Balas Dendam Tuan Muda

Balas Dendam Tuan Muda
Episode 45


__ADS_3

"Apa? Gadis itu akan kuliah?" bentak Aaron kepada pelayan yang dipanggilnya dari mansion utama. Pelayan itu adalah suruhan Aaron yang bertugas untuk mengawasi Evelyn di sana.


Dan kini, hal mengejutkan terucap dari pelayan laki-laki itu.


"Benar Tuan. Dan besok mereka akan pergi membeli keperluan Nona Evelyn Tuan." Aaron memejamkan matanya setelah mendengar laporan pelayan itu.


"Pergilah, laporkan lagi setiap kejadian di mansion utama."


"Baik Tuan." Pelayan itu segera berlalu dari hadapan Aaron.


"Ibu..." geram Aaron. Aaron mengizinkan Chlarent membawa Evelyn dari rumah ini, tapi bukan berarti membiarkannya bebas berkeliaran di luar sana. Huh, andai saja Aaron bisa membantah Chlarent, pasti sekarang dia sudah berangkat ke mansion utama, menjemput Evelyn dan kembali mengurungnya di mansion ini.


***


"Pilih yang mana, biru atau putih?" Chlarent dan Evelyn terlihat sedang memilih-milih beberapa dres untuk Evelyn.


"Yang mana saja, semuanya terlihat cantik." Evelyn memang tidak terlalu pemilih dalam urusan pakain, karena seperti apapun model atau warnanya, semuanya terlihat cocok dan cantik untuknya.

__ADS_1


"Baiklah, kita pilih biru saja." putus Chlarent.


"Lebih cantik warna putih, karena yang memakainya seorang gadis yang memiliki hati yang bersih seputih kapas." terdengar suara berat dari samping Evelyn, menggagalkan nit pelayan toko mengemas dres yang dipilih.


Chlarent dan Evelyn menoleh, melihat pria berdiri di sampingnya sambil memasukkan tangannya di saku celananya. Pria itu menatap lurus pada dres kemudian menoleh pada kedua wanita yang menatapnya dengan heran.


"Maaf, anda siapa?" Tanya Chlarent.


Pria itu tersenyum manis, kemudian menjulurkan tangan kanannya pada Chlarent, "Kenalkan, Myke Towers." Pria itu mengenalkan diri.


Ternyata pria itu adalah Myke, pria bermata biru itu datang tiba-tiba dengan senyum ramahnya.


"Hai Nona?" sapa Myke kepada Evelyn.


"Eh iya?" Evelyn menjawab dengan bingung, karena dia tidak mengenal pria ini sama sekali.


"Mau tau kenapa kau lebih cantik dengan dres putih ini?" Myke menaikkan salah satu alisnya, melihat ekspresi wajah Evelyn.

__ADS_1


"A aku tidak tau..." Evelyn tersenyum kikuk, dia begitu canggung dalam situasi ini.


"Mau tau tidak?"


"Ter terserah kau saja..." jawab Evelyn terbata.


"Jangan gugup, santai saja. Aku tidak akan memakanmu." Pria itu terkekeh melihat tingkah polos Evelyn.


Myke beralih pada dres yang tergantung di jejeran manekin, dres putih selutut dengan hiasan mutiara di bagian leher membuat gaun itu terlihat elegan dan mewah.


"Cantik." ucap Myke sambil memperhatikan dres di depannya. Evelyn mengangguk, membenarkan penilaian Myke.


"Dan akan semakin cantik jika yang mengenakannya adalah gadis cantik di sampingku."


"Eh.." Evelyn kebingungan akan ucapan Myke yang terdengar ambigu.


"A aku.." Evelyn menunjuk dirinya, ketika Myke menatapnya.

__ADS_1


"Tentu saja. Dari jauh aku sudah memperhatikan kecantikanmu sedari tadi. Sejauh aku memandangmu, aku bisa melihat ketulusan dalam dirimu. Manik matamu memancarkan binar keindahan yang membuat mataku silau olehnya. Tidak hanya parasmu yang cantik, hatimu juga sama cantiknya." tutur pria rupawan itu dengan suara beratnya.


Ternyata ucapan Myke malah membuat wajah Evelyn memerah. Gadis itu tersenyum malu-malu mendengar kata-kata manis pria itu. "Kau bisa saja..." Evelyn membalas senyuman Myke dengan malu-malu.


__ADS_2