
"Apa? Ibu datang ke mansion?!!" Aaron setengah berteriak kepada anak buahnya melalui telepon. Aaron langsung mematikan sambungan telepon begitu anak buahnya melapor bahwa Chlarent, ibu angkatnya datang ke mansionnya.
"Mau apa Ibu datang ke mansionku." batin Aaron sambil berjalan keluar dari ruangan kantornya. Raut wajah pria itu terlihat tidak senang mengetahui hal itu, karena Aaron tau bahwa sejak dulu Ibunya tidak setuju menjadikan Evelyn sebagai pelampiasan balas dendamnya.
Aaron segera menaiki mobilnya yang dikemudikan oleh sopirnya, melaju menuju mansionnya, tidak butuh waktu lama Aaron sudah sampai di mansionnya. Pria itu masih melihat mobil Chlarent parkir di halaman mansion, berarti wanita itu belum pulang.
Terlebih dahulu Aaron bertanya kepada Kane, keberadaan Chlarent dan langsung pergi ke dapur begitu Kane menjawabnya.
Di ambang pintu dapur yang yang setengah terbuka, sayup-sayup Aaron mendengar tawa wanita dari dalam sana. Aaron mengenali suara itu, suara Chlarent, ibu angkatnya dan suara Evelyn, istrinya.
Tapi tunggu, Evelyn tertawa? tanya hati Aaron, Aaron tidak pernah mendengar ataupun melihat gadis itu tertawa. Selama ini hanya senyum palsu yang selalu ditunjukkan Evelyn untuk menutupi kesedihannya, yang mana membuat Aaron semakin benci karena gadis itu selalu berpura-pura kuat.
__ADS_1
Aaron menggeser tubuhnya agar dapat melihat ke dalam dapur, ternyata benar Evelyn sedang tertawa disana. Ini pertama kalinya Aaron melihat gadis itu tertawa, bukan tawa palsu atau dipaksakan, gadis itu benar-benar tertawa tanpa ada beban sedikitpun. Hati Aaron tiba-tiba menghangat melihat Evelyn begitu ceria saat ini, tapi cepat-cepat ditepisnya perasaan itu.
Aaron berdehem pelan untuk mengalihkan perhatian kedua wanita itu. Tawa mereka berhenti seketika, melihat Aaron di ambang pintu menatap mereka dengan tajam. Evelyn menundukkan kepalanya ketika Aaron memandangnya dengan tatapan mematikannya, seakan ingin menelannya hidup-hidup.
"Sedang apa Ibu di sini?" tanya Aaron dengan tajam, terlihat jelas ketidaksukaan Aaron akan kedatangan ibu angkatnya.
"Memangnya kenapa jika Ibu datang kemari, Ibu ingin melihat putra ibu yang sudah tidak mengingat pulang ke rumah." jawab Chlarent lemah dengan menatap sendu putranya yang sedang berdiri membelakainya.
"Ibu tolong jangan berkelit, aku tau maksud kedatangan Ibu kemari, Ibu bukan melihatku...ayolah Bu aku tau Ibu mengerti." Aaron meraup wajahnya kasar seraya mendesahkan nafasnya resah.
Mereka kini sedang berada di kamar Aaron. Aaron tadi langsung mengajak Chlarent berbicara di kamarnya, meninggalkan Evelyn di dapur sana.
__ADS_1
Aaron membalikkan tubuhnya menghadap Chlarent, "Kumohon Bu...tolong jangan ikut campur dalam hal ini." Aaron berusaha berkata selembut mungkin. Aaron tidak ingin membuat ibu angkatnya ini sakit hati jika dia salah bicara.
"Aaron... bagaimana mungkin Ibu tidak ikut campur, bagaimana mungkin Ibu hanya diam saja melihatmu menyiksa anak orang lain." ucap Chlarent penuh kesedihan, sungguh dia tidak ingin Aaron menjadi sosok tidak berperasaan.
"Dia anak seorang pembunuh Bu, anak dari orang yang membunuh Ayah dan Zen." air mata Aaron terlihat menggenang di sudut matanya ketika kata ayah terucap dari bibir tipisnya.
Chlarent menggelengkan kepalanya tidak percaya, benarkan ini Aaron? Anak yang dia didik sebaik mungkin, ternyata keras kepala.
"Itu bukan salahnya Aaron, sudah cukup kau membuat Ayahnya dipenjara, kenapa kau juga menjerat gadis tidak bersalah itu. Lihat Aaron, begitu banyak beban yang ditanggung gadis itu akibat perbuatanmu. Ibunya sedang sekarat di rumah sakit Aaron, tidakkah kau pernah berpikir betapa menderitanya gadis itu?" Ucap Chlarent dengan suara bergetar, menahan tangis seraya mengguncang lengan Aaron utuk menyadarkan putranya.
Seketika Aaron terhenyak mendengar hal itu, tapi beberapa saat kemudian Aaron tersadar, dia tidak boleh kasihan pada Evelyn sedikitpun. Aaron sudah berjanji pada dirinya sendiri akan benar-benar menghancurkan orang yang telah membunuh orang tuanya sampai hancur tak bersisa.
__ADS_1
Walaupun itu adalah Evelyn, Aaron tidak peduli, semua orang yang berhubungan dengan pembunuh itu harus ikut merasakan imbasnya. Sungguh hati Aaron sangat keras, sekeras baja.
TBC ☘️☘️☘️