanan yang enak. (Sambil menatap Sintia dan selanjut nya ke aunty Osinya). Mommy, boleh kah baby, makan es krim?" Tanya baby, pada mommy, yang sedang membasuh tangan anak nya dengan tisu basah yang dia bawa di tas perlengkapan baby.


"Boleh, hanya satu yang kecil, sayang. Apa ingin mommy, temani, sayang?" Tanya mommy, yang sudah membasuh tangan baby.


"Terima kasih mommy, tidak perlu mommy, baby ditemani aunty Chu. Karena aunty Chu sudah janji dengan baby, yakan aunty?". Tanya baby.


"Iya sayangnya, aunty. Let's go (Sambil menggendong baby). Kami pergi beli es krim dulu." Aunty Chu, izin pada mommy, yang di berikan jawaban anggukan. Sementara aunty Osi dan Sintia masih memilih makanan dan minum.


Setelah kepergian aunty Chu dan baby, berakhir juga dengan pilihan makanan dan minuman untuk Sintia. Akhirnya aunty Osi memesankan ayam panggang nasi dan minum jus stroberi. Sambil menunggu pesanan mommy, dan aunty Osi, memberikan beberapa pertanyaan pada Sintia, karena penasaran dengan asal usulnya.


"Sintia, aunty boleh tanya di mana kamu tinggal?" Tanya mommy.


"Aku dan ibu tinggal di bawah kolong jembatan, tidak jauh dari taman ini, aunty." Jawab Sintia.


"Di mana kedua orang tuamu?" Tanya Aunty Osi


"Ayah, sudah meninggal sejak aku usia 3 tahun aunty, dan ibu jam segini sedang mencari kerja serabutan untuk kami bisa makan, aunty." Jawab Sintia.


"Maaf, aunty, tidak tahu. Di mana kamu bersekolah?" Tanya aunty Osi.


"Sintia, tidak sekolah aunty, untuk makan saja susah apalagi harus membeban kan ibu dengan menyekolah kan aku, aunty." Sintia, yang di jawab anggukan oleh merek berdua.


Setelah menunggu 10 menit akhir nya pesanan Sintia datang dan kedua wanita itu mempersilah kan Sintia, untuk makan. Sedang kan mereka memperhatikan saja dan mencerna betapa malang nya nasib anak kecil perempuan di depan mereka ini.


***


Sedangkan di tempat lain di kedai es krim lebih tepatnya, terjadi perbincangan antara seorang wanita dewasa dengan balita perempuan yang berada di gendongannya.


"Aunty, boleh kan baby pesan 2 es krim." Tanya baby.


"Mengapa 2 es krim sayang, kata mommy baby tadi hanya 1 dan itu pun yang kecil sayang."Jawab aunty Chu.


"1 nya lagi untuk Sintia, aunty." Jawab baby.

__ADS_1


"Oh, tentu sayang." Sambil memesan 2 es krim cokelat dengan ukuran kecil yang sama.


Sambil menunggu es krim, aunty Chu bertanya pada baby.


"Baby, baik sekali dengan teman baru baby, apa baby menyayanginya?" Aunty Chu.


"Iya aunty, baby sayang dengan teman baru, baby. Baby, kasihan dengan Sintia, masih kecil hidup nya tidak seberuntung, baby. Baby, bisa makan apa pun yang baby ingin kan, sedangkan Sintia, harus menunggu ibunya dahulu bekerja, setelah dapat uang baru mereka bisa makan. Mommy, dan aunty memiliki pekerjaan yang bagus, sedangkan ibunya tidak menentu kerjanya. Baby, merasa bersyukur, aunty". Baby, sambil memeluk dan menyandar kan kepala nya pada bahu aunty Chu.


Aunty Chu yang paham dengan baby yang saat ini butuh pelukan, mendekap balita itu dan mengusap-usap punggungnya.


"Aunty ..." Baby, memanggil aunty Chu masih dengan posisi yang sama.


"Iya, sayang." Jawab aunty Chu, masih sama juga dengan mengusap punggung baby.


"Bisakah aunty, memberikan ibu Sintia, pekerjaan di kantor aunty, aunty kan boss nya." Pinta baby, yang saat ini menatap mata aunty nya dan mengusap-usap pipi aunty nya.


Aunty Chu, langsung luluh dengan tatapan dan usapan di pipinya dari baby.


"Tentu sayang, aunty akan berikan pekerjaan untuk ibu Sintia. Apa baby happy?".


"Baby happy, terima kasih aunty Chu". Sambil mencium kedua pipi auntynya.


Lembut sekali hatimu sayang, aunty bangga kepadamu. Kamu pasti melihat putrimu dari sana, lihat anakmu memiliki hati yang lembut sama seperti dirimu. Kebahagiaanmu adalah yang utama sayang, aunty rela melakukan apa pun selama itu bisa membuat dirimu tersenyum sayang. Batin aunty Chu.


***


"Sintia ... astaga, mengapa bisa sampai ke sini, sayang. Ibu, sudah mencari kamana-man dan dengan siapa Sintia? Bukankah sudah ibu katakan untuk tidak meminta-minta pada orang lain?" Ibu Sintia. Sementara Sintia, yang di tanyai ibunya hanya bisa menundukkan kepalanya. Melihat hal itu aunty Osi dengan inisiatif nya mengusap kepala Sintia, memberikan ketenangan.


"Permisi, maaf ****unn****. Perkenalkan saya Jane dan ini adik saya Rose. Unnie, bisa duduk terlebih dahulu, biar saya jelaskan apa yang terjadi." Mommy. Akhirnya ibu Sintia duduk di samping Sintia di depan aunty Osi dan mommy.


"Perkenalkan saya Airin, saya ibunya Sintia. Maaf, Sintia, sudah merepotkan kalian." Airin.


"Ah, tidak sama sekali unn. Sintia, adalah teman anak saya, mereka baru saja bertemu di taman. Dan anak saya meminta saya untuk membelikan Sintia, makanan karena Sintia, belum makan. Awalnya anak **unnie** ini menolak karena takut merepotkan dan di anggap meminta-minta pada kami, tetapi kami mengatakan kalau ini ada hadiah karena sudah menjadi teman anak saya. Jadi Sintia, sama sekali tidak meminta-minta pada siapa pun, unn." Mommy menjelaskan.


"Sayang, maafkan ibu, karena sudah berburuk sangka denganmu, sayang. (Sambil memeluk Sintia dan mencium kepala anaknya). Terimankasih Jane, Rose. Kalau boleh tahu di mana anakmu, Jane?" Airin.


"Anakku sedang pergi membeli es krim dengan auntynya, unn. Nah, itu baby." Mommy, sambil melihat arah pintu di mana baby, berada dalam gendongan auntynya dan tidak lupa dengan kantung plastik berisi 2 es krim.


"Hai sayang, sudah membeli es krimnya?" Mommy, menerima baby yang di berikan oleh aunty Chu. Mommy, sambil mengusap tangan anaknya dengan tisu basah dan menaruh plastik es krim di meja.


"Sudah mommy, baby membeli 2 es krim mommy. 1 untuk baby, dan 1 nya untuk Sintia." Baby, menjelaskan pada mommynya. Namun, belum menyadari kalau di depan nya sudah ada ibu Sintia.

__ADS_1


"Baik sekali babynya mommy ini. (Mencium pipi baby). Baby, coba lihat kedepan dahulu, yang di samping Sintia itu ada ibu Sintia. Ayo, baby perkenalkan diri baby, dahulu." Mommy, sambil membenarkan posisi duduk anaknya.


"Hallo aunty, perkenalkan Aluna, panggil baby. Baby teman nya Sintia." Baby dengan malu-malu.


"Hallo juga sayang, perkenalkan Airin, ibunya Sintia, baby panggil saja, aunty. Terima kasih sayang sudah mau berteman dengan Sintia." Airin, yang di jawab anggukan dari baby.


"Ah, perkenal kan saya unnienya Jane dan Rose serta aunty baby. Unnie bisa panggil saya Jichu." Sambil memberi kan tangan untuk bersalaman.


"Ibu Sintia, Airin." Menerima uluran tangan aunty Chu, dengan senyum lembutnya.


"Mommy, bolehkah baby makan es krim nya sekarang?" Baby.


"Boleh sayang, berikan terlebih dahulu es krim yang baby beli untuk Sintia." Mommy.


"Sintia, ini untuk Sintia, tadi baby minta pada aunty Chu untuk beli 2 dan 1 nya untuk Sintia. Baby, tidak tahu Sinta suka rasa apa, jadi baby pesan yang sama saja dengan, baby." Baby, memberikan 1 kotak es krim cokelat.


"Terima kasih baby dan aunty." Ujar Sintia.


"Terima kasih banyak sudah sangat baik pada Sintia. Jane, Rose, Jichu, dan terutama pada baby. Aunty berterima kasih sekali, sayang." Airin, sambil menatap mereka satu per satu.


"Bukan apa-apa unn. Unn, kalau boleh tahu apa pekerjaan, unnie?" Aunty Chu.


"Unnie, tidak memiliki pekerjaan, keseharian menjadi buruh lepas untuk mendapat kan makan." Airin, menjawab dengan nada sedih.


"Ah, unnie kebetulan. Tetapi, maaf bukan maksudnya menyinggung unnie, apakah unnie mau bekerja di kantorku?" Aunty Chu.


"Unnie, tidak pantas Jichu, unnie, hanya orang biasa." Airin.


"Tidak masalah unn, selama unnie mau belajar dan unnie jujur. Unnie, akan menjadi sekretaris pribadiku unn dan aku harap unnie mau menerimanya, karena ini juga salah satu permintaan dari baby." Aunty Chu, sambil mengusap sudut bawah bibir baby, yang tengah makan es krim.


"Baby. yang minta pada, unnie?" Tanya aunty Osi.


"Iya, baby yang minta. Baby, bilang bisakah aunty berikan ibu Sintia, pekerjaan, agar Sintia, tidak kelaparan lagi." Aunty Chu.


"Babynya mommy baik sekali, mommy bangga, sayang. Unnie, tolong terima ajakan unnieku, karena kami tidak ada yang berani menolak permintaan, baby. Karena baby, jarang sekali meminta pada kami unnie, sekalipun aku mommy nya. Jadi, ketika baby meminta sesuatu pada kami,kami akan langsung menurutinya, jadi tolong terima, unn." Mommy, sambil mencium kepala baby.


"Baiklah, terima kasih baby, sudah memberikan aunty jalan untuk memperbaiki kehidupan aunty dan Sintia. Terima kasih Ji, sudah mempercayakan unnie, unnie tidak akan mengecewakan kamu. Unnie, terima Jennie. Terima kasih banyak sekali lagi, baby". Airin, sambil menatap baby penuh haru.


"Sama-sama aunty. (Sambil menatap mata Airin). Mommy, baby, ngantuk. Bisakah mommy gendong baby dan kita pulang. Mommy, Sintia dan aunty Airin  ikut juga ke mansion." Baby, menatap sang mommy dengan mata ngantuk nya.


"Baby, ngantuk? baiklah kita pulang sekarang sayang, dan aunty Airin dan Sintia ikut ke mansion." Mommy, sambil menatap Airin, yang di jawab anggukan.

__ADS_1


Setelah selesai membayar, mereka berbincang-bincang di dalam mobil, sementara baby, sudah tertidur di pelukan


mommynya. Sintia, tidur di bahu ibunya dan aunty Osi, di samping ibu Sintia, dengan memegang rabbit baby. Sedangkan Leo di bagasi belakang di dalam kandang.


__ADS_2