
"Sudahlah Nona, semuanya sudah terlanjur." jawab Remar singkat.
"Kau tidak marah padaku?" tanya Evelyn menelisik.
"Saya tidak berhak Nona." Evelyn terdiam setelah mendengar jawaban Remar. Remar memang sangat sulit didekati. Nampaknya pria bertubuh kekar ini sangat profesional dalam pekerjaannya.
"Sekali lagi maafkan aku." ucapnya.
Remar mengangguk kecil sebagai jawaban. Evelyn memilih diam dan mengalihkan pandangannya ke jalanan di luar sana melalui jendela mobil. Padahal Evelyn hanya ingin mendekatkan diri dengan Remar, karena dia juga ingin memiliki teman selain Kane tentunya.
***
Seorang pria yang kerap disapa Myke oleh orang-orang menampilkan senyum smirknya setelah selesai membaca sebuah dokumen yang cukup mengejutkan.
__ADS_1
Dokumen itu berisi fakta-fakta tentang Aaron Leonid Vladimir Lisin, orang yang akan menjadi mangsanya. Kini Myke sudah mengetahui bahwa ternyata Aaron menikahi seorang gadis secara diam-diam. Dan yang paling mengejutkan gadis yang dinikahi Aaron adalah putri dari seorang koruptor yang beberapa waktu lalu menggencarkan dunia bisnis.
Siapa lagi kalau bukan Alexander Mashenka, pemilik perusahaan yang cukup ternama dikabarkan melakukan kecurangan dalam sebuah tender yang diadakan oleh perusahaan Aaron sendiri.
Myke dapat melihat keganjalan di sini, Alexander melakukan kecurangan terhadap perusahan Aaron, tapi kenapa Aaron malah menikahi putri dari Alexander. Myke menebak ada sesuatu yang tidak beres.
"Ini akan lebih menarik." Myke tersenyum menyeringai.
Myke kembali melihat beberapa foto Evelyn yang diambil dari beberapa situs. Sebagai putri dari pengusaha mapan tentu tidaklah sulit untuk mendapatkan foto-foto Evelyn. Apalagi sejak pemberitaan mengenai Daddy-nya terkuak, Evelyn dan Mommynya tentu saja juga ikut menjadi sorotan media massa dan publik.
Senyum menyeringainya mengembang ketika suatu ide terlintas di pikirannya. "Sepertinya kau akan menjadi umpanku sayang." ucap Myke dengan sorot mata masih memandangi foto Evelyn.
***
__ADS_1
Hari demi hari Evelyn jalani dengan sedikit kedamaian di dalamnya. Evelyn tidak tahu kenapa beberapa hari belakangan Aaron tidak mengganggunya lagi. Tidak ada lagi kata-kata hinaan selalu membuatnya sakit hati, maupun perintah yang yang selalu membuatnya terluka.
Ada sedikit kerinduan dalam diri gadis itu ketika Aaron tidak menampakkan wajahnya beberapa hari ini. Setiap sore hari setelah menyelesaikan pekerjaannya, Evelyn akan duduk di kursi taman belakang yang mengarah balkon kamar Aaron. Evelyn berharap bisa melihat Aaron di sana, tapi tetap saja Evelyn tidak melihat pria itu di sana.
Tanpa Evelyn sadari ternyata Aaron juga melakukan hal yang sama. Pria itu selalu memperhatikan Evelyn dari balik gorden tembus pandang keluar dan tidak akan terlihat dari luar.
Beberapa hari ini Aaron selalu mendapati Evelyn duduk di sana sambil memperhatikan ke arah kamarnya. Aaron menebak apa yang gadis itu lakukan di sana. Tapi apapun itu Aaron tidak peduli, Aaron malah menikmati pemandangan ini setiap sorenya sepulang dari kantor.
Wajah cantik yang selalu terlihat sendu itu begitu meneduhkan hatinya yang diliputi kebencian dan dendam tak terkira. Aaron benci perasaan ini.
Tapi setiap kali Aaron melihat foto masa kecilnya bersama kedua orangtuanya yang terletak di atas nakas, darah pria itu selalu mendidih tanpa sebab. Amarahnya akan bangkit ketika mengingat kedua orangtuanya beserta Zen hingga akhirnya Evelynlah yang menjadi sasaran empuk untuk melampiaskan amarahnya.
Aaron mengambil ponselnya tidak jauh dari sana, lalu menghubungi seseorang. "Aku memiliki hadiah untukmu." ucap Aaron setelah telepon tersambung.
__ADS_1
Aaron melihat Evelyn yang masih setia duduk di sana, senyum liciknya terbit saat itu juga. "Kau pasti menyukainya."
TBC ☘️☘️☘️