
Evelyn memasuki gedung rumah sakit dengan hati yang girang, karena sebentar lagi dia akan bertemu dengan wanita yang amat disayanginya. Siapa lagi kalau bukan Mommy Anastasia, wanita yang melahirkannya ke dunia ini.
Rindu gadis itu semakin menjadi saja karena sudah dua bulan lebih tidak menjenguk sang Mommy. Gadis itu berjalan mendahului Aaron, yang tanpa sadar menyunggingkan senyumnya melihat punggung Evelyn ketika memasuki rumah dakit. Entah kenapa akhir-akhir ini Aaron lebih sering tersenyum saat bersama gadisnya itu. Memang agak aneh, mengingat pria itu sangat jarang tersenyum. Bahkan ketika bersama Chlarent pun, dia tidak pernah lupa membatasi dirinya.
Perbuatan Aaron di mobil tadi seolah hilang melanglang dari pikiran polosnya. Gadis itu tiada hentinya tersenyum sepanjang di koridor rumah sakit, melupakan ciuman pertamanya yang sudah dicuri oleh suaminya.
Ciuman panas tadi memang ciuman pertama gadis cantik itu. Mengherankan memang, ketika seorang gadis cantik sepertinya, baru melepas ciuman pertamanya di umur sembilan belas tahun. Tentu saja, karena selama ini, gadis itu belum pernah sama sekali menjalin hubungan asmara dengan lelaki manapun seperti anak muda seumurannya.
Semua itu karena didikan Daddy Alex yang agak sensitif jika berhubungan dengan laki-laki untuk putri tunggalnya. Daddy Alex hanya ingin putrinya tidak salah memilih pendamping hidupnya.
Terlepas dari itu, Evelyn juga tidak terlalu memikirkan itu, karena dia pun satu pemikiran dengan Daddy Alex. Dia menginginkan laki-laki yang memiliki komitmen dan bertanggungjawab kepadanya.
Ruangan Mommy Anastasia yang berada di lantai tiga rumah sakit memakan waktu beberapa menit agar sampai ke sana. Di dalam lift, hanya ada mereka berdua hingga membuat Evelyn canggung berada di dekat pria itu.
__ADS_1
Mengingat ciuman panas di mobil tadi membuat pikiran gadis itu melayang kemana-mana.
"Kau kenapa?" Tanya Aaron yang tentu saja menyadari kecanggungan gadisnya.
"A..aku tidak apa-apa Tuan." Jawab Evelyn cepat, lalu mengalihkan pandangannya.
Aaron tersenyum sarkas, dia tau apa yang sedang dipikirkan gadis itu. Pikiran Evelyn ternyata menular pada Aaron. Fantasi liar pria itu kembali aktif ketika mengingat ciuman panasnya bersama Evelyn. Manisnya bibir Evelyn masih terasa sampai sekarang. Bahkan di mulut pria itu meninggalkan wangi mint strawberry hasil dari tautan bibir mereka beberapa waktu lalu.
Aaron menggelengkan kepalanya samar, kenapa pikirannya melayang ke sana. Pikiran liar pria itu semakin aktif sejak ciuman itu terjadi.
Beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai di depan kamar perawatan Mommy Anastasia. Evelyn melihat Aaron, "Tuan ingin masuk?" Takut-takut gadis itu bertanya.
"Aku akan menyusul." Jawabnya dingin.
__ADS_1
Evelyn mengangguk lalu masuk ke dalam kamar.
Aaron melihat pintu kamar tertutup, sebenarnya ada pergolakan dalam hatinya ketika mendapat tawaran dari istrinya. Aaron perlu mempersiapkan hatinya untuk menemui wanita yang merupakan istri dari pembunuh orangtuanya.
Ingin rasanya dia tidak ingin masuk, tapi pria itu yang memiliki rasa tanggungjawab yang tinggi sebagai seorang menantu, mau tidak mau Aaron harus masuk ke dalam sana.
Sungguh mencengangkan, sejak kapan Aaron mengakui dirinya menantu yang otomatis juga mengakui sebagai suami dari Evelyn.
Aaron menarik nafasnya dalam, lalu memutar gagang pintu kamar perawatan sang ibu mertua. Di sana sudah ada istrinya yang sedang berpelukan erat dengan seorang wanita paruh baya yang terlihat pucat di atas brankar.
TBC ☘️☘️☘️
JANGAN LUPA LIKE DAN VOTENYA YAAA 😀😁
__ADS_1