Beautiful Sin

Beautiful Sin
Nanda melewati masa kritis nya


__ADS_3

⚠️⚠️ tinggalin jejak nya setelah membaca biar tambah semangat lagi authornyaπŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜


πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™


"so, aku tidak ingin ada permusuhan dan persaingan kotor,, ok kalo gitu istrahar lah aku mau mencek keadaan Nanda!" kata Dr Firman berlalu meninggalnkan Raka yang masih sibuk dengan pikiran nya.


"oh s***, hey tunggu,,,, gua gak akan biarin lo start duluan" seru Raka setelah sadar dr Firman meninggal kan nya.


"enak saja pasti dokter sok ganteng itu ingin mengambil hati Nadia ku, oh no tidak akan ku biarkan, kali ini aku benar benar akan memperjuangkan kalian berdua tidak perduli daddy mengancam ku dan aku akan segera menyelesaikan urusan ku dengan wanita ular itu"gumam Raka, ia mencoba bangun dan menyusul dr Firman.


"sayang kamu tenang ya! " dr Firman bicara dengan lembut, tangan kanan nya menggengam tangan Nadia dan tangan kiri nya mengusap sayang lembut pipi Nadia.


"Nanda sudah mendapatkan donor darah nya dan sekarang dalam penanganan dokter, kamu jangan khawatir Nanda pasti akan baik baik saja" tambah dr Firman lagi pada Nadia membawa Nadia dalam pelukan nya.


"aku takut, aku takut kalo Nanda anak ku...." belum selesai Nadia bicara ia di tarik dr Firman masuk kedalam pelukan dr ganteng bertubuh sixpack itu, Nadia menangis dalam pelukan dr Firman.


"ssssstttt...! gak boleh mikir dan ngomong yang enggak-enggak, Nanda pasti akan baik baik saja, kita berdoa untuk kebaikan Nanda dan aku yakin Nanda pasti akan baik baik saja kamu jangan khawatir itu!" kata dr Firman pada Nadia yang berada dalam pelukan nya, dr Firman mengusap sayang pucuk kepala Nadia yang berada dalam pelukan nya.


"Nanda sedang dalam penangan dokter, kita berdoa dan menunggu kabar baik dari dokter hhhhmm" tambah dr Firman sesekali me nge cup pucak kepala Nadia dan mengusap sayang.


"hhhmmm" angguk Nadia yang masih dalam pelukan dada bidang dr tampan berstatus tunangan nya itu, dan adegan mesra peluk memeluk bahkan saat dr Firman beberapa kali me nge cup pucak kepala Nadia semua nya di lihat oleh Raka yang baru tiba disana sebab saat ia ingin bangun menyusul dr Firman badan Raka masih lemas dan Raka merasakan kepala nya pusing dan karena itulah Raka tidak bisa langsung menyusul dr Firman dan berakhir melihat adegan yang membuat Raka rasa nya ingin meledak.


"oh s*** " umpat Raka, tangan nya mengepal kuat melihat Nadia wanita yang ia cintai berada dalam pelukan laki laki lain rasa nya sangat tidak rela.


Hp milik dr Firman bergetar, Nadia yang berada dalam pelukan dr Firman melepaskan pelukannya membiarkan dr Firman untung meangkat sambungan telpon di hp nya.

__ADS_1


"telpon dari siapa ka?" tanya Nadia setelah dr Firman mengakhiri telpon nya.


"dari rumah sakit, biasa tugas negara hhhheeee, aku harus pergi dulu ada pasien operasi yang harus segera aku tangani" kata dr Firman pada Nadia.


"hhhmmm" Nadia meangguk.


"jaga diri kamu, jangan lupa makan dan kamu tidak perlu khawatir semua nya pasti akan baik baik saja, aku pergi dulu melaksanakan tugas panggilan negara setelah selesai semua nya aku akan segera kembali" dr Firman men ci um kening Nadia, dr Firman juga berpamitan pada kedua orang tua Nadia, Ian, dr Raisa dan juga ketiga sahabat Nadia setelah itu dr Firman melangkahkan kaki nya meninggalkan Nadia untuk segera menuju ruang operasi.


Raka menarik nafas dan menghembuskan nya untuk mengontrol emosi nya, jangan sampai ia nanti nya lepas kontrol melihat adegan mesra Nadia dan laki laki lain yang tidak lain adalah dr Firman yang ada nanti nya Nadia akan tambah marah pada nya kalo sampai ia ribut dan baku hantam dengan dr Firman disaat keadaan seperti ini.


Raka berjalan menuju dimana Nadia duduk dan disana juga masih ada Dina, Putry, Ani, Ian, Dr Raisa dan juga kedua orang tua Nadia dan Ian.


"Ra-Raka!" kata mamah Ros saat melihat Raka ada disana.


"mah!" sapa Raka sopan mendekat kemamah Ros meraih tangan dan mencium tangan wanita yang sudah tidak muda namun masih tetap cantik tidak lain adalah mamah Ros mamah nya Nadia.


"belum ada kabar dari dokter, kita doa kan saja untuk Nanda!" jawab mamah Ros pada Raka.


"amin, Nanda pasti akan baik baik saja Raka yakin itu" jawab Raka.


Ani, Dina, Putry , dr Raisa mengarahkan mata mereka ke Raka yang saat itu bicara pada mamah Ros, Raka menyunggingkan senyumannya saat mata nya bertemu dengan Ani, Dina, Putry dan dr Raisa.


Berbeda dengan Nadia yang terlihat hanya diam dan cuek dengan kehadiran Raka, namun saat mata Raka menatap Nadia yang ternyata Nadia juga tengah menatap nya tak sengaja mata Raka dan Nadia bertemu dan saling tatap, seketika Nadia tersadar dan langsung mengalihkan pandangan dan wajahnya dari Raka, dalam hati Raka tersenyum ternyata wanita nya itu diam diam masih memperhatikan nya.


Saat melihat dokter keluar dari ruangan dimana putra nya berada Nadia langsung menghampiri dokter itu. "bagaimana keadaan anak saya dok?"' tanya Nadia cemas dengan dokter, melihat itu tanpa sadar Raka menautkan jari nya dengan jari Nadia berusaha untuk menenangkan hati wanita yang sudah melahirkan anak nya dan tanpa sadar Nadia mengeratkan genggaman nya pada Raka.

__ADS_1


"alhamdulillah bayi ibu bisa melewati masa kritis nya!" kata dokter itu menjawab pertanyaan Nadia dengan senyuman diwajah nya.


"oh syukur alhamdulillah ya allah" kata Nadia lega, "alhamdulillah Nanda anak kita bisa melewati masa kritis nya Rak," tanpa sadar Nadia memeluk Raka bahagia karena anak semata wayang nya bisa melewati masa kritis nya.


Raka sempat terpaku mendengar apa yang baru saja Nadia ucapkan anak kita mendengar itu hati Raka menghangat apa lagi saat Nadia refleks memeluk nya, namun belum sempat Raka membalas pelukan Nadia wanita itu sudah melepaskan pelukan nya dari Raka saat Nadia menyadari itu.


"mmmm... ma-maaf gak sengaja" kata Nadia lirih pada Raka, Nadia jadi salah tingkah dan juga merasa sangat malu.


"hhhmmm" Raka menjawab dengan anggukan kepala.


"kami akan memindahkan nya keruangan PICU karena bayi ibu masih harus mendapatkan perawatan yang lebih intensif, setelah semua nya normal bayi ibu nanti bisa langsung pindah dari ruangan PICU" jelas dokter itu.


"apa sekarang saya boleh masuk melihat keadaan anak saya dok?" tanya Raka pada dokter.


"Sebentar lagi Nanda akan kami bawa keruangan PICU setelah itu bapak juga ibu di perbolehkan masuk, maksimal hanya dua orang saja yang boleh masuk dan menunggu didalam ruangan" jelas dokter.


"makasih dok" kata Raka.


"sama-sama, kalo gitu saya permis dulu." kata dokter itu sopan.


~bersambung~


πŸ’“πŸ’“ hai terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nyaπŸ’“πŸ’“


πŸ’“πŸ’“SALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHURπŸ’“πŸ’“

__ADS_1


πŸ’“ I LOVE YOU ALL πŸ’“.


__ADS_2