Balas Dendam Tuan Muda

Balas Dendam Tuan Muda
Unexpected


__ADS_3

"Tolong.... lepaskan aku... Daddy...Mommy.... tolong aku.." teriak Evelyn sekuat-kuatnya berharap seseorang akan datang menolongnya.


"Sst... jangan menangis sayang. Aku tidak akan menyakitimu." ucap pria itu pelan seraya mengusap kening Evelyn yang kini sudah dibasahi oleh keringat.


"Aku hanya mengajakmu bersenang-senang, jangan takut aku ada di sini." Tidak sadarkah pria bernama Egor itu, kenyataan bahwa dia sendirilah yang paling ditakuti Evelyn saat itu.


"Tolong jangan lakukan itu. Kumohon... lepaskan aku...."


Evelyn berusaha memberontak di bawah kungkungan tubuh kekar itu yang mana membuat iblis dalam jiwa Egor semakin bangkit. Hasrat yang sudah ditahannya sedari tadi ketika melihat Evelyn akhirnya terbangun juga.


"Tidak akan pernah, kau tidak akan pernah kulepaskan." ujar pria itu dengan suara tertahan kemudian langsung menyerang bibir merah yang menggoda imannya. Dengan mudah Egor mengangkat Evelyn kemudian membawanya ke ranjang di dalam ruangan itu.


Memeluk erat tubuh mungil itu, tidak membiarkannya memberontak. Bibirnya dengan lincah ******* bibir Evelyn bagai menghisap kenikmatan yang ada di dalam sana dengan rakus.


Tangan pria itu tidak tinggal diam. Dengan perlahan tangan kekarnya meraba tubuh Evelyn yang sudah bergetar ketakutan. Hal itu tentu saja membuat Evelyn hancur saat itu juga. Tubuhnya yang dijaga selama ini telah kotor oleh pria tak dikenalnya.

__ADS_1


Air mata meleleh begitu saja membasahi wajahnya. Evelyn pasrah, jika memang ini harus terjadi padanya maka biarlah. Dan setelah semua ini berakhir Evelyn memilih akan mengakhiri hidupnya. Ya lebih baik begitu. Mengakhiri semua.


Tubuh gadis itu sudah benar-benar polos tanpa sehelai benangpun menutupi dan pria itu juga sama. Di saat pria itu bersiap melanjutkan aksinya Evelyn tidak memberontak lagi karena tidak ada gunanya lagi. Dia pasrah.


Manik hitam legam yang sudah berkilat kesedihan terpejam menunggu apa yang akan terjadi sebelumnya.


Bugh...


Evelyn membuka kedua matanya. Antara keterkejutan dan kebingungan dalam dirinya.


"Tuan Aaron..." cicitnya.


Aaron tidak menjawab, pria itu masih sibuk menghabisi Egor sampai tidak berdaya lagi. Setelah memastikan Egor tidak melawan lagi, Aaron beralih kepada Evelyn.


"Tuan..." itulah kalimat terakhirnya sebelum akhirnya tidak sadarkan diri.

__ADS_1


Kilatan amarah dalam mata pria itu kini tergantikan dengan wajah cemas ketika melihat Evelyn pingsan. Dengan langkah cepat Aaron menghampirinya kemudian membungkus tubuh polos Evelyn.


Aaron merengkuh tubuh mungil itu dalam pelukannya, membawanya dari tempat terkutuk ini. "Bertahanlah." lirih Aaron di telinga Evelyn.


Aaron seperti kembali pada masa lalu. Di mana ketika dia membawa Evelyn tidak sadarkan diri dari penjara bawah tanah. Ada setitik rasa penyesalan dalam diri pria itu ketika melihat Evelyn tak berdaya seperti ini dan dia sendirilah penyebabnya.


Beberapa saat kemudian Aaron sampai di mansionnya. Dengan tergesa-gesa Aaron menaiki tangga, membawa Evelyn ke kamarnya, merebahkan tubuh lemah itu di atas ranjangnya.


Setelah itu Aaron melepas kain pembungkus di tubuh Evelyn, berniat memakaikan pakaian yang sudah disediakan oleh Kane sebelumnya.


Beberapa waktu lalu, Kane bersikeras ingin masuk melihat Evelyn tapi Aaron menolak. Wanita paruh baya itu begitu cemas akan keadaan Evelyn.


Kain pembungkus tadi sudah lepas dari tubuhnya, kini Evelyn sudah polos tanpa sehelai benangpun. Dan betapa terkejutnya Aaron melihat sekujur tubuh gadis itu. Bekas luka terpatri dengan jelas di sana.


TBC ☘️☘️☘️

__ADS_1


__ADS_2