Balas Dendam Tuan Muda

Balas Dendam Tuan Muda
Putri Kane


__ADS_3

Pagi ini seperti biasa Kane kembali lagi ke kamar Evelyn untuk mengantar sarapannya. Ketika Kane sampai di sana, dirinya dibuat bingung karena Evelyn tidak ada di kamar itu.


Kane keluar dari bangunan rapuh itu dengan wajah cemasnya. Kemana Nona mudanya itu pergi sepagi ini. Dengan keadaan kakinya yang masih sakit gadis itu malah keluar dari kamar.


Kane berjalan menuju taman belakang mansion, mungkin saja Evelyn ada di sana. Tapi ternyata tidak, tidak ada siapapun di sana.


"Kane." suara lembut memanggil nama Kane dari arah gudang yang terletak tidak jauh di samping bangunan rapuh itu.


"Nona." panggil Kane, seraya berjalan tergesa-gesa menghampiri Evelyn. Kane begitu cemas dengan Evelyn.


"Nona sedang apa di sini?" tanya Kane begitu sampai.


"Aku baru saja selesai mandi Kane. Badanku terasa lengket karena beberapa hari tidak mandi." ucap Evelyn terkekeh.

__ADS_1


Karena kakinya yang cedera akibat terjatuh dari tangga tempo hari, membuat Evelyn kesulitan pergi kemana-mana, bahkan untuk mandi pun harus dibantu oleh Kane. Apa lagi letak kamar mandi yang berada di belakang gudang semakin mempersulitnya untuk mandi ataupun buang air.


Benar saja, gadis itu terlihat cantik hari ini, sebuah kaos lengan panjang berwarna baby pink dipadu dengan rok selutut berwarna hitam mengembang sempurna di pinggangnya.


"Ya ampun Nona. Kenapa tidak menunggu saya datang dulu. Kaki Nona masih sakit, jadi tidak boleh bergerak sembarangan." ujar Kane dengan nada cemas.


"Aku tidak apa-apa Kane. Kakiku sudah lebih baik sekarang. Dan aku harus banyak menggerakkan kakiku, agar otot kakiku tidak kaku." jawab gadis itu dengan senyum manis menghiasi wajahnya.


Kane menghela napasnya dalam, terkadang Nonanya ini agak sedikit keras kepala. "Ya sudah Nona, mari masuk lagi ke kamar. Nona harus sarapan." ujar wanita paruh baya itu, kemudian memegang lengan Evelyn untuk membantunya berjalan.


Orang itu adalah Aaron, ternyata sedari tadi lelaki itu mengawasi dirinya dari atas sana. Pandangan mereka terkunci selama beberapa detik, di detik berikutnya Evelyn langsung memutus pandangan itu dengan menundukkan wajahnya. Kemudian berbalik melanjutkan langkahnya ke dalam kamar.


Aaron memandang punggung Evelyn yang menghilang di balik pintu yang ditutup oleh Kane. Sungguh tidak ada yang tau apa yang sedang lelaki itu pikirkan.

__ADS_1


***


"Apakah dia cantik Bi?" tanya gadis bermata bulat itu penasaran kepada wanita paruh baya yang merupakan ibu angkat dari Aaron.


Chlarent, wanita paruh baya itu adalah Chlarent. Wajah keriput yang masih terlihat cantik itu melebarkan senyumnya.


"Sangat cantik." jawabnya sembari membayangkan wajah cantik dari gadis yang kini menjadi menantunya.


Entah kenapa gadis bermata bulat itu terlihat tidak senang mendengarnya, wajah gadis itu tiba-tiba saja menjadi murung.


Vera, begitulah sapaannya. Verasha Vinka, gadis yang juga memiliki paras cantik yang merupakan putri dari Kane sang kepala pelayan. Seperti cerita Kane kemarin, bahwa putri bungsunya tinggal di mansion utama keluarga Lisin.


Vera merupakan gadis berusia sembilan belas tahun yang memiliki sifat arogan dan congkak. Sehingga banyak pelayan di mansion itu tidak menyukainya.

__ADS_1


Meskipun dirinya hanya anak dari seorang pelayan, tidak menyulutkan hasrat gadis itu untuk berbuat semena-mena kepada orang-orang di sekitarnya.


TBC ☘️☘️☘️


__ADS_2