Balas Dendam Tuan Muda

Balas Dendam Tuan Muda
Part 62


__ADS_3

Tidak pernah terpikirkan sebelumnya, seperti usul Gerry, kenapa tidak menanyakan langsung pada Daddy Alex, agar semuanya tidak berlarut-larut.


Ketakutannya yang menghantui dirinya membuat gadis itu memilih memendam semuanya dan berjuang sendiri meraih kebebasannya. Namun sekuat apapun dirinya bertahan dalam kekejaman Aaron, tetap saja dia tidak akan mampu.


Evelyn adalah gadis rapuh berlindung di bawah naungan Daddy dan Mommynya. Dan semua kekejaman Aaron sudah membuatnya begitu menderita. Namun demi kedua orangtuanya, Evelyn berusaha menguatkan dirinya.


Dan sekarang, dimana ambang batas kekuatannya sudah tidak sekuat dulu lagi, akhirnya dia memilih membagi bebannya.


"Kalau begitu, kita pergi sekarang saja Paman." Ajak Evelyn antusias.


"Kau mau pergi kemana?" Tiba-tiba saja suara dingin menusuk gendang telinganya, mengurungkan Evelyn yang hendak berdiri.


Evelyn terkejut melihat pria di depannya, entah dari mana pria ini muncul. "Tu..tuan.." Gadis itu gelagapan.


Namun apa yang didapat, tatapan tajam yang selalu menjadi santapan utamanya setiap hari.


"Kau mau pergi kemana?" Tanya Aaron sekali lagi.

__ADS_1


"Aku..." Evelyn ragu untuk menjawab. Dan dia juga takut Aaron sudah mendengar pembicaraan dengan Gerry tadi.


"Kami akan mengunjungi Tuan Alexander, Tuan Aaron. Saya harap Anda membiarkan Nona Evelyn." Gerry langsung menimpali, menatap Aaron dengan datar. Dari yang dia lihat, Evelyn sangat ketakutan pada Aaron, membuat Gerry berpikir apa yang telah pria ini perbuat pada Evelyn.


Aaron beralih pada Gerry, tatapan tidak kalah dingin menelisik pria matang itu.


"Tapi sayang sekali, saya tidak akan mengizinkannya." Jawab Aaron sengit, menunjukkan terang-terangan aura permusuhan pada Gerry.


"Tapi Anda tidak memiliki hak melarang Nona Evelyn untuk menemui Daddy-nya." Gerry tidak kalah. Semua rasa hormatnya pada Aaron beberapa waktu lalu seketika lenyap, ketika mengetahui apa yang telah dia perbuat pada keluarga Mashenka.


Aaron mengangkat alisnya, "Kenapa tidak? Saya suaminya, segala apa yang ada dalam diri Nonamu ini adalah hak saya. Dan kau, hanyalah seorang bawahan tidak berhak mengaturku!" Tersenyum miring kala melihat Gerry tidak mampu mengelak lagi.


Gerry melihat ketidakberdayaan nona mudanya itu di bawah perintah Aaron. Nampaknya semua kelemahan Evelyn ada pada pria itu, karena bahkan untuk menjenguk sang Daddy, Evelyn sampai hati menolaknya.


Gerry menatap pasrah dan tidak ingin memperberat beban Evelyn, hingga dia membiarkan Aaron membawanya dari hadapannya.


"Saya janji Tuan Alex, akan menyatukan keluarga Mashenka seperti yang dulu." Batin Pria yang mulai memasuki usia empat puluh tahun itu, sambil menatap punggung Evelyn dan Aaron perlahan menjauh darinya.

__ADS_1


"Tuan, kita mau kemana?" Evelyn berjalan cepat mengikuti langkah panjang Aaron.


"Diam. Jangan banyak bicara, ikuti saja aku!" Jawab Aaron ketus, terus menarik Evelyn.


Aaron mendorong paksa tubuh Evelyn masuk ke dalam mobil, lalu ikut masuk.


"Jika saja aku belum datang, kau pasti sudah pergi bukan?" Tanya Aaron mengintrogasi.


"Tapi aku hanya ingin menjenguk Daddy-ku."


"Tapi aku tidak pernah mengizinkanmu!"


Evelyn menangis, "Tapi dia Daddy-ku, dia membutuhkanku walau hanya sebentar saja di sana...."


"Diam! Jangan sampai aku menarik semua kebebasanmu, jika kau masih lancang berbuat semaumu!" Aaron benar-benar marah.


Mendengar ancaman itu, Evelyn tidak berkutik lagi. Dia takut jika sampai Aaron tidak membiarkannya menemui Mommynya lagi.

__ADS_1


TBC ☘️☘️☘️


JANGAN LUPA LIKE DAN VOTENYA YAAA YAAA 😀


__ADS_2