
Burung berkicau riang, berpindah dari satu ranting ke dahan lain, dari pohon melinjo ke pohon jambu di pekarangan rumah Samsudin.
Suasana masih relatif sepi, hanya ada dua orang penanggung jawab dapur yang sudah mulai beraktivitas.
Nurmala tampak keluar dari kamar mandi bersurban handuk di kepala, dia berjalan sambil memegangi pinggangnya. Samira keluar dari kamar. Melirik Nurmala yang berjalan menuju kamarnya, tak lama kemudian Aldi keluar, dia meringis sambil memegangi pinggangnya, tapi segera bersikap biasa karena malu sama ibu mertua.
"Kenapa mereka berdua pada sakit pinggang, terlalu seru kali ya?" batin Samira sambil membereskan beberapa barang dalam rumah. Nurmala keluar kamar sambil meringis.
"Kenapa Nur?" tanya Samira.
"Katanya dipan baru, dibuat tidur dua orang saja sudah ambruk, punggung Nur sakit nih buk!" gerutu Nurmala kepada ibunya.
"Ups, walaaah...minta disunat itu penjual dipan, katanya bagus berkualitas, harganya murah, masih discount 50% ternyata kok ambruk!" Samira mengomel.
"Mpok Atik ada kan Buk, saya mau pijat!" kata Nurmala.
"Iya, setelah ini ibuk panggilkan!" Samira sambil berjalan ke dapur memantau pekerjaan. Beberapa pegawai terop sudah datang melucuti tenda untuk dipasang di pernikahan Nihaya.
"Pak, ada kayu dan paku?" tanya Aldi kepada Samsudin yang duduk di ruang tamu.
__ADS_1
"Untuk apa Kang Aldi?"
"Hehe, dipannya ambruk Pak!"
"Waduuh, Ibumu beli dipan tergiur diskon, kualitas ecek-ecek!" gerutu Samsudin.
"Hemm, aku dengar bapak menyalahkan aku yang membeli dipan jelek ya?" sahut Samira yang mendengar percakapan Aldi dan suaminya dari ruang tengah. Samsudin hanya senyum-senyum kepergok istrinya. Mata Samira melotot sambil berkacak pinggang.
"Sudah Al, biar tukang yang memperbaiki!" sambung Samira. Samsudin hanya mendengarkan istrinya berceloteh sambil menyeruput kopinya.
"Assalamualaikum!" seorang wanita tua muncul dari pintu depan.
💙💙💙
Rumah Nihaya tampak sibuk. Terop sederhana berdiri di depan rumahnya. Banyak wanita berkerumun di beberapa tempat, bersama membungkus dan membuat kue basah. Nihaya duduk diantara mereka.
"Hey, calon pengantin masuk saja!" kata salah seorang diantara mereka
"Iya Kak, sebentar lagi!" jawab Nihaya yang masih ingin bersama mereka. Tapi dengan desakan beberapa orang akhirnya Nihaya masuk dalam rumah karena perias sudah datang.
__ADS_1
Tak ada pelaminan besar seperti di rumah Nurmala, hanya ada hiasan sederhana dengan dua kursi untuk pengantin mengabadikan kenangan pernikahan saja. Akad nikah akan dilakukan nanti siang, sambil menunggu Nihaya wajahnya dipoles perias agar tampak beda dengan tamu lainnya.
Waktu merambat mendekati siang, semua siap menerima rombongan tamu pria, kue yang tadi dimasak kini sudah tertata rapi diatas meja. Nihaya sudah selesai berdandan.
"Assalamualaikum!" Nurmala datang bersama Aldi dan keluarganya. Jawaban serempak datang dari beberapa orang yang mendengarnya.
"Aih Nihaya gelis pisan, tambah comel!" kata Nurmala memuji. Nihaya tersenyum simpul memandangi sepupunya yang tampak sumringah sebagai pengantin baru.
"Maaf Niha aku baru bisa datang sekarang, kamu tahu sendiri bagaimana sibuknya calon pengantin bukan?" ucap Nurmala.
"Iya, nggak apa-apa, aku juga minta maaf nggak bisa bantu-bantu di rumahmu, sebab rumahku juga sibuk banget!" kata Nihaya menimpali ucapan Nurmala.
Beberapa lama berbincang, tampak seorang laki-laki tergopoh masuk memberi kabar kalau 3 mobil rombongan pengantin laki-laki sudah terparkir di pinggir jalan, sebentar lagi mereka akan bergerak masuk, semua diminta bersiap. Penerima tamu berbaris, sesaat kemudian iring-iringan laki-laki dan perempuan muncul dari gerbang masuk rumah Nihaya.
Aldi yang berdiri diantara penyambut tamu pria tampak tertawa dan berpelukan dengan Rudi calon mempelai pria, dialah yang selama ini menemaninya memperjuangkan cintanya.
"Semoga lancar Rud!" Aldi menepuk temannya yang berjas hitam dengan kemeja putih itu.
"Oke Al, terima kasih!" senyum Rudi mengembang menjawab kata semangat dari Aldi. Kemudian dia masuk dalam terop di tempat duduk yang sudah disiapkan. Tak lama duduk, penghulu datang dan akad nikahpun berjalan lancar.
__ADS_1
Kini dua sahabat itu sudah memiliki status berbeda.