Balas Dendam Tuan Muda

Balas Dendam Tuan Muda
Part 70


__ADS_3

"Baiklah. Sekarang katakan syaratmu." Evelyn mengangguk. "Tapi ingat, syaratmu berlaku atau tidak, semua dalam keputusanku." Ujar Aaron yang diangguki oleh Evelyn.


"Syarat dariku adalah..."


"Cepatlah. Aku sudah lelah..." Kesal Aaron karena Evelyn lama melanjutkan ucapannya.


Evelyn menghela nafasnya dalam, lalu menatap lekat pada Aaron yang juga menunggu kalimatnya.


"Aku mohon, tolong berhenti mengancam diriku dengan menggunakan kedua orang tuaku Tuan...." Akhirnya terucap juga hal yang sangat ingin dia ucapkan pada Aaron.


Aaron menatap intens gadis di depannya, sungguh Aaron tidak mengerti pola pikirnya. Di antara banyaknya persyaratan yang ada, Evelyn malah memberikan syarat yang sepele itu. Awalnya Aaron pikir, gadis ini akan meminta sesuatu yang berharga darinya, seperti kemewahan yang telah hilang sejak jatuh ke dalam pernikahan ini.


Walaupun permintaan gadis ini termasuk sepele, namun Aaron ingin tau alasan yang mendasari permintaan Evelyn. Maka dari itu, Aaron ingin membuat sebuah permainan.


"Berikan aku alasan yang tepat untuk mengabulkan permintaanmu itu. Karena jika aku mengabulkannya, maka aku tidak bisa lagi membuatmu patuh, jika tidak mengancammu menggunakan orangtuamu." Timpalnya sarkas.


Evelyn melihat Aaron dengan tatapan memohon, "Tapi Tuan, bukankah aku sudah berjanji, akan menuruti semua perintahmu? Jadi Anda tidak perlu mengancamku lagi..."

__ADS_1


"Aku tidak punya jaminan untuk hal itu. Bisa saja nanti kau melupakan janjimu itu."


"Aku janji Tuan. Aku janji akan menuruti perintahmu." Jawab Evelyn cepat.


Aaron terlihat berpikir, sengaja membuat Evelyn menunggu. Dia ingin melihat seberapa besarnya tekad hadis ini.


"Tuan..." panggil Evelyn karena Aaron tidak bersuara.


"Baiklah...." Ucap Aaron yang membuat wajah Evelyn hampir berbinar. "Mungkin aku bisa mempertimbangkannya malam ini." Aaron mengangkat alisnya, melihat reaksi Evelyn yang terlihat tidak puas akan jawabannya. Tapi dia mencoba untuk tidak peduli, dia ingin kejam seperti dulu pada gadis ini.


"Kau tau Tuan, seperti apa rasanya ketika mendapat ancaman?" Langkah Aaron terhenti ketika Evelyn bersuara. Dirinya terpaku ketika mendengar suara Evelyn bergetar.


"Setiap hari aku selalu dilanda rasa cemas dan takut setiap kau mengancamku dengan kedua orang tuaku. Mungkin selama ini, aku selalu diam setiap kali kau mengancamku, tapi ketahuilah dalam hati aku merasakan ketakutan yang luar biasa. Aku tersiksa Tuan.... Aku tersiksa ketika kau selalu mempertaruhkan nasib orang tuaku..." Tanpa sadar, air matanya menetes.


"Kumohon berhentilah menggunakan orang tuaku sebagai bahan ancamanmu Tuan. Kau tidak tau rasanya, ketika orang yang paling berharga akan terluka ketika aku salah dalam bersikap padamu..." Pinta Evelyn memohon.


Aaron terpaku mendengar penuturan Evelyn. Ternyata begitu takutnya gadis ini akan semua ancamannya. Walaupun itu hanya ancaman, namun Aaron tidak benar-benar bermaksud melakukannya. Itu hanya dilakukan untuk menundukkan dan jika Evelyn sulit diatur.

__ADS_1


Tapi Aaron tidak menyangka, Evelyn yang percaya akan semua ancamannya, ketakutan setengah mati akan hal itu. Takut ketika keselamatan orang tuanya terancam.


Masih tanpa ekspresi memunggungi Evelyn, Aaron berkata, "Tidakkah kau mendengar perkataanku tadi? Aku akan memikirkannya malam ini." Aaron berucap dengan dingin, lalu meninggalkan gadis itu menuju ruang kerjanya.


Evelyn yang ditinggalkan di kamar, mengusap air matanya. Sungguh untuk mengambil hati Aaron perlu kesabaran ekstra. Pria itu sangat sulit dijangkau olehnya.


Tapi jauh di dalam lubuk hatinya, Evelyn menyadari sesuatu akan sikap Aaron. Evelyn bukanlah perempuan bodoh, yang tidak dapat menyadari perubahan Aaron kepadanya.


Hal itu terjadi sejak Aaron menjualnya kepada germo tempo hari. Sikap Aaron perlahan berubah padanya. Tidak lagi ada kekejaman dalam diri pria itu. Meski sifat arogansinya masih pekat dalam dirinya, tapi tetap saja aneh bagi Aaron yang dulunya selalu kejam padanya.


Tidak mungkin kan Aaron jatuh hati padanya?


Oh Tuhan, Evelyn tidak ingin terlalu percaya diri. Jatuh cinta? Hal itu sangat tidak mungkin bagi Aaron. Mengingat bagaimana sifat pria itu, Evelyn rasa Aaron tidak akan pernah jatuh cinta.


TBC ☘️☘️☘️


JANGAN LUPA LIKE DAN VOTENYA YAAA 😀😀

__ADS_1


__ADS_2