Balas Dendam Tuan Muda

Balas Dendam Tuan Muda
Don't Go!!!!


__ADS_3

 


 


Aaron beserta pasukannya mengepung gedung kumuh yang sepertinya sudah lama tidak terpakai. Kali ini Aaron harus berhasil menangkap para bedebah itu.


Aaron tidak akan segan-segan lagi, sebab mereka telah berani menyentuh wanitanya. Salah satu anak buahnya mendekati Aaron, memberitahukan keberadaan Evelyn.


Dengan sigap pria itu berlari ke tempat itu, tetapi sebelum hal itu terjadi, segerombolan pria bersenjata menghadangnya. Dan yang lebih menegangkan, mereka menembakkan senjata mereka ke arahnya. Beruntung Aaron berhasil menghindar.


Aaron memberikan instruksi pada pasukannya, hingga akhirnya perang timah panas terjadi di tempat itu. Aaron melanjutkan langkahnya ke tempat kekasih hatinya berada. Pria itu penuh emosi. Jika terjadi sesuatu pada Evelyn, Aaron tidak akan membiarkan mereka begitu saja.


Sedangkan di lain tempat...


Evelyn memberontak ketika tubuhnya diangkat oleh Myke. Evelyn tidak tau kemana dirinya dibawa, sebab penglihatannya masih tertutup oleh kain.


Beberapa saat kemudian, tubuhnya terlempar ke atas ranjang. Myke membuka penutup kain di matanya. Gadis itu perlu menyesuaikan diri melihat ruangan dengan minim pencahayaan itu.


Tetapi Myke langsung memenuhi penglihatannya. Pria jahat itu berdiri di ujung ranjang sambil bertolak pinggang.

__ADS_1


"Myke lepaskan aku..." mohon gadis itu. Tidak terhitung berapa banyak air mata gadis itu berurai. "Kumohon jangan seperti ini Myke. Apa yang kau inginkan, semua bisa dibicarakan baik-baik."


Gadis itu memohon, tetapi malah menimbulkan gelak tawa Myke. Gadis ini terlalu polos, tidak tau betapa rumitnya kehidupan ini. Membicarakan dengan baik-baik? Dalam dunia bisnis, hal semacam itu tidak berlaku. Dunianya begitu keras sehingga setiap masalah harus diselesaikan dengan kekerasan.


"Jangan banyak bicara lagi gadis. Lebih kau diam dan nikmati setiap sentuhanku." entah sejak kapan Myke naik ke atas ranjang, dan mengukungnya.


Pria itu begitu berani meraba kulit lehernya. "Kumohon Myke. Apa salahku? Kenapa kau berbuat seperti ini padaku?" akhirnya kata-kata itu terucap dari bibirnya dan itu menarik perhatian Myke.


"Kau ingin tau kesalahanmu?" mencengkeram rahang gadis itu dengan kuat. Evelyn mengangguk samar.


"Karena kau wanitanya Aaron!" kecam pria itu penuh amarah. Manik yang tadinya penuh mendamba kini diliputi oleh emosi.


"Ya. Aaron, si brengsek itu. Dia selalu menjadi penghalang kesuksesanku! Aku sangat membencinya!" sentak pria itu. Emosi yang kian memuncak, Myke akhirnya melingkarkan tangan besarnya di leher Evelyn, kemudian menekannya dengan kuat.


"Dan kau, jika kau hancur, maka si brengsek itu akan hancur!" tanpa peduli wanita itu sudah kesulitan bernafas, Myke semakin menekan leher Evelyn.


Perlahan tapi pasti, pasokan oksigen di tubuh Evelyn kian berkurang. Evelyn tidak tahan lagi, kesadarannya mulai hilang dan pasrah jika memang harus mati di tangan pria ini, dari pada harus melayaninya.


Melihat Evelyn tidak bergeming, kesadaran Myke kembali. Pria itu melepas tangannya, "Evelyn!" mengguncang bahu Evelyn yang tidak kunjung bergerak. "Bangun Evelyn, jangan bermain-main denganku!" sentaknya.

__ADS_1


Tetapi sepertinya tidak berhasil, gadis itu benar-benar kehilangan kesadarannya.


"Evelyn... bangun..."


Bugh....


Myke terjerembab ketika sebuah pukulan benda keras di kepalanya.


"Bajingan! Beraninya kau!" geram Aaron yang entah datang dari mana.


Myke berusaha bangkit, tetapi Aaron tidak memberi kesempatan. Dengan brutal, Aaron melayangkan pukulannya. Pria itu bagai iblis, tidak peduli lawannya sudah lemah tidak tertolong lagi.


Aaron berhenti ketika Myke benar-benar tidak berdaya lagi. Seolah tidak ada puasnya, pria itu menembakkan senjata apinya. Tidak cukup satu kali, Aaron menembak pria itu berkali-kali, hingga Myke benar-benar kehilangan kesadarannya.


"Evelyn..." Aaron menjadi lemah setelah melihat betapa mengenaskan wanitanya di atas sana.


"Maafkan aku." melepas seluruh ikatan di tubuh yang kini sudah tidak berdaya lagi.


"Bangun Evelyn. Kumohon." untuk yang pertama kalinya setelah enam belas tahun, air mata pria itu membendung. Ya, pria itu menangis.

__ADS_1


Dipeluknya tubuh mungil Evelyn, berharap gadis ini terbangun. Tetapi sepertinya hal itu mustahil. Tubuh gadis ini sangat dingin, seolah seluruh organ tubuhnya berhenti berfungsi.


__ADS_2