
β οΈβ οΈ tinggalin jejak nya setelah membaca biar tambah semangat lagi authornyaπ₯°π₯°π
****ππππ****
Mommy tidak sengaja melihat tanda merah kecil di dekat belahan dada menantu nya itu, karena Meli saat ini mengguna dres yang belalahan dadanya terlihat terbuka memperlihatkan gunung kembar nya yang begitu menonjol seolah olah hampir melompat dari tempat nya karena begitu terbuka nya belahan dada dres Meli.
"dada kamu kenapa Mel merah merah gitu?" tanya mommy.
*deg*
Meli yang tadi sudah melangkah untuk naik keatas langsung menghentikan langkah nya.
"oh ini tadi Meli periksa ke dokter kulit kata nya alergi mom, Meli kekamar dulu ya mom" kata Meli yang tidak ingin berlama lama lagi bicara dengan mertua nya itu.
*****
Keesokan hari nya...
Dimansion Ardian..
Meli duduk santai di dalam kamar nya sambil berbalas pesan dengan teman teman nya di hp nya, saat ini Meli hanya memakai dres mini yang transparan hingga melihatkan pakaian dalam nya yang bewarna hitam.
*ceklek*
Pintu kamar terbuka, Meli mengarahkan pandangan nya kepintu kamar, Meli tersenyum senang melihat siapa orang yang membuka pintu kamar nya.
"hai...sayang...!" kata Meli beranjak dari duduk nya berjalan mendekati Raka.
"kamu pulang, kamu menginginkan aku hhhmmm?" tanya Meli dengan suara sensualnya, tangan nya meraba dada bidang Raka.
__ADS_1
"ch, lepas!" Raka menepis kasar tangan Meli.
"Raka,,, kamu ini apa apain sih?" kata Meli dengan kesal. "kalo kamu menginginkan aku gak usah gengsi aku siap untuk melayani kamu karena aku istri kamu" tambah Meli.
Raka menggelengkan kepalanya ia tidak habis pikir ntah terbuat dari apa wanita di hadapan nya sekarang ini. "ini buat lo, gua kesini hanya untuk itu" Raka meletakan amplop di meja yang ada di dalam kamar itu.
Raka melangkahkan kaki nya menuju pintu untuk keluar dari kamar Meli. "gua berharap lo akan bersedia untuk datang!" Raka berpesan pada Meli setelah itu ia menetup pintu kamar Meli.
Meli mengambil amplop yang di berikan Raka membuka dan membaca isi kertas dalam amplop, mata Meli terbelalak ia tidak percaya dengan apa yang ia di baca. "si alan, bre ng sek kamu Raka, aku gak akan biarkan ini terjadi" geram Meli, ia lalu menghubungi dadyy nya.
Setelah keluar dari kamar Raka langsung saja berjalan cepat menuruni anak tangga untuk segera pergi dari mansion nya. Raka berniat untuk kerumah sakit karena pagi tadi ia tidak sempat untuk kerumah karena dirinya bangun kesiangan, Raka melihat jam yang melingkar di tangan nya waktu menunjukan pukul 20.30.
Raka pikir besok pagi saja ia kerumah sakit karena sudah terlalu malam Raka juga merasakan badan nya lumayan capek karena banyak nya kerjaan, jadwal rapat hari ini juga padat di tambah ia mengurus perceraian nya bersama Meli maka nya dari itu hari ini Raka tidak sempat untuk bertemu dengan anak nya karena urusan nya baru selesai hingga malam, Raka pikir mungkin Nadia juga masih marah dengan nya karena kejadian semalam.
Sedangkan dr Firman hari ini memang sengaja tidak masuk kerja di rumah sakit bahkan tidak menemui Nadia, dr Firman hanya ingin menenangkan diri nya jangan sampai nanti ia terbawa emosi lagi hingga membuat Nadia nanti bertambah marah, dr Firman seharian menghabiskan waktu di villa nya dengan pemandangan yang hijau membuat udara di sekitar villa nya sangat sejuk sangat pas bagi nya untuk menenangkan hati serta menjernihkan pikiran.
****ππππ***
Pagi hari di rumah sakit..
Raka di kejutkan dengan keberadaan kamar Nanda anak nya yang kosong, suster mengatakan Nanda di bawa dan di pindahkan keluarga nya kerumah sakit lain untuk alasan nya suster itu mengatakan ia tidak tau.
Raka geram dengan ini, ia bahkan sempat memarahi suster tadi, Raka menelpon no dr Firman yang ia dapat kan dari Rama orang tua dr Firman rekan bisnis Raka.
Sama hal nya dengan Raka, dr Firman yang tidak tau menahu juga kaget mendengar kabar dari Raka, ia segera meninggalkan villa nya menuju rumah sakit, niat nya ingin menenangkan diri beberapa hari disana gagal.
*bugghhh...*
Raka kesal dengan pernyataan dr Firman yang bilang kalo dirinya tidak tau sama sekali tentang ini. "bre ng sek katakan dimana Nadia dan Nanda?" teriak Raka.
__ADS_1
"Raka dengar! aku sama sekali tidak tau ini, aku juga baru tau dari kamu, aku kemarin tidak bertemu dengan Nadia aku kemarin berada di villa, kalo kamu gak percaya kamu bisa cek gps mobil aku" jelas dr Firman, ia tidak mungkin membalas pukulan Raka karena saat ini berada dirumah sakit, tidak mungkin ia membuat keributan tuk kedua kali nya
"kamu tenang dulu Ka, aku juga sama panik dan takut nya seperti yang kamu rasa, tapi masalah tidak akan selesai kalo dengan emosi dan panik, kita tenang dulu kita coba telpon keluarga dan sahabat sahabat nya", kata dr Firman pada Raka.
"sudah, semua nya tidak ada yang aktif nya!"
"kalo gitu kita cari dirumah dan juga kantor papah dan kaka nya" kata dr Firman.
"ok, kalo gitu kamu kerumah Nadia, aku kekantor orang tua nya " kata Raka pada dr Firman.
Saat mereka ingin pergi dari sana seorang suster datang dengan tergesa-gesa. "dok, dokter Firman !" seru suster itu.
Raka dan Dr Firman memberhentikan langkah nya, "ada apa sus?" tanya dr Firman.
"maaf dok saya tadi menemukan kertas ini di atas meja dekat ranjang pasien" kata suster itu memberikan kertas yang ia dapat ke dr Firman.
"oh iya makasih sus" kata dr Firman.
"sama sama dok, kalo gitu saya permisi!" pamit suster itu sopan.
Dr Firman dan Raka membaca kertas yang ternyata surat tulisan tangan dari Nadia, Raka sangat masih mengenali tulisan tangan wanita itu.
"tidaaakkk mungkin Nadiaa.."
~bersambung~
ππ hai terimakasih sudah membacaΒ dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nyaππ
ππSALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHORππ
__ADS_1
π I LOVE YOU ALL π