
โ ๏ธโ ๏ธ tinggalin jejak nya setelah membaca biar tambah semangat lagi authornya๐ฅฐ๐ฅฐ๐
****๐๐๐๐****
Kini Raka sudah tidak bisa menahan diri nya lagi, Raka berjalan menuju kearah Nadia yang duduk dengan dr Firman , Nadia di kagetkan dengan tarikan seseorang di tangan nya membuat Nadia refleks menoleh untuk melihat siapa orang yang menarik tangan nya.
"Ra-Raka ka-ka-kamu kenapa bisa disini?" tanya Nadia berkata kata, Nadia benar benar di kagetkan dengan kehadiran Raka begitu juga dr Firman kaget dengan kehadiran Raka,.
Ian, dr Raisa,dan ketiga sahabat Nadia yang baru datang dirumah sakit mereka semua kaget melihat Raka yang ada di hadapan Nadia sedangkan mamah Ros dan papah Leman masih si jalam menuju rumah sakit.
Alih alih menjawab Raka malah balik bertanya. "bayi itu anak kamu sama siapa Nad?" tanya Raka, tangan nya masih menggenggam pergelangan tangan Nadia.
*deg* Jantug Nadia berdetak cepat, Nadia bingung menjawab apa dan kenapa Raka jadi tau ini , Nadia tidak menyadari kalo Raka lah yang menolong nya membawa anak dan pengasuh nya kerumah sakit.
Nadia menutup mata nya mencoba meredam kegugupan dan ketakutan nya apa yang ia takutan terjadi ia takut Raka tau dan Raka mengambil Nanda dalam hidup nya.
"jawab aku Nadia, kenapa diam, gimana cerita nya kamu mempunyai anak sedangkan kamu belum menikah" tanya Raka lagi memegang kedua pundak Nadia mengguncang pelan tubuh Nadia, ntah lah Raka merasa sangat kacau wanita yang ia cinta mempunyai anak bagaimana bisa, Raka berharap semoga bayi itu darah daging nya sendiri anak kandung nya dengan Nadia namun bila bayi itu bukan darah daging nya Raka tetap akan mencintai Nadia dan memperjuangkan cinta nya itu sampai titik darah penghabisan.
"hey bro santai, disini ini rumah sakit!" tegur drFirman mendekat ke Nadia.
"diam lo brengs*k gua gak bicara sama lo dan gua gak ada urusan sama lo" umpat Raka geram Raka menatap tajam dr Firman.
__ADS_1
dr Firman tidak menanggapi umpatan Raka karena ia tidak ingin ada keributan dirumah sakit dan dr Firman manusia super peka ia mencoba mengerti dan sabar dengan perasaan Raka dan juga keadaan sekarang.
Ian ingin menampar Raka ia sudah ingin maju melangkah siap memberi bogeman mentah nya namun tertahan karena dr Raisa istri tercinta nya itu menahan tangan nya menggeleng pelan kepala nya, Ian yang bucin dengan istri nya meurungkan niat nya.
"maksud kamu apa sih Ka? datang datang kok gak jelas?" Nadia mencoba pura pura tidak mengerti, Nadia benar benar tidak mengenali Raka yang membawa anak nya dan pengasuh nya kerumah sakit.
Raka terkekeh mendengar pertanyaan Nadia. "do you forget? " (apa kamu lupa)
"aku yang menolong dan juga membawa kamu, anak kamu dan wanita itu kerumah sakit, apa kamu sudah mengingat nya Nadia?" jelas Raka.
"hah? jadi tadi yang menolong itu Raka, aghhh b*d*h kenapa sampai gak mengenali nya" Nadia merutuki diri nya sendiri dalam hati nya.
"gak.usah pura pura gak ngerti, aku sudah mendengar semua yang kamu bicarakan dengan orang itu" orang yang di maksud Raka adalah dr Firman.
"jadi anak kamu dengan siapa? apa dia anak ku Nad? ada sebuah perasaan yang aku sendiri gak ngerti waktu aku melihat dan mengangkat nya tadi" jelas Raka mungin ini nama nya ikatan batin antara anak dan orang tua kandung.
Nadia membolakan mata nya mendengar pertanyaan Raka, Ian melihat adik nya terpojok karena pertanyaan Raka akhir nya angkat suara. "lo jangan bikin tambah Nadia jadi pusing, lo lihat keadaan dong Nadia lagi bersedih dan ini juga rumah sakit mending lo pulang jangan bikin keributan disini" kata Ian dengan nada suara agak membentak.
"siapa yang mau ribut, aku cuman nanya bayi itu anak siapa, anak Nadia sama..." Raka tidak meneruskan debat nya dengan Ian ketika mendengar suara dokter.
"keluarga pasien Nanda dan Santi!"
__ADS_1
Nadia segera menghadap kedokter di ikuti yang lain. "ya dok saya ibu nya ! gimana keadaan mereka berdua dok ?" tanya Nadia cemas karena seperti nya raut wajah dokter itu terlihat tegang.
"bayi ibu terlalu banyak mengeluarkan darah dan saat ini kondisi nya sedang kritis untuk pasien yang bernama santi alhamdulillah sudah melewati masa kritisnya, namun masih tidak sadarkan diri" jelas dokter
Mendengar putra semata wayang nya sedang kritis kaki Nadia langsung melemas, Nadia hampir terjatuh kelantai kalo saja Ani tidak menangkap Nadia, bukan hanya Nadia yang menangis, dr Raisa dan ketiga sahabat nya juga ikut menangis mendengar keponakan kesayangan mereka sedang kritis.
Mendengar keponakan kesayangan nya yang sudah ia anggap seperti anak nya sendiri saat ini sedang kritis hati Ian rasa di rem*s -rem*s, sedih, takut itu lah gambaran yang Ian rasakan, ia sama terpukul nya dengan Nadia mengetahui kondisi Nanda bayi mungil kesayanganan itu saat ini kritis.
"bayi ibu membutuhkan transfusi darah tapi maaf untuk persediaan darah untuk golongan darah O+ dirumah sakit saat ini kosong, bayi ibu harus segera secepatnya mendapatkan donor darah agar bisa melewati masa kritis nya." jelas dokter.
*deg*
Jantung Raka berdetak kencang bahkan sempat membolakan mata nya setelah mendengar penjelasan dokter itu, Raka mengarahkan pandangan nya ke Nadia yang menangis di dekapan Ani seolah olah ingin meminta penjelasan pada Nadia.
Semua yang ada disana merasakan senam jantung setelah mendengar penjelasan dokter, Nadia menggelengkan kepala nya lemah, ia tidak bisa mendonorkan darah nya karena golongan darah nya tidak sama dengan anak nya, begitu juga Ian, dr Raisa, dr Friman, Dina, Ani dan Putry golongan darah mereka tidak sama dengan Nanda, namun lain lagi dengan Raka raut wajah nya tidak bisa di baca.
~bersambung~
๐๐ hai terimakasih sudah membacaย dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nya๐๐
๐๐SALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHUR๐๐
__ADS_1
๐ I LOVE YOU ALL ๐