Balas Dendam Tuan Muda

Balas Dendam Tuan Muda
Rencana Vera


__ADS_3

"Lebih cantik dariku?" tanya Vera penasaran.


"Tentu saja." Chlarent terdiam sejenak.


"Bukan hanya parasnya yang cantik, tetapi hati dan sifat gadis itu juga sama cantiknya." ujar Chlarent benar-benar tulus.


Sedetik kemudian senyum wanita itu padam dan berganti menjadi wajah murung penuh kesedihan.


"Tapi aku sangat menyayangkan, gadis cantik itu harus berakhir dalam kekejaman Aaron." ujar Chlarent dengan pandangannya yang sendu.


Vera mengernyitkan keningnya bingung.


"Maksud Bibi apa. Ceritakan yang jelas." tanya Vera tidak sabar. Cerita ini terlalu menarik untuk dia lewatkan, karena ini berhubungan dengan Aaron.


Akhirnya Chlarent menceritakan semuanya pada Vera. Mulai dari bagaimana Evelyn yang terjebak dalam pernikahan yang diskenario oleh Aaron sendiri, hingga betapa kejamnya Aaron memperlakukan Evelyn di mansionnya.


Wanita itu tidak kuasa untuk tidak menitikkan air matanya. Dia sungguh sedih ketika membayangkan betapa menderitanya menantunya itu akibat perbuatan suami Evelyn sendiri, yang juga merupakan putra angkatnya.


Setelah mendengar penuturan dari Chlarent, wajah Vera menjadi cerah.

__ADS_1


Alih-alih turut simpatik akan penderitaan Evelyn, gadis bermata bulat itu tertawa dalam hati.


Awalnya dia mengira Aaron dan Evelyn menikah atas dasar cinta, tapi ternyata perkiraannya itu salah. Dan jika memang Aaron membenci Evelyn, maka akan lebih mudah baginya untuk merebut Aaron.


Aaron adalah lelaki pertama yang mendiami hatinya, dan tentunya dirinya lah yang lebih dulu menaruh perasaan kepada Aaron. Jadi dirinyalah yang lebih berhak mendapatkan Aaron.


Begitulah prinsip gadis belia yang belum mengenal apa arti cinta yang sesungguhnya.


"Aku harus menyingkirkan gadis menyedihkan itu dulu. Setelah itu aku akan lebih mudah mengambil hati Kak Aaron." ucap gadis itu dalam hati seraya menyimpulkan seringaian samar di bibirnya, nyaris tak terlihat.


***


Seiring berjalannya waktu, disertai dengan tangan ajaib Kane yang selalu mengurusnya, kaki Evelyn sudah sembuh total.


Evelyn sudah siap dengan baju lengan panjangnya berpadu dengan rok kembang selutut berwarna hitam.


Evelyn memang selalu memakai baju berlengan panjang akhir-akhir ini, yang terkadang menimbulkan banyak pertanyaan dalam benak Kane.


Gadis itu akan kembali bekerja di mansion, karena kakinya sudah sembuh total. Dengan senyum cerianya Evelyn melangkahkan kakinya menuju rumah utama.

__ADS_1


Belum juga Evelyn sampai ke rumah utama Evelyn sudah dihadang oleh beberapa pria bertubuh besar dengan jas hitam melekat sempurna di tubuh mereka.


Evelyn dapat mengetahui siapa mereka, apalagi Evelyn juga melihat Tenar di barisan itu, pengawal yang mengantarnya ke rumah sakit beberapa hari yang lalu.


"A ada apa ini?" tanya Evelyn kepada pengawal-pengawal itu.


"Silahkan ikut dengan kami Nona." ucap Remar tanpa menjawab pertanyaan Evelyn.


"Kenapa...untuk apa..." bingung gadis itu.


"Bawa dia." perintah Remar kepada pengawal di belakangnya.


Dua orang pengawal maju kemudian menarik lengan Evelyn.


"Menurutlah Nona." ujar Remar dingin lalu berjalan di depan yang diikuti oleh pengawal lain.


Dengan langkah terseret Evelyn dibawa ke ruangan yang Evelyn ketahui merupakan ruang kerja Aaron.


"Tu tuan." cicit Evelyn ketika Aaron berdiri di hadapannya.

__ADS_1


"Aku ingin menagih janjimu." ujar Aaron dengan suara beratnya seraya tatapan tajamnya seakan menghujam Evelyn.


TBC ☘️☘️☘️


__ADS_2