Balas Dendam Tuan Muda

Balas Dendam Tuan Muda
This The End?


__ADS_3

Tangisan pilu yang memekakkan telinga yang mendengarnya menggema di dalam ruangan temaram itu. Seorang gadis mungil duduk terkulai di atas lantai keramik yang terasa dingin. Kedua tangannya diikat kuat ke belakang, membuatnya meronta sekuat tenaga ingin melepaskan diri.


"Lepaskan aku... kumohon. Tuan Aaron tolong aku... Mommy... Daddy..." tiada hentinya Evelyn berteriak memanggil nama tiga orang itu bergantian.


Evelyn tidak tau harus melakukan apa agar bisa keluar dari sini. Kedua tangannya diikat kuat membuatnya kesulitan bergerak, sementara pintu ruangan juga tertutup rapat.


Evelyn tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi padanya sebentar lagi. Entah bahaya apa yang sedang menantinya di luar sana Evelyn tidak tau.


"Mommy... Daddy... tolong aku..." lirihnya di sela tangisannya.


Hampir dua puluh menit Evelyn menangis di dalam ruangan itu sampai beberapa menit kemudian pintu terbuka membuat cahaya terang masuk menyilaukan pandangannya.


Muncul seorang pria bertubuh kekar berjalan mendekati Evelyn di tengah ruangan. Cahaya yang datang dari belakang pria itu membuat Evelyn kesulitan menjangkau wajah pria itu.


"Tuan Aaron..." panggil Evelyn yang menyangka orang itu adalah Aaron.

__ADS_1


Pria itu semakin mendekat dan akhirnya berdiri menjulang tinggi tepat di hadapannya.


"Tuan Aaron tolong sa.... Siapa kau?" Dengan penuh keterkejutan Evelyn melihat wajah pria asing yang berdiri di hadapannya.


Tatapan tajam memancar dari mata pria itu seolah menghunus tubuh mungil Evelyn. Tubuhnya bergetar ketakutan, tatapan itu bahkan lebih tajam dari tatapan Aaron.


Lelaki bermata biru laut itu tersenyum puas melihat ketakutan Evelyn. Dengan senyum menyeringai pria itu perlahan menekuk lututnya, ikut berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Evelyn.


"Kau... kau siapa?" lirih Evelyn gugup, namun pria itu semakin mendekat.


"Menjauh dariku!" kecam Evelyn tapi masih penuh ketakutan.


Hanya berjarak beberapa centi meter saja, dalam sekali dorongan maka bibir mereka akan bertemu. Tapi Evelyn tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Tubuh terikatnya digerakkannya agar menjauh dari pria itu.


Senyum menyeringai masih melekat di sudut bibir pria itu ketika melihat perlawanan dari Evelyn. "Kau wanita yang kucari." gumam pria itu tetapi masih dapat di dengar oleh Evelyn.

__ADS_1


"A..apa maksudmu?"


Pria itu tersenyum kemudian menjulurkan telapak tangannya menyentuh wajah mulus Evelyn.


Secepat kilat Evelyn menjauh dengan susah payah. "Jangan menyentuhku! Lepaskan aku!" teriaknya.


"Tenanglah cantik. Jangan terlalu terburu-buru, setelah ini akan kubuat kau merasakan kenikmatan yang tiada duanya." ujar pria itu kemudian mendekati Evelyn lagi.


"Kemari sayang biarkan aku memuaskanmu."


"Jangan... Tolong lepaskan aku. Kumohon lepaskan aku..." suara Evelyn tertahan oleh ketakutan yang kini menguasai dirinya.


"Tidak akan sayang. Aaron sudah menjualmu padaku, jadi kini kau sudah menjadi milikku. Tadinya aku ingin langsung memberikanmu kepada tua bangka di luar sana, tapi melihat gadis cantik sepertimu aku menjadi tidak rela. Kau harus bersyukur karena seorang Egor Oktyabrskaya menginginkanmu."


Tanpa membuang waktu lagi pria yang mengaku bernama Egor itu langsung menangkap tubuh Evelyn. Menindihnya tanpa melepaskan ikatan di tubuhnya.

__ADS_1


"Tolong.... lepaskan aku... Daddy...Mommy.... tolong aku.." teriak Evelyn sekuat-kuatnya berharap seseorang akan datang menolongnya.


TBC ☘️☘️☘️


__ADS_2