Balas Dendam Tuan Muda

Balas Dendam Tuan Muda
Penawaran


__ADS_3

Evelyn benar-benar membolos dari perkuliahannya pagi ini. Selain karena kakinya yang masih sakit, Evelyn juga tidak ingin membuat Aaron marah padanya.


Dirinya enggan membantah Aaron, karena melihat wajah pria itu tidak seperti biasanya, yang akan murka dan langsung memberinya hukuman ketika dia melawannya. Entah hanya perasaannya saja, Aaron seperti menahan diri terhadapnya.


Hari ini, Evelyn menghabiskan waktunya seharian di dalam kamar. Kakinya yang masih sakit, membuatnya malas hanya untuk sekedar mengelilingi mansion. Sarapan dan makan siangnya pun, diantar oleh pelayan, dan sekali-sekali Chlarent datang untuk melihat keadaannya.


Tidak terasa, hari sudah menjemput bulannya. Sinar matahari kini berganti dengan cahaya bulan di malam hari.


Seperti biasanya, Aaron pulang ke mansion sekitar pukul sembilan. Sikap Aaron menurut Evelyn malam ini, sedikit berbeda. Pria yang biasanya selalu mengganggunya, dengan tatapan tajam dan aura intimidasinya, kini mengacuhkannya.


Aaron duduk di sofa, berkutat dengan laptopnya, tanpa memperdulikan Evelyn yang kebingungan.


"Tuan..." Evelyn memberanikan diri mengganggu pria berwajah datar itu.


Namun yang dipanggil bergeming, tidak menoleh maupun menjawabnya, sedangkan matanya fokus pada laptop di depannya.


"Tuan.." Evelyn masih belum menyerah.


Akhirnya Aaron yang terusik, melihat Evelyn. Namun masih saja datar, hingga membuat Evelyn sedikit takut padanya.


"Tuan...kau masih marah padaku?" Tanya Evelyn ragu-ragu.


Aaron yang heran akan pertanyaan Evelyn, menyembunyikan wajah terkejutnya dengan baik. "Memangnya kenapa kalau aku marah?"

__ADS_1


Evelyn menjadi kebingungan, "Tidak apa-apa Tuan. Hanya saja, aku ingin minta maaf atas sikapku tadi pagi..." Evelyn berkata jujur.


Aaron langsung menyunggingkan senyum tipisnya. Lalu terkekeh mengejek pada Evelyn. "Kau merasa bersalah?" Ucapnya dengan nada menyindir.


Evelyn bergeming, karena bingung akan menjawab apa.


"Baiklah. Kalau kau merasa bersalah, dan itu artinya, aku harus merasa tersinggung bukan?" Aaron lagi-lagi mempermainkan Evelyn.


"Ya Tuan?" Evelyn semakin kebingungan akan ucapan Aaron.


"Sebenarnya, cukup mudah jika ingin mendapat maaf dariku. Itu semua tergantung dirimu dalam bersikap."


"Apa maksudmu Tuan?" Kening Evelyn berkerut dalam, berusaha mencerna ucapan Aaron.


"Menurutlah pada semua perintahku, maka aku tidak akan membuatmu kesulitan lagi." Aaron mengajukan penawaran.


"Mungkin, jika kau tidak membantah perintahku, maka otomatis kebebasanmu pun bisa terjamin." Lanjutnya lagi setelah melihat kebingungan Evelyn.


Evelyn bergeming, sedang memikirkan tawaran menggiurkan dari Aaron. Kebebasan, itulah yang selama ini Evelyn cari. Dan sekarang, Aaron menawarkan hal langka itu padanya. Apakah dia harus menolak atau menerima tawaran itu, Evelyn berpikir keras.


"Tuan..."


"Berikan aku jawaban, kau menuruti perintahku dan aku akan memberimu kebebasan."

__ADS_1


"Bisakah kau memberiku waktu, aku masih perlu memikirkannya."


"Tapi sayang, aku tidak punya waktu untuk menunggumu. Jadi jawab sekarang, setuju atau tidak!" Ucap Aaron tegas tak terbantahkan.


"Baiklah." Jawab Evelyn cepat, dia tidak ingin kehilangan kesempatan ini. "Tapi aku memiliki satu syarat..." Ucapnya lagi.


"Kau tidak memiliki keunggulan lain untuk bernegosiasi denganku. Harusnya kau bersyukur, aku memberikan penawaran padamu." Aaron tersenyum tipis.


"Syaratku hanya satu saja Tuan..." Evelyn memelas.


"Sekali tidak tetap tidak!"


"Setidaknya dengarkan syaratku Tuan. Setuju atau tidak, kau bisa memutuskan sendiri." Ucap Evelyn pasrah.


Aaron yang melihat wajah Evelyn menjadi murung, tak urung membuat hatinya lemah. Aaron merutuki hatinya yang begitu mudahnya luluh pada gadis ini.


Aaron tidak tau, kenapa sekarang hatinya berubah pada gadis ini. Dia sama sekali tidak tega melihat Evelyn bersedih. Walaupun logikanya menolak keras, tapi hatinya selalu tergerak untuk bersikap baik pada gadis itu.


Sungguh Aaron tidak tau apa yang terjadi pada dirinya. Tidak mungkin bukan, Aaron sudah mulai membuka hatinya pada Evelyn?


But...


Semoga saja...

__ADS_1


TBC ☘️☘️☘️


JANGAN LUPA LIKE DAN VOTENYA YAAA YAAA 😀


__ADS_2