
β οΈβ οΈ tinggalin jejak nya setelah membaca biar tambah semangat lagi authornyaπ₯°π₯°π
****πππ*****
Di pagi yang sama di tempat yang sama yaitu rumah sakit tempat Nanda di rawat namun berbeda ruangam terlihat seorang laki laki dengan tatapan kosong. "Nadia ku harap apa pun pilihan kamu nanti itu akan membuat mu bahagia, harus kamu tau aku sangat mencintai kamu" lirih dr Firman memikirkan ini membuat nya jadi prustasi dengan menarik narik rambutnya dan memukul tembok mengakibatkan tangan nya sedikit berdarah.
dr Firman mengatur nafas serta memejamkan mata nya berusaha meredam emosi dan perasaan yang berkecamuk di hati nya. "kuat kan hati ku ya allah seandai nya aku tidak berjodoh dengan nya" batin dr Firman berdoa.
Dr Firman menghela nafas nya lagi saat melihat kearah jam yang melingkar di pergelangan tangan nya, ia langsung bangkit dari duduk berjalan menuju pintu keluar dari ruangan nya, hari ini dr Firman di tugaskan masuk pagi meski dirinya anak dari pemilik rumah sakit itu sendiri tapi dr Firman tidak pernah semena mena ia selalu profesional dalm bekerja dan juga tidak banyak yang tau tentang identitas dr Firman yang sebenar nya.
Pagi ini mood nya sangat buruk, maksud hati menemui Nadia dan Nanda sebelum bekerja menambah semangat nya di pagi ini tapi yang ada malah membuat mood nya hancur, mau tidak mau ia tetap melakukan tugas nya meski mood nya pagi ini sangat buruk, selama ia menjadi dokter ini pertama kali nya dr Firman bekerja dengan perasaan yang berkecamuk
dua orang suster yang bertugas bersama dr Firman merasa bingung sekligus heran karena tidak seperti biasa nya dr ganteng mereka itu seperti sekarang bahkan dr Firman idola hampir semua suster mau pun dokter wanita dirumah sakit ini.
****πππ****
*Tok,,tok,,tok!*
Bunyi ketukan pintu diruang kerja Raka. "masuk!" kata Raka.
"momm?" saat Raka melihat siapa orang yang masuk.
"masih sibuk Ka?" tanya mommy nya.
"ada apa momm?" tanya balik Raka.
"ish... anak ini sangat menyebalkan! apa kamu tidak bisa menjawab pertanyaan hingga selalu balik nanya bila mommy tanya kamu" kata mommy kesal ia memasang wajah galak nya sambil berkacak pinggang.
Raka terkekeh. "no momm Raka tidak terlalu sibuk, meski sibuk pun kalo untuk mommy sama sekali gak masalah" kata Raka bangkit dari kursi kebesaran nya berjalan mendekati mommy nya, membawa mommy nya duduk di sofa yang ada diruang kerja nya itu.
"ck, dasar kamu ini" kata mommy pada Raka kemudian mengambil amplop yang ada di dalam tas nya memberikan nya pada Raka, Raka menepuk jidat nya sendiri ketika melihat amplop yang bertuliskan nama rumah sakit.
"sorry mom Raka benar benar lupa karena mengurus masalah kantor anak cabang kita" kata Raka meminta maaf pada mommy nya, Raka hari ini benar benar sangat di sibukan rasa lelah dan emosi mengurus cabang perusahaa nya di kota M itu bercampur jadi satu karena menger keuangan di kantor cabang di kota M itu melakukan korupsi yang lumayan banyak dan jelas kelakuan meneger itu berdampak buruk untuk perusahaan nya di kota M.
"no problem karena mommy tau kamu pasti sangat sibuk mengurus masalah perusahan anak cabang kita, sekalian juga tadi mommi tengokin cucu mommy yang ganteng itu" ini sudah kedua kali nya si grandma nya Nanda yang masih sangat terlihat cantik ini menemui cucu nya Nanda, pertama kali mommy menemui Nanda bersama Raka saat pertemuan itu terjadi tangis haru di dalam kamar rawat Nanda antara mommy, Nadia juga mamah Ros, mommy juga mengucapkan maaf beberapa kali dengan Nadia juga mamah Ros karena keluarga nya Nadia juga keluarga Nadia mendapatkan masalah dan membuat Nadia menderita bahkan di saat wanita itu tengah mengandung cucu nya memikirkan dan membayang kan itu selalu membuat ia menangis.
"thanks mom, mommy memang best of the best"
"ya udah di buka amplop mommy udah gak sabar dari tadi" kata mommy antusias.
Raka langsung membuka amplop yang ada di tangan nya,mengambil kertas yang ada di amplop dan membaca hasil nya bersama mommy, senyum lebar terbentuk di bibir Raka dan mommy nya ketika membaca hasil tes dna Raka bersama Aurelia.
__ADS_1
"ya allah alhamdulillah" kata Raka bersykur dengan ini Raka bisa menggunggat cerai Meli, tapi ia juga sedih dengan nasib Aurelia yang sudah ia sayangi seperti anak kandung nya sendiri.
"Raka kamu harus cepat bertindak nak!" kata mommy pada Raka.
"yes momm, kita perlu bersabar sedikit lagi orang orang suruhan Raka sudah Raka perintahkan untuk selalu mengawasi gerakan Mely tanpa sepengetauan Meli mau itu dalam mansion dan di luar mansiaon" kata Raka, ia memang meminta orang orang nya untuk selalu memantau gerak gerik Meli, Raka tidak mau gegabah ia perlu mengumpulkan beberapa bukti bukti yang lain agar gugatan nya nanti langsung bisa di setujui hakim.
"ya udah kalo gitu mommy pulang dulu ya sayang, ingat jaga kesehatan kamu jangan kaya robot kalo sudah bekerja sampai lupa semua nya" pesan mommy pada anak nya yang sekarang memang gila kerja.
"yes momm" Raka mencium pipi kiri dan pipi kanan mommy nya.
*****ππππ****
Sore hari dirumah sakit Nadia bingung kenapa dr Firman tidak datang dan tidak terlihat batang hidung nya padahal pagi tadi bilang dr Firman sebelum ia bekerja ia akan menemui Nadia dan juga Nanda namun sampai sore hari de Firman tidak ada kabar nya membuat Nadia merasa bingung juga khawatir takut tunangan nya itu kenapa-kenapa.
"kamu kenapa Nad ?" tanya mamah Ros pada anak nya yang terlihat gusar.
"gak ada apa apa kok mah" jawab Nadia dengan senyuman.
"kamu yakin sayang gak kenapa kenapa?" mamah Ros sangat tau ada sesuatu yang sedang anak nya itu pikirkan.
"ya mah Nadia gak kenapa kenapa" kata Nadia meyakin kan mamah nya.
"ya sudah, tapi ingat kalo kamu ada masalah jangan di pendam sendirian!" kata mamah Ros ia tidak ingin memaksa anak nya untuk bercerita meski ia tau saat ini ada sesuatu yang mengganggu pikiran anak nya itu.
"mama pulang di jemput papah?"
"tidak, papah kamu tadi pagi mengurus kerjaan nya di luar kota, mamah pulang naik taksi mungkin magrib atau isa papah kamu sudah sampai rumah mamah mau masak masak dulu buat makan malam" kata mamah Ros.
"hati hati ya mah" Nadia mencium kedua pipi dan punggung tangan wanita yang sudah melahirkan nya.
"kamu juga ya sayang, jagain juga cucu oma yang ganteng ini" mamah Ros membelai lembut kepala cucu nya yang sedang tidur.
Setelah itu mamah Ros keluar dari kamar rawat Nanda, kini Nadia hanya berdua bersama Nanda anak yang sedang tidur, Nadia duduk di sofa ia tengah melamun memikirkan masalah nya di tambah dengan dr Firman yang hari ini tidak ada kabar nya.
Terdengar suara pintu terbuka Nadia tersadar dari lamunan nya menolehkan kepala nya untuk melihat siapa yang datang yang ternyata seseorang yang hari ini sudah membuat nya merasa cemas karena tidak ada kabar nya orang itu adalah dr Firman datang dengan tangan yang membawa buket bunga mawar yang indah juga besar karena hampir menutupi wajah dr Firman yang membawa nya.
(buket bunga yang di bawa dr Firman untuk Nadia)
"kakak kemana aja kenapa gak ada kabar nya dari tadi pagi terus gak bisa di hubungi juga" Nadia langsung mencecar dr Firman yang baru menutup pintu dengan pertanyaan memasang muka cemberut nya.
__ADS_1
Dr Firman terkekeh pelan melihat wanita nya seperti sedang merajuk, ia mendekati Nadia dengan senyuman namun itu tidak bisa di lihat Nadia karena wajah dokter itu tertutup buket bunga besar yang di bawa nya.
"sorry darling" dr Firman menyerah buket bungan ke wanita nya, Nadia menerima itu dengan wajah datar nya padahal dalam hati nya ia sangat senang, tapi ia ingin mengerjai tunangan nya itu dengan pura pura merajuk dan Nadia tidak merespon dr Firman, Nadia beranjak dari duduk nya menuju sofa yang lebih panjang di ruangan sebelah nya ia membawa buket bunga itu meletakan nya di meja, kamar rawat Nanda selain ruang nya ada juga satu ruangan dengan sofa juga meja untuk orang orang yang datang membesuk agar si pasien tidak terlalu terganggu.
Dr Firman mengikuti Nadia, ia memeluk Nadia dari belekang sesaat ia men ci um pelan leher wanita nya itu menghirup dalam dalam aroma wanita nya itu, Nadia sempat memejamkan mata nya tubuh nya meremang ketika lehernya merasakan hembusan nafas hangat dr Firman.
"sayang kamu marah, maaf aku sangat sibuk hari ini banyak pasien yang harus aku tangani pagi tadi ada pasien dadakan yang harus segera di oprasi aku gak sempat ingin kabarin kamu tadi di tambah aku tadi keliling periksain satu satu pasien ku yang rawat inap dirumah sakit, setelah selesai aku langsung ketoko bunga terus kesini untuk ketemu kamu" kata dr Firman sedikit berbohong padahal sebab ia tidak.datang pagi karena melihat Nadia dan Raka dan untuk masalah ia tidak ada kabar itu karena dr Firman menenangkan dirinya dulu sebelum ia menemui wanita nya itu.
Dr Firman semakin mengeratkan pelukan nya seakan akan takut Nadia meninggalkan nya padahal memang itu lah yang ia rasakan saat ini, sesekali men ci umi leher wanita nya itu.
Nadia tidak bisa marah dengan tunangan nya itu ia mengusap lembut tangan dr Firman yang melingkar di perut nya, seketika Nadia kaget saat bola mata nya melihat punggung tangan dr Firman yang terlihat memar Nadia langsung memutar badan.
"ini tangan kenapa?" tanya Nadia dengan wajah antara cemas, panik juga marah.
Dr Firman terkekeh melihat wajah wanita nya seperti itu membuat dr Firman merasa gemas sendiri. "gak kenapa kenapa kok sayang" jawab dr Firman.
"gak kenapa-napa gimana orang tangan nya sampai kaya gini" kata Nadia ngegas karena kesal dengan tunangan nya yang bilang gak kenapa-napa malah laki laki itu tertawa.
"ish... di tanyain juga, ini kenapa jadi sampai kayak gini sih ka, bilang gak sama Nadia ini kenapa tangan nya jadi kayak gini" kesal Nadia mengerucutkan bibirnya.
"idih itu mulut udah kaya bebek aja" ledek dr Firman.
"biarin" jawab Nadia yang makin kesal di bilang kaya bebek.
"coba sini liat lagi tangan nya" pinta Nadia yang masih duduk berhadap hadapan dengan dr Firman.
Nadia menarik tangan dr Firman, ingin mengolesi cream khusus luka memar dan lebam, Nadia mulai mengoles perlahan punggung tangan dr Firman, Nadia fokus mengolesi punggung tangan dr Firman dan dr Firman melihat wanita nya seperti itu rasa nya ingin kembali merasakan manis nya bi bir wanita nya itu.
Dr Firman mendekatkan wajah nya dengan Nadia yang masih fokus hingga selesai. "makasih sayang" kata dr Firman dengan suara se xy nya.
Mendengar itu Nadia menaikan pandangan juga wajah nya seketika ia menahan nafas nya saat wajah nya sangat dekat dengan dr Firman bahkan hidung mereka sudah saling bersentuhan.
Dr Firman mendekatkan wajah serta memiringkan kepalanya dengan menarik tengkuk leher Nadia, bi bir nya sudah semakin dekat dengan bi bir Nadia bersamaan dengan itu seseorang datang membuka pintu.
"ba ng sat apa yang lo lakukan an ji ng?"
~bersambung~
ππ hai terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nyaππ
ππSALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHORππ
__ADS_1
π I LOVE YOU ALL π