Beautiful Sin

Beautiful Sin
jalan keluar


__ADS_3

Waktu terus berganti, dua minggu sudah Nadia keluar dari rumah nya danย  tinggal di apartemen dokter Raisa. Nadia lebih banyak berdiam diri di kamar, seperti raga yang tak bernyawa, hidup tapi mati.


SAKIT


Sungguh sakit rasa nya di tinggal orang yang di cintai, pergi tanpa pamit dan meninggalkan ia sendirian, Nadia merasa hati nya sakit, apa lagi Nadia di tinggal dengan keadaan ia hamil.


Sakit sungguh sakit ketika melihat orang tua nya berurai air mata, Nadia merasa sakit hati dan marah dengan diri nya sendiri yang sudah melukai hati orang tua dan kaka nya.


Sesekali Nadia keluar dari kamar nya melakukan kegiatan seperti memasak bersama dengan dr Raisa atau nonton film bersama Ian dan dr Raisa bila jadwal dr Raisa di rumah sakit off atau pulang kerja lebih cepat. Dr Raisa sangat baik, ia selalu memberi semangat kepada Nadia agar tidak berlarut larut dalam kertepurukan.


"Hai Nad!" seru dr Raisa berjalan mendekat ke Nadia yang dari tadi asik melamun di balkon kamar nya. Namun yang di panggil tidak menanggapi, Nadia masih asik dengan pikiran nya, pipi nya juga sudah basah karena tidak bisa menahan bendungan air mata nya.


"Nadia, hei kamu kenapa ngelamun?" dr Raisa menepuk pelan pundak Nadia.


Nadia kaget dengan kehadiran dr Raisa, segera ia menghapus air mata yang membasahi pipinya.


"Ya ka, ada apa ka ?" tanya Nadia.


Dr Raisa menelisik wajah nya Nadia, ia mengerutkan kening nya sebelah. "Kamu kenapa nangis?" tanya dr Raisa lembut.


Nadia menggelengkan kepala nya. "Nadia gak nangis kok ka" elak Nadia.


"Terus kenapa mata kamu merah? Kamu itu gak bisa bohongin kaka Nadia"


"Mata Nadia tadi kemasukan debu jadi merah ka". Nadia tidak ingin ketauan menangis, yang nanti nya membuat dr Raisa dan kaka nya Ian jadi ikutan sedih.


"Ada apa hm? Cerita sama kaka sini!" dr Raisa menepuk nepuk kursi kosong di sebelah nya yamg ada di balkon kamar Nadia.

__ADS_1


Nadia melangkah kan kaki nya dan mendaratkan pan tat nya di kursi sebelah dr Raisa.


"Kamu nangis lagi kepikiran lagi ya?" tanya dr Raisa lagi.


Nadia mengangguk pelan, air mata jatuh lagi menetes. Dr Raisa yang melihat Nadia menangis langsung merangkul Nadia kepelukan nya dan mengusap pelan belakang nya Nadia.


"Sssstttt jangan nangis, Nadia harus kuat dan semangat, Nadia tidak sendirian ada aku dan Ian kaka kamu yang akan selalu ada buat kamu" ucap dr Raisa lembut, ia mengurai pelukan nya dan menatap lekat Nadia.


"Nadia hanya kepikiran dan takut nanti nya anak yang di kandungan Nadia kalo sudah lahir dan besar nanti akan di cemooh orang orang.karna lahir tanpa seorang ayah" ucap Nadia sedih.


"Itu tidak akan , nanti kita pikir kan bagaimana yang baiknya dan terbaik untuk kamu dan anak kamu kedepan nya. Tidak akan ada yang nanti mencomooh kamu maupun anak kamu, karna aku dan Ian tidak akan membiarkan orang orang menyakiti kalian mau itu sekarang atau nanti!" ucap dr Raisa yang terdengar tegas.


"percaya lah semua nya akan baik baik saja selagi kita selalu berdoa dan mendekatkan diri dengan Alllah, Allah menyayangi setiap umat nya, setiap kejadian pasti ada hikmah nya" tambah dr Raisa lagi


Nadia.memeluk dr Raisa. "Makasih kaka sudah baik banget sama Nadia" ucap Nadia tulus.


"Kamu gak bosan apa di apartemen mulu, gak ada niatan mau jalan jalan gitu?" tanya dr Raisa.


"Gak ada ka, Nadia malas keluar" Nadia menggelengkan kepala nya.


"Tapi Nadia merasa kangen aja sama mamah, papah sama sahabat sahabat Nadia" ucap Nadia lagi sedikit tersenyum ketika menyebut sahabat teringat kekonyolan mereka kalo sudah pada ngumpul mau itu di sekolah mau pun di luar rumah.


"Gimana kalo kamu ajak teman teman kamu ngumpul, kamu kan lama gak ketemu, gimana kalo kita makan makan ntar kaka traktir makan deh" saran dr Raisa dengan Nadia.


"Nanti deh ka, Nadia males banget jalan keluar" tolak Nadia, sebenar nya Nadia begitu kangen dengan sahabat sahabat nya itu, tapi Nadia saat ini merasa belum siap bertemu apa lagi buat jalan jalan keluar, Nadia merasa lelah , lelah dengam pikiran dan masalah hidup nya.


"Kalo gitu mereka aja yang kesini, sekalian aja kita masak dan makan bersama" dr Raisa memberi saran lagi, sebenar nya dr Raisa ingin menghibur hati Nadia , ia merasa kasian dengan Nadia yang setiap hari nya terlihat murung dan melamun bila ia sendirian, dr Raisa tidak masalah dan tidak merasa keberatan sama sekali kalo sahabat sahabat Nadia keapartemen nya , malah senang juga banyak teman nya karna ia sebelum Nadia tinggal dengan ia sering merasa kesepian.

__ADS_1


"Mmmmm, Nadia malu ka ketemu sama mereka, Nadia belum siap" jelas Nadia.


"Kenapa harus malu, mereka kan sahabat sahabat kamu, dan kamu sahabatan udah lama. Siapa tau dengan kehadiran mereka perasaan kamu akan lebih baik" ucap dr Raisa.


"Nadia malu ka dengan kadaan Nadia sekarang"


"Nadia perut kamu masih rata juga , gak.ketauan juga kan kamu hamil?"


"Tapi nanti bikin repot ka Caca, kalo sudah ngumpul pasti rusuh" ucap Nadia tersenyum karna teringat waktu Nadia Cs ngumpul, kalo sudah pada ngumpul udah kaya pasar rusuh nya.


"Gak papa Nadia, kan ada kaka kamu Ian yang nanti membereskan kerusuhan nya" canda Dr Raisa.


"Ya udah biar kaka suruh si Ian nanti yang jemput mereka, kaka mau belanja dulu ke supermarket buat kita masak masak nanti, kamu mau ikut?"


Nadia sebenar nyaย  sangat malas keluar, tapi ia merasa tidak enak dengan dr Raisa yang belanja sendirian buat keperluan acaraย  masak masak bersama sahabat sahabat nya, Nadia akhirnnya mengangguk.


"Ayo mumpung masih pagi, jdi kita bisa makan siang bersama" dr Raisa menarik tangan Nadia.


Nadia dan dr Raisa pun berjalan keluar dari apartemen ny menuju sebuah minimarket yang ada di sekitar apartemen ny dr Raisa.


~bersambung


๐Ÿ’“๐Ÿ’“ hai terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nya๐Ÿ’“๐Ÿ’“


๐Ÿ’“๐Ÿ’“SALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHUR๐Ÿ’“๐Ÿ’“


๐Ÿ’“ I LOVE YOU ALL ๐Ÿ’“

__ADS_1


__ADS_2