Balas Dendam Tuan Muda

Balas Dendam Tuan Muda
Siapa Dia?


__ADS_3

"Myke..." panggil Evelyn pada orang yang baru saja menabraknya.


"Hai kita bertemu lagi." Sebuah senyuman manis menyapa gadis itu.


Evelyn tersenyum, "Kau sedang apa di sini?" Evelyn pikir Myke juga kuliah di sini, tapi melihat penampilan Myke yang saat itu mengenakan kemeja yang agak formal Evelyn tidak yakin. Penampilannya lebih pantas sebagai seorang dosen. Tapi apakah mungkin?


"Tentu saja. Aku juga mengajar di sini." Jawabnya.


"Berarti kau seorang dosen?" Evelyn cukup terkejut sebenarnya.


"Iya. Hari ini adalah hari pertamaku masuk."


Sontak Evelyn menundukkan kepalanya, "Maaf Pak, saya kurang sopan tadi."


"Hei kau ini sedang apa." Myke terkekeh.


"Jangan bicara formal padaku. Bicaralah seperti biasanya padaku."


"Tapi Anda dosen di sini dan saya adalah mahasiswa, jadi saya harus sopan pada Anda."


Mendengar itu, Myke tergelak. "Aku bilang tidak apa-apa. Lagi pula kita ini teman, jadi jangan sungkan lagi padaku."


"Sungguh tidak apa-apa?"


"Tentu saja."

__ADS_1


"Oh ya, kau sudah berapa lama kuliah di sini?"


"Kita sama, hari ini juga hari pertamaku masuk kuliah." Evelyn tersenyum cerah, ketika membahas kuliah, gadis itu terlihat senang.


"Begitukah? Kenapa kita bisa sama? Apakah ini sebuah pertanda?" Myke menaikkan sebelah alisnya.


"Pertanda apa?"


"Pertanda kalau kita berjodoh."


Mendengar jawaban itu, Evelyn malah terkekeh geli, "Kau bisa saja."


"Kau tidak percaya padaku. Siapa yang tau rencana Tuhan? Bisa saja beberapa tahun ke depan kita sudah menikah dan memiliki banyak anak." Myke tersenyum jenaka.


"Aku sedang tidak berkhayal. Asal kau mau menerima lamaranku kelak, maka semua itu akan terjadi. Kita akan menikah dan memiliki banyak anak nanti. Kau mau anak berapa? Aku bisa memberikannya berapa pun yang kau mau."


Laki-laki ini memang sangat humoris, bisa-bisanya khayalannya sampai sejauh itu.


"Sudahlah, hentikan leluconmu. Semakin lama kau semakin aneh. Kau mau masuk kelas bukan, pergilah, aku mau pulang."


"Biarkan aku mengantarmu?" Tawarnya.


"Tidak usah Myke, bukankah kau ada kelas sebentar lagi? Lagi pula aku bisa naik taksi."


"Hari ini aku belum aktif masuk kelas. Hari ini aku hanya perkenalan ke beberapa kelas yang akan kumasuki. Jadi hari ini aku bebas dan aku bisa mengantarmu."

__ADS_1


"Tapi aku..."


"Ayolah, tidak apa-apa. Ayo mobilku ada di parkiran."


Myke menarik tangannya, tapi terhenti ketika sebuah mobil hitam berhenti di depan mereka.


Myke hampir saja ingin memaki pengendara mobil itu, tapi gagal ketika kaca mobil penumpang terbuka. Seorang pria yang dikenalnya duduk tenang di kursi penumpang melihat ke arah mereka dengan tajam.


"Tuan? Tuan sedang apa di sini?" Tentu saja Evelyn terkejut. Pria itu tiba-tiba ada di kampusnya, padahal tadi pagi pria itu tidak mengatakan akan menjemputnya.


"Masuk!" Perintah Aaron yang masih menatap tajam tangan Erin yang digenggam oleh Myke.


"Ba baik Tuan." Erin menjadi ketakutan saat itu. Melihat tatapan tajam Aaron yang mengintimidasi kembali mengingatkan dirinya akan sifat Aaron yang dulu selalu menyiksanya.


"Myke, maaf aku tidak bisa pulang bersamamu. Aku pergi dulu ya, sampai jumpa besok." Evelyn menarik tangannya dari genggaman Myke, tapi langsung ditahan oleh Myke.


"Tunggu Evelyn."


"Ya Myke, ada apa?" Kening Evelyn berkerut. Dia gelisah karena Aaron semakin menatapnya tajam.


"Dia siapa?" Entah Myke sengaja atau tidak, mata lelaki itu memicing membalas tatapan tajam Aaron dengan pandangan penuh permusuhan. Sangat tampak bahwa Myke tidak menyukai Aaron.


TBC ☘️☘️☘️


JANGAN LUPA LIKE DAN VOTENYA YAAA 😀

__ADS_1


__ADS_2