Balas Dendam Tuan Muda

Balas Dendam Tuan Muda
Keinginan Nick


__ADS_3

"Benarkah? Wah Nona Lily hebat sekali. Sepertinya Nona Lily masih muda, tapi sudah berhasil mendapatkan dua gelar, saya salut." ujar Aaron malas, tapi kedua anak dan ayah itu sangat merasa senang mendengar pujian Aaron.


"Tuan Aaron terlalu memuji saya." ucap Lily malu-malu


Ketiganya mengobrol tanpa menghiraukan Evelyn yang duduk di antara mereka. Evelyn hanya duduk diam mendengar percakapan ketiga orang itu.


Evelyn pasrah jika Aaron tidak memperkenalkannya sama sekali, atau mengabaikannya seperti saat ini.


Evelyn juga tidak terlalu peduli melihat Lily yang sepertinya berusaha mencari perhatian suaminya. Karena dia sadar diri, bahwa Aaron tidak pernah menganggapnya biarpun dia menjadi istrinya.


"Tuan Aaron, sungguh kebetulan kita bisa bertemu di sini, padahal setelah ini saya berencana ingin membuat janji dengan Anda." tutur Nick penuh maksud.


"Benarkah? Ada apa gerangan Tuan Nick ingin menemuiku." tanya Aaron penuh selidik.


"Begini Tuan Aaron, kita sudah menjalin kerjasama sudah cukup lama dan selalu memberikan keuntungan untuk kita tentunya. Tidakkah Tuan Aaron berkenan untuk mempererat hubungan bisnis kita ini?" tutur Nick panjang lebar.

__ADS_1


"Maksud Tuan Nick apa? Langsung ke intinya saja, saya kurang mengerti." ujar Aaron dengan tatapan menyelidik.


"Maksud saya, saya ingin memperat hubungan bisnis kita dengan anda menikahi putri saya, Lily. Saya yakin, dengan Anda menikah dengan putri saya, kerajaan bisnis kita akan semakin kuat dan besar jika perusahaan kita bersatu." jelas Nick penuh semangat.


Aaron tersenyum sarkas, seraya menaikkan sebelah alisnya. "Aku harus menikahi putrimu ini?"


Nick tersenyum, "Benar sekali Tuan Aaron. Apakah anda bersedia? Saya yakin bukan hanya bisnis kita saja yang berkembang pesat, anda juga pasti bahagia jika menikah dengan putriku. Lily adalah gadis berpendidikan, saya bisa menjamin putri saya juga akan membuat Anda bahagia." tutur Nick penuh percaya diri.


Ingin sekali Aaron tertawa saat itu, berani sekali tikus kecil seperti Nick membuat kesepakatan dengannya. Apakah Nick sudah berbangga diri karena telah mendapat kepercayaan dari Aaron, membuatnya begitu percaya diri mengajukan kesepakatan seperti ini?


Mendengar itu membuat senyum Nick dan Lily pudar saat itu juga.


"Maaf..?" bingung Nick.


"Kau belum mengerti juga ya." kini Aaron sudah tidak menunjukkan kesopanannya lagi.

__ADS_1


"Maaf Tuan Aaron, saya kurang mengerti maksud Anda." Nick masih kebingungan saat itu.


Aaron berdecak kesal, kemudian langsung menarik Evelyn yang sedari tadi duduk di sampingnya, hingga terduduk di pangkuannya.


Nick dan Lily yang melihat Aaron menarik Evelyn ke pangkuannya dibuat terperangah. Karena terlalu sibuk dengan tujuannya, mereka sampai tidak menyadari keberadaan Evelyn di sana. Lagipula Aaron juga tidak mengenalkan Evelyn, tentu saja mereka semakin tidak peduli.


Evelyn memekik kaget ketika Aaron tiba-tiba saja menariknya. Dan lagi, sekarang tubuhnya sekarang ada di pangkuan Aaron. Tubuhnya seakan membeku ketika berada sedekat ini dengan Aaron. Jantungnya berdegup kencang ketika dia bisa dengan jelas merasakan deru nafas Aaron tepat di kulit wajahnya.


"Tu..tuan.." cicit Evelyn seraya menundukkan kepalanya.


"Sayang katakan kepada mereka, bahwa aku adalah milikmu. Katakan bahwa tidak ada yang boleh mengambilku darimu." ucap Aaron dengan lembut, menundukkan kepalanya untuk melihat wajah gadis itu.


Salah satu tangannya memeluk pinggang Evelyn erat, sedangkan tangan yang lain meraih tangan Evelyn. Lalu membawanya ke bibirnya, dikecupnya punggung tangan itu, entah Aaron sengaja atau tidak, pria itu menghembuskan nafasnya di sana, membuat Evelyn merasakan gelenyar aneh dalam tubuhnya. Jantungnya semakin berdetak kencang saja mendengar Aaron bicara selembut ini.


TBC ☘️☘️☘️

__ADS_1


__ADS_2