
"Gosok punggungku!" Aaron menyadarkan Evelyn dari lamunannya.
Evelyn tersentak, "Tu...tuan. Kau yang salah bicara atau aku yang salah mendengar?" Evelyn memastikan.
Aaron kesal, "Kurasa kau yang tuli. Kau belum pernah memeriksa telingamu itu?"
"Maaf Tuan. Telingaku masih berfungsi dengan baik." Bantah Evelyn.
"Lalu apa lagi? Cepat gosok punggungku!"
"Maaf Tuan. Aku tidak bisa. Aku tidak terbiasa menyentuh tubuh pria." Evelyn masih ingin berdalih.
"Lalu kenapa? Bukankah aku suamimu? Hanya memandikan saja, siapa yang melarang. Bahkan lebih dari itu pun bisa aku lakukan padamu!" Menatap tajam Evelyn.
"Tapi Tuan, aku..."
"Baiklah kalau kau tidak mau. Sekarang buka bajumu!"
"Apa?!" Evelyn refleks menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya.
"Heh kenapa? Kau bilang tidak terbiasa menyentuh pria, tapi aku tidak. Sekarang biarkan aku yang memandikanmu, posisi kita terbalik." Aaron semakin gencar mempermainkan Evelyn. Apalagi melihat wajah Evelyn yang selalu membantah bercampur ketakutan, membuatnya semakin puas. Rasanya, seperti mendapat hiburan baru baginya.
"Baiklah." Evelyn setelah berteriak. "Biarkan aku menggosok punggungmu."
Akhirnya Evelyn menyerah. Dengan kesal, mengambil spons penggosok badan.
"Gunakan tanganmu!"
__ADS_1
"Ta..tapi..."
"Gunakan tanganmu!" Ucapnya tidak terbantahkan.
"Mengesalkan sekali!" Gerutunya sambil menuangkan sabun cair ke tangannya.
"Aku bisa mendengarmu."
"Aku tidak mengatakan apa-apa."
Dengan ragu-ragu, Evelyn menggosokkan tangannya di punggung pria itu. Agak sedikit terkejut, karena belum terbiasa bersentuhan dengan pria lain selain Daddy-nya.
Sejenak Evelyn memandangi punggung lebar Aaron yang terlihat kekar dan berotot. Andai saja Evelyn seperti perempuan murahan di luar sana, dengan senang hati akan melemparkan tubuhnya pada pria ini. Sungguh menggoda iman seorang gadis polos sepertinya.
Evelyn menggelengkan kepalanya, menyadarkan otaknya dari pikiran luarnya
"A..apa?! Siapa yang menggodamu Tuan. Jangan asal bicara!" Bantahnya tidak terima.
"Lalu gosokan tanganmu kenapa seperti tukang pijat plus-plus?"
"Hah." Evelyn jengah akan protes pria ini. "Lalu mau seperti apa lagi Tuan?"
"Lebih kuat lagi."
Evelyn patuh dan menggosok lebih kuat punggung lebar Aaron.
"Kau mau membunuhku?!"
__ADS_1
"Apa lagi sekarang?"
"Terlalu kuat. Kulitku bisa tergores karena ulahmu." Protes Aaron lagi.
Evelyn jengah akan protes pria ini. Dia tau Aaron sedang mempermainkannya.
"Berhenti mempermainkanku Tuan." Evelyn kesal.
Aaron terkekeh, "Kenapa? Kau tidak suka?" Mengejek Evelyn.
"Terserah kau saja." Evelyn yang kesal hendak pergi dari sana. Namun karena tidak memperhatikan jalannya, tanpa sengaja kakinya terpleset hingga tubuhnya kehilangan keseimbangannya.
Aaron yang melihat Evelyn akan terjatuh, dengan sigap menangkup tubuh Evelyn, hingga terpental menindih tubuhnya. Evelyn memekik kesakitan saat tubuhnya terjatuh di atas tubuh keras Aaron.
Wajah mereka hampir saja bersentuhan kalau Evelyn tidak menahan kepalanya. Sejenak pandangan mereka terkunci. Saling memandang keindahan ciptaan sang kuasa yang ada depan mata.
"Sampai kapan kau akan memandangku?" Aaron tersenyum miring.
"Aaa sakit sekali...." Evelyn langsung tersadar ketika sakit menyerang kakinya. Ternyata kakinya yang semalam terluka, terasa perih karena terkena air hangat di dalam bathup.
Aaron pun seketika panik mendengar pekikan Evelyn. Aaron menggeser tubuh Evelyn dan melihat kaki Evelyn yang kembali mengeluarkan darahnya di dalam bathup yang bercampur dengan air.
"Bodoh. Kenapa kau selalu ceroboh." Cerewet pria itu.
Aaron mengambil bathrobe di dekatnya lalu memakainya. Kemudian mengangkat tubuh mungil Evelyn, membawanya ke luar kamar mandi.
TBC ☘️☘️☘️
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN VOTENYA YAAA 😀😁