
"Selamat pagi cintanya mommy," sapa Mommy Jane baru keluar dari kamar mandi ruangan baby setelah selesai mandi.
"Pagi mommy," sapa balik baby yang sudah bangun dan sedari tadi mencari keberadaan mommynya.
"Baby ingin sesuatu sayang?" tanya Mommy Jane.
"Boleh tolong bersihkan badan baby mom, baby gerah, badan baby terasa lengket," pinta baby mengulurkan tangannya pada mommy Jane.
"Iya sayang, tunggu, ya. Mommy bersihkan badan baby dulu," ucap Mommy Jane menyiapkan air hangat dan baju ganti baby. Setelahnya barulah mommy Jane membersihkan tubuh baby.
"Sudah sayang, by hari ini baby sudah boleh pulang, tapi sekitar 1 minggu lagi kita harus kerumah sakit untuk mengecek luka jahit baby. Dan nanti sebelum pulang, kita menemui psikiater anak untuk menangani trauma baby, baby inginkan traumanya hilang," kata Mommy Jane mengelus rambut anaknya.
"Iya mommy, baby lelah harus terbayang-bayang kejadian itu mommy," ujar baby.
"Iya sayang," saut Mommy Jane menyiapkan makan baby dan mulai menyuapkan putrinya makan.
Lanjut waktu, saat ini baby dan mommy Jane tengah berada di dalam mobil yang di kendarai pak Chan sopir kepercayaan daddy Kim yang di tugaskan sudah lama untuk mengentar mommy Jane kemanapun sedari kecil hingga sekarang. Setelah melakukan pemeriksaan dengan psikiater anak, baby harus melakukan pemulihan 1 minggu sekali untuk menghilangkan traumanya secara perlahan-lahan. Dan hal itu langsung di setujui mommy Jane.
"Pak Chan tolong bawa barang-barang yang di mobil berikan pada bi Han," kata Mommy Jane menggendong baby, setelah turun dari mobil, memasuki rumah daddy Kim.
"Iya, Miss," saut Pak Chan, menurunkan barang-barang mommy Jane dan memberikannya pada bi Han.
"Bi, tolong di cuci semua dan siapkan makan malam untuk kami, bi" ujar Mommy Jane setelah selesai berbicara dengan bibi Han, naik ke lantai 2 kekamarnya dan baby.
"Baby tunggu di sini dulu, ya. Mommy ke bawah sebentar," pamit Mommy Jane. Di jawab anggukan oleh baby. Mommy Jane menghidupkan TV guna mengusir rasa bosan baby dan meninggalkan baby kebawah.
"Ah, buah stroberi untuk camilan baby dan 1 kotak susu coklat cukup untuk menemani baby," kata Mommy Jane mencuci buah stroberi dan menaruh dipiring, membawa dengan nampan serta terdapat 1 kota susu cokelat untuk baby. Mommy Jane berjalan menaiki tangga.
Klik ... Membuka pintu kamar.
"Sayang," panggil Mommy Jane melihat anaknya yang tidak menyahuti dirinya.
Mommy Jane terlebih dahulu meletakkan nampan yang ia bawa berisi 1 mangkuk stroberi dan 1 kota susu cokelat. Setelahnya baru menghampiri baby.
__ADS_1
"Oh, astaga, kenapa lucu sekali sayang. Baby kelelahan, hm. Baiklah, mommy perbaiki dulu posisi tidur baby,"ujar Mommy Jane sambil memperbaiki posisi tidur baby dan mematikan TV.
"Tidurlah sayang, mommy tahu baby kelelahan. Mimpi indah, mommy tinggal keruang kerja sebentar," kata Mommy Jane mencium kening baby.
Mommy Jane meninggalkan kamar, menuju ruang kerja yang ada di sudut ruangan lantai 2. Ruang kerja milik mommy Jane dengan suasana ruangan serba abu-abu, dengan furnitur ruangan yang simpel namun elegan. Di dalam ruangan itu sudah banyak kerjaan yang menumpuk, yang harus segera di selesaikan, karena beberapa hari mommy Jane pergi ke Thailand dan merawat baby di rumah sakit, jadi tidak bisa sama sekali mengerjakan pekerjaan kantornya.
"Hah, semangat Jane demi jajan baby," ucap Mommy Jane menyemangati dirinya sendiri.
Padahal tanpa uang dari dirinya, baby juga bisa membeli apa pun yang diinginkan. Karena baby adalah pewaris aset Daddy dan Miminya. Mommy Jane mulai mengerjakan kerjaannya hingga satu persatu pekerjaannya berkurang dan selesai. Sudah 4 Jam mommy Jane berada di dalam ruangan kerjanya.
Saatnya ia keluar untuk menyegarkan tenggorokannya dan melihat baby. Saat keluar ruangan, mommy Jane mengkerutkan keningnya, karena mendengar baby yang menangis tersedu dengan suara bibi Han yang mencoba membangunkan baby.
"Bi, apa yan terjadi dengan baby?" tanya Mommy Jane buru-buru menghampiri kasur baby, menggantikan posisi bibi Han yang sedari tadi mencoba membangunkan Young Princess itu.
"Tidak, Tidak, Itu sakit, tolong berhenti paman. Baby tidak sanggup, itu sakit. Daddy, Daddy tolong baby, Daddy" lirih baby dalam tangisnya masih dalam alam bawah sadarnya.
"Bibi juga tidak tahu Miss, ketika bibi ingin memanggil Miss dan young princess untuk makan. Bibi mendengar young princess sudah menangis seperti ini, Miss," kata Bibi Han menjelaskan dengan wajah khawatirnya.
"Sayang, hei, Ini mommy, tolong buka mata baby. Di sini ada mommy, tidak ada yang akan menyakiti baby lagi sayang," kata Mommy Jane memeluk dan mencium seluruh wajah baby. Perkataan yang di bisikkan mommy Jane pada baby sukses membuat putrinya bangun dengan napas memburu dan wajah penuh keringat.
"Atur nafas baby sayang, ada mommy disini," kata Mommy Jane berdiri menggendong baby mencium wajah sambil mengelus punggung putrinya.
"Hah, Ha, hah, Mommy," panggil baby memeluk leher mommy Jane meletakkan kepalanya di leher mommynya.
"Iya sayang," saut Mommy Jane.
"Jangan tinggalkan baby, paman jahat datang mommy," adu baby setelah nafasnya perlahan sudah mulai membaik.
"Tidak akan sayang, mommy tidak akan meninggalkan baby," tutur Mommy Jane mencium rambut baby mengusap terus punggung putrinya.
"Bi tolong bawa makan malam ke atas, kami akan makan di kamar," pinta Mommy Jane pada bibi Han.
"Iya Miss," kata Bibi Han berlalu menyiapkan makanan yang akan di bawa ke kamar mommy Jane dan baby.
__ADS_1
"Maafkan mommy sayang, mommy meninggalkan baby," sesal Mommy Jane.
"Mommy kemana? kenapa meninggalkan baby?" tanya baby menatap dengan sendu kedua mata kucing mommynya.
"Mommy diruang kerja mommy sayang, mommy menyelesaikan pekerjaan mommy. Mommy tidak akan meninggalkan baby lagi, maaf, ya," kata Mommy Jane.
"Iya mommy," saut baby, selang beberapa saat bibi Han membawa makan malam mommy Jane dan baby.
"Taruh di sini saja bi," tintah Mommy Jane pada bibi Han.
"Iya Miss," kata Bibi Han meletakkan nampan makanan itu di meja sebelah kasur.
"Bibi tinggal kebawah Miss, young princess cepat baikan, ya," pamit Bibi Han. Baby menganggukkan kepalanya di leher mommynya.
"Iya, terima kasih, Oma," kata Mommy Jane mewakili baby.
Setelah kepergian bibi Han dari kamar, tinggallah mommy Jane dan baby.
"By, makan dulu yuk," ajak Mommy Jane mendudukkan dirinya di atas kasur dengan baby masih berada di gendongannya.
"Iya mommy," kata baby melepaskan pelukannya pada leher mommy Jane dan turun dari pangkuan mommy mendudukkan dirinya di atas kasur.
"Mommy suap, ya," kata Mommy Jane mengambil piring berisi makanan.
"Mommy juga makan, satu suap mommy, satu suap baby," usul baby.
"Iya sayang," kata Mommy Jane mulai menyuapi baby dan selanjutnya dirinya. Hingga kegiatan makan mereka selesai.
"Mommy ayo temani baby menonton," ajak baby.
"Iya sayang, ayo," saut Mommy Jane menyalakan TV menjadikan tubuhnya sebagai tempat bersandar tubuh baby dan menyelimuti butuh mereka berdua.
Mereka menonton film kartun kesukaan baby, sepanjang film baby bercerita tentang isi filmnya dan mommy Jane menyahutinya dan sesekali mencium pipi atau rambut baby. Hingga pertengahan film, mommy Jane tidak merasakan ocehan atau pun pergerakan dari baby. Mommy Jane pun memastikan keadaan anaknya, dan benar saja baby sudah terlelap.
__ADS_1
Hahah, lucu sekali sayang. Selamat malam sayang, mommy mencintai baby, batin Mommy Jane membenarkan posisi tidur mereka, mematikan TV, memeluk baby dan ikut tidur.