Beautiful Sin

Beautiful Sin
Meli hamil


__ADS_3

Di Inggris.


"Apa apaan ini?" tanya Raka geram dengan kertas yang ada di tangan nya.


"Apa loe lupa Raka kita pernah melakukan nya ?" jawab orang itu yang tidak lain Meli. Tentu saja Meli juga ikutan kuliah di Inggris, semua tidak luput dari ikut campur nya sang daddy nya Raka.


"Cih, apa loe juga lupa kalo gua dijebak sama loe dan gua ngelakuin nya dengan tidak sadar alias pengaruh obat yang loe masukan diminuman gua?" hardik Raka kepada Meli dengan kesal dan marah.


"Tapi ya kan tetap saja gua sekarang lagi hamil,dan kenyataan anak yang di perut gua ini anak loe Raka" ucap Meli menjelaskan dan meyakinkan Raka.


"Dan gua minta loe segera tanggung jawab sebelum perut gua nanti membesar!" pinta Meli pada Raka.


Raka menatap Meli dengan datar, menaikan satu alis nya sedikit terkekeh kemudian berucap. "Oh ya benarkah itu anak gua? oh sungguh perdaya diri sekali loe"


Raka yang mendengar Meli minta pertanggung jawaban tersenyum sinis, Raka melangkah mendekat ke Meli sembari berucap di depan wajah Meli. "Jangan mimpi, dan gua gak bakalan mau bertanggung jawab apa lagi menikah dengan loe wanita ular, gua gak yakin loe hamil anak gua" dan Raka melemparkan berkas di tangan nya tepat di depan wajah Meli.


"Raka!" ucap Meli emosi dengan perlakuan Raka.


"Sekarang loe keluar dari apartemen gua, dan jangan pernah coba coba loe muncul di hadapan gua lagi!" pinta Raka.


"Gua gak akan diam dan menyerah sampai disini saja, loe harus tanggung jawab, dan gua akan buktikan kalo ini anak loe Rala!" ucap Meli emosi.


"Loe pikir gua bo doh, loe pikir gua gak tau apa yang loe pikirkan dan loe rencana kan, sekarang juga loe KELUAR !" Ucap Raka dengan nada yang tinggi, mata menatap tajam Meli.


"loe nanti bakalan nyesal Raka!" ancam Meli, kemudian meninggalkan Raka menutup pintu apartemen Raka lumayang kencang

__ADS_1


"Aaaggghhhh! Si al bisa bisa nya gua masuk perangkap wanita ib lis itu" ucap Raka dengan frustasi setelah kepergian Meli.


"Gua akan buktikan kalo itu bukan anak gua, loe pikir gua bodoh, meski anak itu belum lahir gua akan pastikan dengan tes dna, Meli wanita ular kali ini benar benar gua bikin perhitungan sama loe" ucap Raka dalam hati.


***


Di Indonesia.


Nadia dan dr Raisa sekarang sudah tiba di mini market, mini market yang lumayan besar dan lengkap disana.


"Sini biar aku yang bawa!" ucap dr Raisa mengambil keranjang yang ada di tangan nya Nadia.


Nadia dan dr Raisa memilih dan mengambil bahan bahan yang di perlukan nanti. Nadia berjalan ia hendak menuju ketempat buah buahan dan dr Raisa berjalan ketempat sayur sayur, ayam,daging dan berbagai macam ikan.


Akibat berjalan dengan melamun sampai sampai Nadia tidak melihat ada tulisan kalo lantai itu basah yang baru saja di pel, Nadia hampir terjatuh, beruntung ada seseorang langsung sigap menangkap tubuh Nadia agar tidak terjatuh kelantai.


"Aaaaaagghhh!" pekik Nadia yang tergelincir, Nadia memejamkan mata nya.


Nadia merasa tubuh nya tidak bersentuhan dengan lantai tapi ia merasakan ada tangan seseorang di pinggang nya yang mendekap nya, sontak Nadia membuka mata nya pelan dan untuk beberapa detik mata Nadia dan orang itu bertemu dan saling menatap.


"Lain kali hati hati kalo jalan!" kata orang itu yang menolong Nadia, terlihat ia menelisik wajah nya Nadia. "cantik" gumam nya dalam hati.


"I-iya, terimakasih sudah menolong" ucap Nadia tulus di tambah dengan senyuman manis nya.


Dr Raisa yang sempat mendengar teriakan Nadia langsung menghampiri Nadia. "Nadia, kamu kenapa?" tanya dr Raisa khawatir.

__ADS_1


Nadia dan orang itu seketika sadar kalo tangan orang itu masih merangkul pinggang nya dan langsung saja Nadia berdiri dan orang itu melepas kan tangan nya dari pinggang Nadia.


"gak kenapa-napa kok ka, tadi Nadia gak liat kalo lantai nya basah, Nadia hampur terjatuh tapi untung nya tadi ada yang nolongin Nadia" jelas Nadia.


"ya ampun, lain kali hati hati ya, syukur alhamdulillah kamu gak kenapa-napa" ucap dr Raisa lega.


Dr Raisa ingin mengucapkan terimakasih dengan orang yang menolong Nadia, namun ketika ia melihat orang itu. "dr Firman ?" tadi dr Raisa memang tidak begitu memperhatikan dr Firman karna begitu khawatir dengan Nadia.


"dr Raisa?" tanya nya juga


"makasih banyak dokter sudah menolong adik saya Nadia" ucap dr Raisa tulus.


"sama sama"


"kalo gitu kami permisi ya dok, sekali lagi makasih"


Dr Firman hanya mengangguk dengan senyum wajah nya, ia menatap punggung Nadia dan dr Raisa yang semakin melangkah menjauh. "Nadia, nama nya Nadia" ucap nya dalam hati dan sedikit tersenyum.


bersambung


πŸ’“πŸ’“ hai terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nyaπŸ’“πŸ’“


πŸ’“πŸ’“SALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHURπŸ’“πŸ’“


πŸ’“ I LOVE YOU ALL πŸ’“

__ADS_1


__ADS_2