Beautiful Sin

Beautiful Sin
mencari Raka


__ADS_3

โš ๏ธโš ๏ธ tinggalin jejak nya setelah membaca biar tambah semangat lagi authornya๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ


๐Ÿ’™๐Ÿ’™๐Ÿ’™๐Ÿ’™


"Nad bukan nya kemarin kamu bilang dia itu suami kamu dan mommy juga lihat waktu itu kamu seperti nya sedang hamil, gak mungkin kan mommy salah liat" kata mommy Raka menatap Nadia dengan tatapan yang sulit di artikan.


*deg*


Bukan jantung Nadia saja yang berdetak kencang namun Ani , Putri dan Dina juga ikutan berdetak kencang seakan ingin melompat dari tempat. Nadia dan yang lain saling pandang, Nadia meremas tangan nya sendiri karena gugup.


"bod*h, bod*h, bod*h, ya ampun gua lupa gua pernah ketemu mommy waktu itu pake acara ngundang mommy segala ah Nadia kenapa b*doh gini sih? ya allah Nadia harus bilang sekarang kemommy Raka yang juga oma nya Nanda!" Nadia merutuki kebodohan diri nya bisa bisa nya lupa kalo dulu bertemu dengan mommy Raka.


"Nadia kok diam sayang?" tanya mommy Raka dengan menggenggam tangan Nadia menyadarkan Nadia dari lamunan nya.


"m-mom , i-iiiiiitttuuu" jawab Nadia gagap sekaligus gugup. "mmmm se-sebenar" semakin Nadia melihat wajah nya mommy Raka semakin Nadia merasa gugup.


"maaf mommy, mommy minta kita disini hanya buat nanyain itu saja ke Nadia? seperti nya Nadia belum siap cerita untuk privasi dengan kita kita" tanya Ani dengan mommy Raka, dalam.hati nya Ani tau kalo ia kurang sopan tapi mau gimana lagi melihat wajah sepupu nya yang gugup itu Ani tau Nadia belum siap untuk bicara tentang semua nya ke mommy Raka.


"ah maaf,bukan maksud mommy ingin tau dan ikut campur masalah privas kamu Nadia, its ok gak pa-pa gak usah di jawab, mommy cuman bingung aja" jawab mommy tersenyum.kaku setelah itu mommy menangis membuat Nadia, Ani,Dina, Putry jadi bingung.


"mommy kenapa Nangis?" tanya Putry.


"mommy gak tau lagi harus cerita sama siapa, tapi setelah gak sengaja ketemu kalian tadi mommy ingat kalo kalian dulu dekat banget sama Raka, siapa tau kalian bisa bantu mommy" kata mommy dengan air mata yang terus jatuh membasahi pipi nya.


"maksud mommy ?" tanya Dina.


"apa kalian tau tempat favorit nya Raka misalkan kalo lagi dia ada masalah atau kesal dia selalu pergi ketempat itu?" tanya mommy.


Nadia, Ani, Dina , Putry saling tatap, mereka mencoba mengingat ingat waktu dulu mereka bersama Raka.


"Raka gak pulang kemarin setelah pulang dari acara itu Raka langsung masuk kekamar tamu mommy kaget saat mendengar suara yang keras saat mommy liat kekamar tamu kamar nya sudah berantakan darah di lantai juga di mana mana, Raka langsung pergi saat Meli mau bersihin luka di tangan nya tapi Raka langsung pergi dengsn keadaan tangan yang masih berdarah dan kacau. mommy khawatir sebagai orang tua siapa yang gak khawtir kalo anaknya pergi dengan keadaan kacau Raka juga gak bisa mommy hubungin , ini juga salah mommy jadi orang tua gak bisa apa apa buat bahagiain anak nya mommy dari dulu sibuk pergi bolak balik luar kota dan negri meninggalkan Raka, saat seperti ini juga mommy merasa gak berguna jadi orang tua" kata mommy Raka panjang lebar bercerita.

__ADS_1


"mommy gak boleh ngomong gitu ,mommy itu adalah mommy terbaik, Raka sering cerita tentang mommy dan Raka bangga punya mommy kara mommy Raka juga sangat sayang kemommy" kata Nadia yang di angguki Ani, Dina dan Putry, mommy Raka semakin menangis mendengar itu.


"jadi benar momm Meli udah nikah sama Raka dan punya anak?" tanya Putry memastikan yang di ceritakan Meli itu benar.


"yah tapi Raka menikah dengan Meli ntah lah mommy gak ngerty, mereka gak terlihat seperti pasangan suami istri, mommy juga baru tau dari bi Inem kalo Raka selama ia pulang ke Indonesia Raka tidak pernah tidur dirumah, Raka selalu pergi malam saat mommy masuk kamar dan pulang pagi pagi sekali, Raka juga sering lembur di kantor" bukan maksud mommy Raka membuka aib rumah tangga anak sendiri, namun ia ingin Nadia tau kalo Raka masih benar cinta dengan nya.


"mommy juga mau minta maaf ya Nad sama kamu atas kepergian Raka, kamu pasti sedih banget saat itu karena Raka pergi gitu aja gak kabarin kamu, tapi itu ada alasan nya..." belum selesai mommy cerita Nadia sudah memotong nya.


"Nadia udah tau kok momm, Nadia tau daddy yang jelasin ke Nadia waktu Nadia nyari Raka kekantor, tapi itu masa lalu dan semua nya sudah berlalu momm, Nadia dan Raka juga sudah sama sama sudah mempunyai kehidupan baru , Raka bersama Meli Nadia sama ka Firman. " ucap Nadia dengan mata berkaca kaca, mommy Raka memeluk Nadia mereka berdua menangis saling berpelukan.


"sayang maafin mommy ya karena kebodohan mommy tidak berani ngelawan daddy Raka kalian berdua jadi menderita, ya allah sayang mommy sungguh merasa sangat berdosa pada kalian berdua" kata mommy menangis memeluk Nadia mencium pucuk kepala Nadia. Dina, Ani, Putry juga ikutan menangis.


"mommy benar benar hancur melihat anak semata wayang mommy hancur seperti sekarang tapi mommy juga tidak ada hak untuk meminta kamu lagi kembali bersama Raka karena kamu sebentar lagi jadi istri Firman dan Raka sudah jadi suami Meli." kata mommy.


"mommy Nadia kaya nya tau dimana Raka momm, Nadia baru ingat!" kata Nadia mommy langsung mengurai pelukan nya dan menatap Nadia.


"benar sayang kamu tau dimana?" tanya mommy dengan mata berbinar.


"ya udah ayo kita kesana dulu siapa tau Raka ada disana sekalian lo kalo ada yang mau lo omongin keRaka biar sekalian lo ngomong ntar" kata Ani.


Mereka semua ikut masuk mobil mommy Raka, Nadia baru ingat apartemen yang Raka beli dulu yang akan nanti nya mereka tempati setelah menikah dan akan membangun rumah yang besar kalo mereka sudah mempunyai anak namun sayang semua itu hanyalah rencana impian Raka dan Nadia yang nyata nya tidak akan pernah jadi kenyataan. Nadia menguatkan hati nya untuk kembali menginjakan kaki nya keapartemen Raka, ada perasaan sedih, kecewa ntah lah Nadia merasakan ia juga hancur saat bayangan bayangan dirinya dulu dengan Raka bercemb* mesra karena cinta, saat Nadia bemandikan keringat akibat pertempuran cinta meraka yang sudah menghasilkan seorang putra bernama Nanda.


"Nad lo gak pa-pa?" kata Ani mungkin disini Ani yang lebih tau cerita sedetil detil nya dan lebih peka ke Nadia karena Ani sepupu sekaligus sahabat nya.


"gua gak pa-pa Ni" jawab Nadia.


"Nadia sayang benar apartemen ini?" tanya mommy Raka untuk memastikan saat mobil yang ia kemudikan telah sampai.


"iya mom dulu Raka membeli apartemen disini tanpa satu orang pun tau selain Nadia, Raka bilang nanti kalo kami sudah lulus ia akan ngelamar Nadia dan akan ngajak Nadia tinggal disini dan biasa nya kalo Raka lagi kesal dirumah Raka selalu kesini kadang ngajak Nadia kadang Raka sendiri" jelas Nadia air mata nya sudah tidak bisa di bendung lagi.


"loh kok kami gak tau sih, jadi kalian sering kesini berduaan?" tanya Putry yang tidak peka dengan situasi. Ani memelototkan mata nya kePutry agar tu anak bisa ngerem mulut untuk membahas yang kurang penting malah membuat Nadia jadi gak nyaman dengan pertanyaan nya itu.

__ADS_1


"ya udah ayo momm!" ajak Nadia.


Beberapa kali mereka menekan bel pintu apartemen Raka tidak terbuka mereka yakin Raka ada didalam karena waktu mereka semua turun dari mobil mommy Raka melihat ada mobil Raka terpakir.


"kenapa pintu nya gak dibuka sih?" tanya mommy Raka gusar ia khawatir takut anak nya itu kenapa kenapa didalam.


"mommy sabar ya moom, astaga bod*h nya" kata Nadia merutuki dirinya sndiri saat ia ingat kalo pintu apartemen Raka ini kode pasword nya adalah tanggal hari jadian mereka.


"kenapa Nad?" tanya Dina.


"bentar lo kepinggir dulu, semoga Raka gak ganti paswordnnya, gua lupa kalo kode pasword nya tanggal jadian kami" kata Nadia namun air mata nya dari tadi terus mengalir ia juga takut Raka di dalam kenapa kenapa, kalo sampai Raka kenapa-napa Nadia juga tidak akan memaafkan diri nya sendiri.


"ya allah Nad kenapa gak dari tadi aja sih lo" gerutu Ani.


Saat Nadia memencet kode pasword ternyata masih sama dan tidak di ganti Raka. "masih sama pasword nya" gumam Nadia dalam hati.


"alhamdulillah.. ayo kita masuk!" ajak mommy.


Saat mereka semua masuk tidak ada satupun lampu di apartemen Raka yang nyala, mereka mencium bau alkhol yang menyengat.


"RAKKKAAA!!" teriak Nadia saat ia masuk kedalam kamar apartemen Raka, dulu Nadia dan Raka sering menghabiskan waktu bersama di kamar ini dan kamar ini juga saksi bisu cinta mereka dulu.


"Raaaakkkaaaa!" Tangis Nadia pecah, Mommy, Ani, Putry, Dina menengar tangis histeris Nadia mereka langsung menyusul Nadia untuk memastikan apa yang terjadi


bersambung


๐Ÿ’“๐Ÿ’“ hai terimakasih sudah membacaย  dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nya๐Ÿ’“๐Ÿ’“


๐Ÿ’“๐Ÿ’“SALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHUR๐Ÿ’“๐Ÿ’“


๐Ÿ’“ I LOVE YOU ALL ๐Ÿ’“

__ADS_1


__ADS_2