Beautiful Sin

Beautiful Sin
mamah Ros dan papah Leman kerumah sakit


__ADS_3

Ian sudah berada dirumah nya, ia ingin segera memberitau orang tua nya tentang Nadia yang sudah melahirkan, ia berharap semoga papah nya sudah tidak marah lagi dan bisa menerima Nadia beserta anak nya.


"Ya allah semoga hati papah sudah mencair sudah tidak marah lagi dan bisa menerima Nadia dan anak nya" doa Ian dalam hati.


Ian berjalan menuju kamar orang tua nya, perlahan ia mengetok pintu kamar orang tuanya.


Tok..Tok..Tok..


"Mah, Pah, boleh Ian masuk?"


"Ya silahkan !" sahut mamah Ros


"Ada apa Ian?" tanya mama Ros


"Ada yang pengen Ian omongin mah, tapi papah mana mah?" karna Ian tidak melihat papah nya dikamar orang tua nya.


"Papah kamu di ruang kerja nya"


"Kalo gitu kita bicara dibawah ya ma! Sekalian Ian memanggil papah dulu"


*****


"Kamu ingin bicara apa Ian ?" tanya papah Leman. Ian dan kedua orang tua nya sudah berada di ruang keluarga.


"Tentang Nadia pah" kata Ian , ia mengamati raut wajah kedua orang tua nya, dan yang Ian lihat papah nya terlihat datar tanpa reaksi apa pun.


"Kenapa dengan adik kamu Nadia, apa terjadi sesuatu dengan nya?" tanya mamah Ros dengan wajah cemas, ia sangat merindukan anak bungsu nya itu karna sudah lama tidak bertemu.


"Nadia baik baik saja mah, dan Nadia barusan melahirkan anak Nadia laki laki, alhamdulillah Nadia dan anak nya sehat dan hal ini lah yang ingin Ian sampaikan kepada mamah dan papah" kata Ian panjang lebar.


Seketika air mata mamah Ros tumpah, hati nya begitu sakit karena ia tidak berada di samping anak nya disaat masa masa sulit putri nya itu, ia sudah begitu rindu dengan anak bungsu nya apa lagi sekarang ia memiliki cucu, rasa nya ingin segera menemui anak dan cucu nya.

__ADS_1


"Apa mamah dan papah tidak ingin menjenguk Nadia dan melihat cucu kalian, mau bagaimana pun Nadia tetap lah darah daging mamah dan papah dan anak yang di lahirkan Nadia adalah cucu mamah dan papah" kata Ian panjang lebar karena melihat papah nya tidak ada respon.


"Pah, Ian harap papah mau memaafkan Nadia, Nadia juga terpukul pah, bahkan kemarin ia sempat seperti orang despresi pah, meski sekarang Nadia sudah mulai bisa bangkit lagi dan belajar melupakan masa lalu nya, Nadia merindukan mamah dan papah, kalo mamah papah mau menemui Nadia ia pasti sangat bahagia, berdamailah pah dengan masa lalu dan keadaan" kata Ian, ia berharap papah nya mau memaaf kan adik nya.


"Ian berharap papah memaafkan Nadia dan menerima kembali Nadia dan juga cucu papah" kata Ian kepada sang papah penuh harap.


"Itu foto dan video cucu papah dan mamah Ian kirim ke hp papah, Ian mau kekamar dulu bersihin badan habis itu mau kerumah sakit lagi nemani Nadia, kalo mamah papah juga mau ikut kerumah sakit bersiap siap lah, biar sekalian sama Ian" kata Ian beranjak pergi, Ian sengaja meninggal kan orang tua nya memberikan luang agar orang tuanya terutama papah nya bisa berpekir dan Ian juga sengaja mengirim foto anak Nadia kepapah nya, Ian berharap semoga hati papah nya bisa mencair setelah melihat foto cucu nya itu.


Sepeninggalan Ian, kini hanya papah Leman dan mamah Ros berada diruang keluarga. Mamah Ros masih terisak, ia ingin segera menemui anak dan cucu nya.


"Pah coba liat foto dan video cucu kita yang dikirim Ian tadi pah!" kata mamah Ros.


Mau tidak mau papah Leman menuruti permintaan sang istri, karena hati kecil nya juga merasa penasaran dan juga ingin melihat cucu nya.


Papah Leman membuka pesan yang Ian kirim yang isi nya foto dan video anak nya Nadia, mamah Ros yang melihat kiriman Ian ia menangis haru.


"Ya allah lucu dan ganteng sekali pah cucu kita" kata mamah Ros ia terharu melihat wajah cucu nya yang lucu dan ganteng itu.


"Maafin Nadia ya pah, mamah yakin Nadia anak yang baik, tidak ada manusia yang tidak luput dari kesalahan dan dosa pah" kata mamah Ros lagi karena suami nya itu hanya diam saja dari tadi.


Jauh di lubuk hati terdalam sebenar nya papah Leman sudah memaafkan sang anak, namun rasa kecewa yang ia rasa kan juga begitu dalam, namun setelah melihat wajah sang cucu meski hanya lewat foto hati nya sediki mencair, kekecewaan yang ia rasakan sedikit berkurang.


"Ia mah, kita temui Nadia sekalian barengan sama Ian, kita siap siap dulu" kata papah Leman


Mamah Ros yang mendengar itu hati nya merasa sangat senang, ia bahagia karena suami nya sudah mau memaafkan anak bungsu nya itu .


πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™


Kini Ian beserta kedua orang tua nya sudah berada di halaman rumah sakit, mereka bertiga segera melangkah menuju ruang kamar inap Nadia.


"Nad, sini gua yang gendong!" kata Ani.

__ADS_1


"emang lo bisa Ni? takut nya ntar jatuh lagi si ganteng nya aunty" kata Dina.


"ish,,, terlalu meremehkan sekali anda, ya jelas bisa lah, sini gua gendong" kata Ani , ia segera ingin mengambil Nanda yang barusan di beri asi di gendong Nadia, namun baru Nadia meletakan putra nya Nanda di tangan Ani, putra nya sudah menangis.


Dina, Putry, Dr Raisa dan Firman pun tertawa lebih tepat nya mentertawakan Ani.


"ish kalian ini kenapa ketawa" ucap Ani sebal.


"belum juga apa apa udah nangis aja, tangan loe itu tangan neraka bayi aja ogah sama loe apa lagi cowo" ejek Dina dan yang lain pun ketawa.


"si alan lo tangan gua di bilang tangan neraka, dokter juga ikut ikut ketawa emang gak ada kerjaan apa disini terus, situ gih kerja suntik orang kek atau sekalian aja nih suntik mati si Dina" kata Ani.dengan kesal.


Mereka semua yang berada diruangan itu tertawa kecuali Ani, ia menunjukan muka masam nya , berbarengan dengan mereka yang mentertawa kan Ani pintu kamar inap Nadia terbuka.


Krekkk.


Pintu terbuka, mereka semua pun menoleh kepintu terbuka dan muncul lah sosok Ian beserta mamah Ros dan papah Leman, sontak mereka yang ada di dalam kamar inap Nadia terkejut, Nadia yang melihat mamah dan papah nya datang kaget.


"m-maamah, p-papah" lirih Nadia, mata nya berkaca kaca, ia tidak percaya mamah papah nya datang.




πŸ’“πŸ’“ hai terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, HADIAH, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nyaπŸ’“πŸ’“



πŸ’“πŸ’“SALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHURπŸ’“πŸ’“


__ADS_1


πŸ’“ I LOVE YOU ALL πŸ’“


__ADS_2