Balas Dendam Tuan Muda

Balas Dendam Tuan Muda
Sisi Lain Evelyn


__ADS_3

Jantung pria itu berdebar ketika melihat betapa bahagianya anak dan ibu itu setelah beberapa waktu tidak bertemu.


Tubuh yang sedikit mengeriput dengan selang infus melekat pada tangan ringkihnya berhasil membuat hati Aaron mencelos. Ternyata sungguh kejam dirinya yang dengan teganya memisahkan anak dari sang ibu.


Apalagi melihat air mata bahagia ketika melihat putrinya, telah membuat hati Aaron tercabik-cabik oleh rasa penyesalan yang begitu dalam.


"Tuan...."


Evelyn mengatupkan bibirnya rapat, ketika menyadari apa yang baru saja dia katakan. Gadis itu menarik diri dari pelukan sang Mommy, lalu mengusap air matanya yang mengalir ketika bertemu dengan Mommy Anastasia.


"Tuan? Siapa Tuan?" Tanya Mommy dengan suara lemahnya.


Evelyn jadi gugup, ketika mendapat pertanyaan itu, bibir mungilnya tanpa sadar memanggil suaminya dengan sebutan Tuan. Evelyn yakin Mommy pasti akan curiga.


"Itu Mom..."


"Hai Mom..." Terdengar suara berat Aaron dari belakangnya.


"Kau siapa?" Kening Mommy berkerut melihat pria yang saat ini berdiri di samping putrinya.


"Kenalkan, aku suami dari putrimu." Aaron tersenyum tipis.

__ADS_1


Mommy terdiam sejenak ketika mendengar ucapan pria yang mengaku sebagai suami dari putrinya. Mommy melihat Evelyn, mencari pembenaran dari kalimat itu.


"Iya Bu, dia suamiku...." Jawab Evelyn ragu.


Mendengar itu, Mommy menyunggingkan senyumnya, tatapannya melembut melihat Aaron.


"Aaron?" Mommy menatap Aaron dengan wajah berbinar, seakan kedatangannya begitu ditunggu-tunggu.


"Suamimu sangat tampan Elin..." Puji wanita itu. Mommy Anastasia memang tidak bisa menyembunyikan kekagumannya pada anak muda yang kini menjadi menantunya itu. Siluet rahang yang tegas dipadukan dengan pahatan hidung yang mancung dan mata yang tajam terpatri dengan indah di wajah mulus tanpa noda itu.


Evelyn hanya tersenyum tipis menjawabnya, dia bingung harus bagaimana bersikap saat ini.


"Iya Mom, aku Aaron. Maaf kalau aku baru bisa mengunjungimu sekarang." Ujar Aaron penuh penyesalan.


"Sekali lagi maafkan aku, ke depannya aku akan sering menjengukmu..."


"Tidak perlu sering-sering kemari Nak. Jaga saja putriku dengan baik, maka Mom akan senang. Mom sudah tua, mungkin umurku tidak akan lama lagi. Mom harap kelak jika Mom sudah tidak ada, kau bisa menjaga putriku dengan baik."


"Ibu..." Sanggah Evelyn menggelengkan kepalanya. "Jangan berkata seperti itu."


Evelyn menjadi sedih mendengar ucapan sang Mommy. Kata-kata itu seperti ucapan perpisahan dengannya.

__ADS_1


Mom tersenyum, "Mom menyayangimu sayang." Mengelus rambutnya.


"Baik Mom, aku janji akan menjaga putrimu dengan baik."


"Terima kasih banyak Nak. Hanya kaulah harapanku satu-satunya, Daddy sekarang sedang mendekam di penjara, tidak ada lagi yang bisa Mom harapkan selain dirimu." Kata Mommy penuh harap.


"Mom mohon, tolong jangan membuatnya menangis, karena kalau sudah menangis, anak ini sangat susah didiamkan, Elin sangat cengeng." Kata Mommy lagi.


"Mom..." Rengek Evelyn. Karena kalau tidak segera dihentikan Mommy bisa membongkar semua aibnya.


Mom terkekeh, "Tidak usah takut keburukanmu terbongkar di depan suamimu."


"Mom..." Evelyn mengerucutkan bibirnya kesal.


Tanpa mereka sadari, pria di tengah mereka dari tadi menahan agar tidak tersenyum. Pria itu berusaha mendatarkan wajahnya ketika melihat wajah lucu istrinya ketika merengek pada Mommy.


Leon tidak menyangkal bahwa dia terpesona melihat sisi lain dari istrinya yang tidak pernah dia lihat selama hampir setengah tahun menikahinya. Ternyata gadis itu aslinya sangat ceria, itulah satu hal yang didapat Aaron dalam pertemuan pertamanya dengan sang Ibu mertua.


Melihat keceriaan gadisnya saat itu, membuat Aaron teringat wajah Evelyn yang dulu selalu murung setiap melihatnya. Untuk yang kesekian kalinya, hati pria itu dirasuki penyesalan yang mendalam. Ternyata karena dirinya keceriaan dan dunia seorang gadis belia hancur hanya karena kerasnya hatinya.


TBC ☘️☘️☘️

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN VOTENYA YAAA 😀😀


__ADS_2