Balas Dendam Tuan Muda

Balas Dendam Tuan Muda
Tugas Baru


__ADS_3

Evelyn terpaku sekaligus tercengang saat pertautan bibir mereka lepas. Aaron masih enggan melepaskannya, memeluk erat pinggangnya. Hingga Aaron dapat leluasa melihat wajahnya.


Sungguh Evelyn tidak tau apa yang terjadi pada Aaron. Kenapa tiba-tiba saja lelaki menciumnya. Bukan ciuman penuh gairah dan nafsu, melainkan ciuman kelembutan penuh kehangatan layaknya seorang pria yang menyatakan cintanya pada wanitanya.


Evelyn hanya menundukkan kepalanya, ketika Aaron terus-terusan menatapnya. Siapapun akan salah tingkah jika ditatap seintens itu.


"Itu adalah tugasmu setiap pagi!" Ucap Aaron tiba-tiba, membuat Evelyn membelalakkan matanya.


"Maaf Tuan?" Evelyn yang masih bingung.


"Tugasmu setiap pagi adalah melakukan apa yang kulakukan seperti tadi." Hah, sepertinya Evelyn salah dengar.


"Ma...maksud Tuan...." Evelyn masih belum yakin.


"Cium aku setiap pagi. Seperti yang kulakukan tadi. Mengerti? Aku tidak menerima penolakan, karena ini adalah perintah!" Ucap Aaron tegas.


Mulut Evelyn sampai menganga, masih tidak percaya akan ucapan pria yang sedang memangkunya ini. Apakah pria ini sudah gila, menyuruhnya menciumnya setiap pagi? Apa pria ini lupa, hubungan mereka tidak sebaik itu?


"Turunlah dari atas tubuhku. Aku harus berangkat kerja, kau bisa duduk di sini sepuasnya nanti malam, sepulang aku kerja." Pria itu mengangkat alisnya.


Wah pria ini sudah benar-benar gila. Ada apa dengan sikap pria ini. Sungguh Evelyn tidak percaya ini.

__ADS_1


Evelyn buru-buru turun dari atas pangkuan Aaron, menyembunyikan wajahnya yang memerah.


"Aku pergi dulu istriku." Aaron mendaratkan kecupan hangat di kening Evelyn, sebelum akhirnya meninggalkan kamar itu. Meninggalkan Evelyn dengan sejuta pertanyaan menggelayuti hatinya.


"Apa yang terjadi pada Tuan Aaron?" lirih gadis itu, menatap pintu kamar yang baru saja tertutup.


Evelyn masuk ke dalam bathroom setelah mematung sekian lama di dalam kamar. Mencoba memahami sikap Aaron pagi ini. Tapi, sekeras apapun dia berpikir, tetap saja Evelyn tidak menemukan jawabannya.


Evelyn melihat wajahnya di cermin bathroom, dan terpusat pada bibir ranum yang baru saja disesap lembut oleh Aaron. Masih terasa basah, sisa dari kenikmatan yang dia terima. Bahkan aroma lelaki itu masih menguar di sekujur tubuhnya.


Evelyn teringat, tadi dia dicium oleh Aaron saat baru bangun tidur. Apa pria itu tidak jijik menciumnya tadi?


Evelyn menghembuskan nafasnya di tangan kanannya, wah baunya sama sekali tidak enak. Lalu kenapa Aaron menciumnya seperti tanpa merasa jijik. Dia saja yang mencium bau nafasnya, merasa jijik.


***


Sampai di kampus, Evelyn bergegas menuju kelasnya. Sekarang, orang-orang tidak lagi terlalu menghiraukannya akibat kasus dari Daddy-nya. Mungkin karena Evelyn tidak meladeni mereka, akhirnya mereka bosan sendiri dengan gunjingan-gunjingan itu.


Tidak jauh darinya, Evelyn melihat seseorang yang amat dihindarinya. "Myke." lirihnya.


Sepertinya Myke hendak menghampirinya, maka dari itu Evelyn semakin mempercepat langkahnya menjauhi laki-laki itu.

__ADS_1


Evelyn hanya ingin menuruti perintah Aaron untuk menjauhi laki-laki ini. Meskipun tidak tau alasannya, Evelyn harus menurut, kalau tidak, dia akan membuat Aaron murka.


Tapi, secepat apapun Evelyn melangkah, tetap saja dia tidak bisa mengimbangi langkah Myke yang lebar.


"Evelyn tunggu..." Myke memegang tangannya, yang mau tidak mau membuat Evelyn berhenti.


Evelyn menarik tangannya, lalu melihat Myke dengan tersenyum.


"Myke." Sapanya.


"Dari tadi aku memanggilmu, tapi kau tidak mendengar."


"I..iya Myke. Aku tidak mendengarmu karena aku...kelasku akan segera dimulai." Evelyn gugup.


"Aku rasa kelasmu baru dua puluh menit lagi dimulai." Ujar Myke menatap Evelyn penuh selidik.


"Oh.." Evelyn melihat jam tangannya. "Ti..tidak tidak. Maksudku ada tugas yang harus kuselesaikan..." Evelyn berdalih.


"Kau tidak sedang menghidariku bukan?" Tiba-tiba Myke berkata.


"Ah tidak tidak. Aku tidak menghindarimu. Aku...aku pergi dulu ya Myke. Tugasku harus kuselesaikan." Evelyn segera meninggalkan Myke.

__ADS_1


Sedangkan Myke menatap punggung Evelyn yang menjauh dengan penuh ironi. Entah apa isi pikiran lelaki itu, tidak ada yang tau...


__ADS_2