
Raka melajukan kuda besi nya , membelah jalan ibu kota yang lumayan padat, sesekali mengusap punggung tangan Nadia yang melingkar memeluk pinggang nya. Raka tersenyum merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Setelah sampai ketempat tujuan Raka memberhentikan kuda besi nya itu, membantu Nadia melepas kan helm yang di kenakan Nadia. " terimakasih " ucap Nadia dengan senyum manis nya. Nadia memperhatikan di sekitar, ia nampak bingung.
" ayo masuk ! " ajak Raka menarik pelan tangan Nadia. " ini apertemen aku sendiri yang nantinya akann jadi apertemen kamu dan tempat kita tinggal " jelas Raka karna melihat muka Nadia yang kebingungan.
" maksud nya tempat kita, apartemend aku ? " Nadia masih dengan kebingungan nya.
Raka menarik Nadia mengajak nya duduk di kursi yang ada diruang tamu, di belainya lembut pipi Nadia. " gini lo yank, ini apartemend baru aku beli "
" kan kamu udah punya rumah, gede lagi udah kaya istana gituh " potong Nadia, Raaka tersenyum.
"Dengarin penjelasan aku dulu dong sayang, jangan asal potong aja" Raka mencubit hidung mancung Nadia. Nadia mendengus kesal memajukan bibir nya, membuat Raka gemas ingin rasanya menyambar bi bir itu. Raka pun langsung menyambar bi bir wanita nya itu yang rasa nya manis dan membuat Raka candu.
"Mmmmmppphhh..." Nadia kaget, ingin brontak tapi apa lah daya kekuatan nya terkalahkan dengan Raka, semakin lama semakin dalam dan semakin panas, merasa Nadia hampir kehabisan oksigen , Raka melepaskan ci um an nya.
"Aku beli ini khusus nanti buat kita tinggal bersama setelah nikah, siapa tau aja lulus nanti kamu bersedia aku lamar, kan nikah sambil kuliah bisa, jadi kita itu sudah punya tempat tinggal sendiri, gak ikut sama orang tua kita" jelas Raka panjang kali lebar.
" HAH NIKAH ? " Nadia membeo , masih mencerna setiap kata kata yang keluar dari mulut lelaki yang di cintai nya itu.
" iya sayang aku , aku mau nya kamu dan menua bersama, bahagia bersama melihat anak cucu kita ketawa " ucap Raka membelai pipi Nadia.
Nadia ketawa mendengar ucapan Raka. " kamu itu kejauhan mikir nya, lulus aja belum, kerja juga belum, mau kasih aku makan apa hmm ? "
" tenang saja, kamu lupa siapa aku ? Aku beli ini juga pakai uang aku sendiri, orang tua aku gak tau, hanya kamu saja yang tau dan orang pertama yang aku kasih tau "
" uang dari mana kamu beli ini , atau kamu ..?"
" aissh... Kamu jangan berpikiran buruk dulu, ini uang aku penghasilan sendiri, karna aku punya saham di perusaham bokap meskipun saham yang aku tanam tidak.begitu besar, tapi lumayan lah penghasilan yang aku dapat, belum lagi dapat jatah uang jajan bulanan dari nyokap bokap aku " jelas Raka panjang kali lebar memotong perkataan Nadia. Nadia mengangguk kan kepala nya dan membentuk mulut nya hurup "O".
"Dan nanti ada satu tempat lagi, tapi agak jauh, kita bisa kesana nanti setelah selesai uan sekalian liburan , biar bisa ajak yang lain" timpa Raka.
" wah liburan " Nadia langsung melebarkan mati dengan senyum yang melebar, terlihat begitu senang. Raka pun tersenyum mengangguk. Nadia berjalan kearah dapur, melihat lihat semua yang ada disana.
" Ka apa kamu lapar ? "
" Mmmm lumayan lapar sih "
" kamu mau makan apa ? Biar aku yang masakin " tanya Nadia, karna tadi Nadia melihat isi lemari es di dalam nya ada daging, ayam, telur, sayur sayuran , buah buahan dan lain - lain "
Raka tersenyum menyeringai, Nadia mengerecutkan kaning nya, pirasat nya mengatakan sudah yang tidak-tidak. " aku mau nya makan kamu aja " jawab Raka langsung merangkul Nadia kedalam dekapan nya dan mendaratkan bi bir nya ke bi bir Nadia.
Nadia kaget dengan serangan Raka. Ia memberontak namun Raka makin meeratkan dekapan dan lu ma tan bi bir nya. Nadia pun akhir nya pasrah dan terbuai dengan apa yang Raka perbuat. Meski pun hati nya mau menolak karna kepikiran ucapan Ani, tapi tubuh nya berkata lain dan menginkan lebih.
__ADS_1
Raka pun meneruskan aksinya, Nadia merasakan sensasi yang serasa membuat nya terbang melayang.
Raka menggiring Nadia menuju ranjang yang berukung king size dan merebahkan Nadia perlahan, tanpa melepaskan lu ma tan bi bir nya.
" sssssttttt..." Nadia mengeluarkan de sah an akibat tangan nya Raka yang sudah mulai menjelajah.
Raka berhenti sejenak dari kegiatan nya dan menatap mata Nadia, ia tersenyum mendengar de sah an yang keluar dari mulut nya Nadia, bagi Raka itu seperti nyanyian cinta yang sangat merdu yang Nadia nyanyikan.
Melepaskan lu mat an bi bir nya, ci um an Raka turun keleher jenjang nya Nadia dan turun lagi kegunung kembar Nadia, ia mengisap choco chip yang ada di gunung kembarnya Nadia, sembari me re mas gunung kembarnnya Nadia.
" aagghhhh... Raka " de sah Nadia, Nadia menatap Raka, Raka melihat tatapan Nadia yang menatap mata nya dengan arti Nadia meminta lebih dan sudah tidak tahan, Raka tersenyum menyeringai, Raka tidak mau langsung , ia masih mau bermain main dulu sebelum ular nya masuk kelobang goa nya Nadia. Raka yang memang seorang casanova, sudah berpengalaman masalah keluar masuk lobang goa. Di tambah ia dari keluarga pengusaha kaya, meski pun ia tampil dengan sederhana , dan teman- teman sekolahnya masih banyak yang belum tau siapa Raka, hanya sedikit teman sekolah nya yang tau siapa Raka itu pun yang benar dekat dengan nya, tapi lain hal nya dengan teman teman nya di luar sekolah nya, siapa yang tidak kenal dengan keluarga Ardian.
" Rakkkaa " Nadia menarik rambut Raka, merasakan geli dan rasa panas karna li dah Raka yang sudah mendarat di permukaan goa nya, dan menari nari dilobang goa nya.
" kenapa sayang hhmmm? " tanya Raka berhenti sejenak dengan suara parau menahan gai rah, ia pun kembali melakukan kegiatan nya, lidah nya yang menari nari di permukaan goa, perlahan dua jari nya memasuki lobang goa Nadia di gerakan nya dengan gerakan maju mundur.
"Ahh.. Ahh... Ahh..." Nadia men de sah, ia merasakan nikmat yang benar nikmat, me re mas sprei dan menggelengkan kepala nya
" memohon lah sayang, katakan kalo sudah tidak tahan lagi " Raka tersenyum karna ia tau Nadia sudah ingin di masuk anaconda nya, ia merasakan goa nya Nadia yang malai basah. Semakin cepat Raka menggerakan keluar masuk dua jarinya sembari me ngi sap daging kecil yang ada di lobang goa nya Nadia, sesekali li dah nya menari nari dan masuk kelong goa nya Nadia.
" aagghhh ,,,, Raka please " pekik Nadia di barengi dengan de sah an , ia merasakan ada yang keluar dari lobang goa nya, Raka me ngi sap dan men ji lat cairan yang keluar dari lobang goa nya Nadia, ia melepaskan pakaian nya dan mengarahkan anaconda nya kelobang goa nya Nadia sambil me lum at bi bir nya Nadia, Raka mulai mehentakan pinggul nya beberapa kali, hingga anaconda nya berhasil menerobos lobang goa nya Nadia.
" aaaaaggghhhhhh " erengan keduanya bersamaan, Nadia memejamkan matanya meremas pergelangan Raka merasakan sedikit perih, Raka berhenti sejenak membiarkan anaconda nya didalam lobang goa nya Nadia, mata nya terpejam merasa anaconda cenat cenut di apit lobang goa nya Nadia.
" aggghh... Sayang kamu sungguh nikmat, punya kamu sempit, aku suka yang " Raka berucap sembari men de sah
" ahhh.. Ahh.. Ahh... " Nadia men de sah, Raka mempercepat gerakannya, Raka membalikan badan Nadia membelakangi Raka, ia mengarahkan anaconda nya dari belakang nya Nadia.
" Aaaaggghhhhh.. " Nadia terpekik men de sah merasakan lobang goa nya penuh dan sesak akibat masuknya anaconda nya Raka.
Kembali Raka bergerak dan semakin mempercepat gerakan nya. " kaaa , aku mau kencing " ucap Nadia antra men de sah
" keluarin aja yang, kita bareng! , aahhh " de sah Raka, bunyi pertemuan antar kulit pun semakin nyaring, Raka semakin mempercepat dan mempercepat.
" aagggghhhhh .... Sayang aku keluar " erangan dan de sah an Nadia.
" ya sayang, sebentar lagi aku juga akan keluar " Raka terus memompa menggerkaan pinggulnnua semakin cepat dan akhir nya " aggghhhhhh " erangan Raka , akhirnya ia sampai di puncaknya dan mengeluarkan cairan nya di dalam.lobang goa nya Nadia. Ia me nge cup kening Nadia dan berbaring disamping Nadia
"Ka kamu keluarin di dalam lagi ?" Tanya Nadia dengam wajah agak kuatir.
"Hm... Kenapa , kamu takut hamil dan aku tidak bertanggung jawab" jawab Raka dan bertanya, ia tau apa yang di pikirkan wanita yang ia cintai.
__ADS_1
" bukan begitu juga , tapi ya salah satu nya itu juga sih " jawab Nadia, Raka menaikan satu alis nya , ia bingung dengan yang di maksdu Nadia.
" apa sih yang, gak jelas banget "Raka memeluk Nadia, menangkup pipi Nadia dengan kedua tangannya, mengarahkan agar Nadia menatap nya.
" dengarin aku, aku tidak akan membiarkan kamu menderita sedikit pun, kalo pun kamu hamil aku pasti akan bertanggung jawab, aku tidak mungkin.pergi dan jadi lelaki brengsek, kalo kamu mau kita nikah sekarang juga aku siap " ujar Raka.
Nadia tersenyum , menganggukan kepala dan memeluk Raka ,Raka mengelus kepala Nadia dan me nge cup puncak kepala nya Nadia
"Ka kita pulang yuk, udah jam berapa ini ?"
" ya udah , bersihin dulu , apa mau mandi bareng"
"Jangan macam macam deh, yang ada nanti pulang nya.malam"
" hhhhee ya udah , kamu bersihin di kamar mandi, aku bersihin di kamar mandi luar " Raka berjalan menuju arah pintu tanpa sehelai benang, Nadia melihat hanya menggelengkan kepala nya.
Selesai ritual bersih bersih nya Raka melajukan kuda besinya menuju rumah Nadia, Nadia melingkar kan tangan nya mememeluk Raka dari belakang. Kuda besi nya Raka pun berhenti setelah sampai dirumah nya Nadia, Raka membantu Nadia melepaskan helm nya Nadia.
"Baru pulang Nad, habis dari mana loe ?" Nadia dikagetkan dengan suara dari arah pintu rumah nya, membalikan badannya dengan senyuman, melihat kakanya Ian berjalan menghampirinya.
"Siapa dia, temen atau cowo loe" Ian menunjuk Raka dengan dagunya, mata nya menelisik Raka dari atas sampai bawah.
Nadia hendak menjawab dan menjelaskan dengan Ian kaka nya tapi gagal karna Raka duluan memotong dan menjawab pertanyaan dari kaka nya. "Maaf ka, tadi kami tidak langsung pulang, kami ngumpul sebentar dan makan makan sama yamg lain nya juga" jelas Raka, Ian hanya menaik satu alisnya.
"Dan perkenalkan nama saya Raka Ardian, saya cowo nya Nadia" Raka berucap dengan sopan , membungkukkan badannya sedikit dan mengulurkan tangannya.
Ian memandang Raka, ia tidak langsung menerima uluran tangan nya Raka, namun beberapa detik kemudian Ian menerima tangan nya Raka. "Gua Ian kaka nya Nadia, jadi loe cowonya Nadia ?"
Raka mengangguk."Tapi bentar , rasa nya gua kaya pernah liat elo dan nama loe Raka Ardian kaya gak asing " ujar Ian merasa ia pernah melihat Raka namun lupa.
"Iya kali muka nya Raka kan emang pasaran" celutuk Nadia.
"Ok ok,, ingat loe jangan pernah nyakitin hati adek gua, kalo gua tau sedikit aja lo.bikin adek gua meneteskan air mata nya karna elo, habis lah elo " Ian berucap dengan menggerakan tangan nya kelehernya , seolah ia akan memotong kepala Raka.
Gleekk.. Raka merasakan berat meneguk salivanya. Ia hanya mengangguk.
" aaahh kaka, gua jadi terhuraa, eh salah terharu, begitu sayang kah elo pada adik mu ini ?" Nadia memasang wajah imut dan menyenggol nyenggol bahu kaka nya.
"Idih jangn kepd an deh lo, ini memang sudah kewajiban gua sebagai kaka melindungi adiknya, karna tidak.mau ading nya dimakan oleh buaya nanti "
" hah .. Buaya ? Siapa yang di maksud nya buaya, gua kah yamg dimaksud buaya" gumam Raka dalam hati.
__ADS_1
🥰💓 Jangan.lupa kasih LIKE,VOTE,KOMEN nya ya guys,, biar tambah semangat author nya💓🥰