
β οΈβ οΈ tinggalin jejak nya setelah membaca biar tambah semangat lagi authornyaππ₯°
ππππ
Kini acara pesta pertunangan Nadia dan dr Firman sudah selesai, Nadia, Dina , Putry , Ani sudah berada dikamar Nadia sedangkan Nanda bersama babby sister nya, setelah selesai acara Nadia.memutuskan untuk langsung ia merasa sangat lelah, lelah hati, lelah pikiran dan juga fisik nya.
Dari tadi Nadia berusaha tegar di hadapan orang banyak apa lagi Nadia tidak ingin terlihat lemah di hadapan Raka apa lagi disana tadi ada Meli bisa bisa Meli kesenangan melihat Nadia juga sama hancur dengan Raka, Nadia juga menjaga perasaan dr Firman yamg ada disana namun saat Nadia sudah berada di kamar nya bersama sahabat sahabat nya disini lah tangis Nadia tumpah, dada nya terasa sangat sesak bahkan untuk bernapas pun terasa sulit.
"Nad loe sabar ya Nad!" kata Ani memeluk Nadia, Dina dan Putry juga ikut memeluk memberi kekuatan pada sahabat nya itu.
"sakit Ni sakit, gua juga hancur ngeliat Raka hacur seperti itu, mata nya seolha bilang kalo dia begita sakit dan hancur gua juga ikut merasakan itu Ni" kata Nadia disela tangis nya.
"terus loe mau nya gimana Nad?" tanya Putri.
Nadia menggeleng. "gua gak tau gua harus apa, saat ini perasaan gua gak bisa gua jelaskan dengan kata kata, jujur gua masih mencintai Raka namun juga sangat membenci nya dan di sisi lain gua juga nyaman kalo bersama ka Firman" kata Nadia.
"itu namanya serakah Nad" cibir Ani.
"loe harus bisa meyakinkan diri lo jangan sampai lo ragu dengan apa yang sudah lo putuskan ini, kasian juga de ganteng udah baik benget sama lo, kalo lo gak mau gua juga mau kok" kata Ani terkekeh langsung di bayar kontan mendapat geplakan di dahi dari Dina dan Putry.
"Nad,kami juga ikutan sakit liat kalian berdua seperti ini, bagaimana pun kalian juga sahabat kami, tapi mau gimana lagi takdir berucap lain Raka sudak nikah dengan Meli dan loe juga harus ingat loe sekarang ada dr Firman" jelas Dina.
πππ
Raka membawa mommy nya pergi dari acara pertunangan Nadia dan dr Firman, Raka dan mommy nya sudah berada di mansion, sesampai di mansion Raka langsung masuk kekamar tamu karena kamar nya sekarang di tempati Meli sedangkan mommy masuk kekamar menemui daddy.
"aaaaaggggghhhhhhhhh" teriak Raka prustasi, Raka menghancurkan semua prabotan yang ada di kamar itu, bahkan tangan nya berdarah akibat pecahan kaca cermin yang ia tampar.
"Nadia...!" lirih Raka ia memejamkan mata nya air mata nya mengalir mengingat kenangan kenangan indah bersama Nadia dulu, Raka merasa saat ini adalah titik hancur yang benar hancur hidup nya.
"bo doh ... bo doh, ini karna gua jadi orang bo doh , pengecut, pe cun da ng yang gak berani perjuangin cinta gua sama Nadia" rutuk Raka dengam diri nya sendiri, Raka membenturkan kepala nya ketembok kamar
"bukan nya malah masuk kedrama yang diciptakan daddy dan wanita ib lis itu," sesal Raka.
***
Saat Raka dan mommy nya tiba di mansion, Raka langsung masuk kamar tamu begitu juga dengan mommy langsung masuk kamar nya karena ingin segera menemui suami nya itu, baru saja mommy Raka masuk kamar ia di kagetkan dengan suara.
__ADS_1
*BRRRRRAAAAAKKKKK, PRAAAANNNGGG,,,* terdengar suara begitu keras dari di kamar tamu , ketika Raka tadi menghancurkan isi dalam kamar itu menimbulkan suara begitu keras terdengar art yang kebetulan melewati kamar itu, Meli yang berada di dapur mengambil minum juga mendenger itu
"bi Inem, bibi dengar gak tadi kaya ada suara gitu, suaraan apa sih itu?" tanya Meli dengan bi Inem yang kebetulan baru datang ke dapur.
"itu suara ,, kaya nya tuan muda nyonya , tuan muda seperti nya lagi sedang tidak baik nyonya, tuan mengamuk tadi bibi gak sengaja barusan melewati kamar tamu" jelas bi Inem ia merasa khawatir dengan tuan muda nya itu.
"drama di mulai" gumam Meli yang terdengar bi Inem.
"ok aku mau liat keadaan Raka dulu" kata Meli ke bi Inem kemudian melangkahkah kan kaki nya kekamar tamu.
"maksud nya drama di mulai apa? emang lagi ada drama atau nonton drama istri tuan muda itu memang aneh" gumam bi Inem.
"sayang, suara apa barusan apa kamu mendengar nya ?" tanya daddy dengan mommy Raka.
"ya allah Raka!" kata mommy Raka dengan wajah khawatir.
"ada apa dengan Raka?" tanya daddy.
"nanti aku jelasin" kata mommy Raka yang langsung pergi meninggalkan suami keluar kamar , ia segera melangkah kan kaki nya kekamar tamu.
Raka membenturkan kepala nya ketembok dengan tangan yang berlumuran darah ia menangis baru ini Raka menangis pertama kali karena cinta, bersamaan dengan itu mommy datang di susul Meli yang datang.
"Raka mommy mohon plese stop , don't hurt yourself" mommy Raka menangis memeluk Raka.
"im broken mom!" Raka berkata lirih
"listen mommy! saat ini kalo kamu sedih itu wajar dan saat ini ok kamu lagi hancur tapi kamu tidak boleh larut dalam sedih kamu itu apa lagi kamu sampai nyakitin diri kamu sendiri!" kata mommy dengan Raka.
"kamu harus belajar ihlas, Raka ingat jodoh, rezeki, maut itu semua nya allah yang atur sayang, ini cobaaan buat kamu dan kamu harus kuat sayang! kamu gak kasian apa sama mommy dan daddy kalo kamu sampai kenapa kenapa? hanya kamu sayang yang mommy dan daddy miliki." kata mommy lagi memeluk anak nya.
Raka tersenyum sinis mendengar ucapan yang barusan mommy nya katakan. "yah Raka ini hanya milik kalian, Raka ini hanya mainan boneka untuk kalian ah lebih tepat seperti wayang dan daddy lah wayang nya karena apa pun di hidup Raka harus Raka jalanin sesuai kemauan daddy, kalian meanggap Raka ini seperti mainan kalian bukan anak, karna kasih sayang orang tua itu tidak akan egois terhadap anak nya pasti orang tua ingin anak nya bahagia bukan sebaliknya bahagia melihat anak nya hancur " kata Raka dengan nada bicara yang lebih tinggi, Raka sebelum nya tidak pernah bicara seperti ini dengan mommy nya.
"No Raka, bukan seperti itu mungkin maksud daddy, daddy hanya ingin yang terbaik untuk hidup anak nya!" kata mommy Raka yang mencoba memberi pengertian.
"hahahaha ya lihat lah sekarang hasil nya daddy sudah berhasil, BERHASIL MENGHANCURKAN HIDUP ANAK NYA SENDIRI" teriak Raka.
"dengar! setiap masalah itu pasti akan ada jalan keluar nya, right now you are broken you must be strong must be able to rise, Raka sayang, you have to remember and know that Allah is always with you" kata mommy Raka memberi semangat pada anak nya namun Raka seolah tuli ia tidak mehiraukan mommy nya yang bicara dengan nya.
__ADS_1
"Raka sayang tangan kamu berdarah sini aku bersihin dulu luka nya" Meli datan membawa kotak obat.
Raka meangkat wajah nya yang dari tadi hanya tertunduk, mata nya menatap Meli dengan tatapan murka nya, namun sayang nya Meli tidak perduli itu ia tetap berjalan mendekati Raka.
"sini biar di bersihin dulu!" kata Meli, mommy yang ada di samping Raka menggeser duduk nya.
*praannk* kotak obat yang ada di tangan Meli terlempar.
aagghhhh" Meli dan mommy teriak kaget.
"ba ng sat, wanita ja la ng jangan pernah lo sentuh gua karna gua gak sudi disentuh wanita ba ng sat seperti lo " teriak Raka di hadapan Meli.
Bersamaan itu daddy Raka yang dari tadi di kamar datang karena mendengar keributan itu. " ada apa ini ribut ribut kenapa jadi berantakan begini ? " tanya daddy meski sedang sakit namun suara nya tetap tegas dan lantang.
Raka mengalihkan pandangan nya ke daddy nya, tangan Raka mengepal saat melihat wajah daddy nya andai yang di depan nya itu bukan orang tua nya ingin sekali Raka memukul orang itu.
Raka terkekeh. "ini dia dalang nya datang tuan Ardian yang terhormat" ucap Raka.
"Raka jaga bicara kamu jangan kurang ajar, apa maksud kamu seperti ini, apa apa an kamu Raka?" ucap daddy Raka marah.
Raka ketawa. "hahaha gak ada apa apa cuma lagi meraya kan pesta, PESTA KEHANCURAN ANAK KAMU, ah atau mungkin bukan anak kandung nya karna kalo dia orang tua kandung dia pasti mengerti dengan perasaan anak ny" kata Raka geram.
"Raka jangan kurang ajar kamu!" hardik daddy Raka
"daddy tenang Raka gak bakalan kurang ajar, Raka akan selalu patuh dengan mau nya daddy meski hidup Raka hancur." kata Raka.
"PUAS KALIAN BERHASIL MEMISAHKAN AKU SAMA NADIA, PUAS KALIAN HAH MELIHAT AKU HANCUR! BRE NG SEK ,BA NG SAT!" Teriak Raka sudah seperti orang gila.
Ingin rasa nya mengamuk disana namun Raka sadar mau gimana pun orang tua di hadapan nya itu adalah tetap kedua orang kandung nya, dari pada nanti tidak bisa mengontrol emosi nya Raka memilih untuk pergi meninggalkan mansion orangtua nya itu
"Raka kamu mau kemana nak?" tanya mommy Raka menangis.
Raka tidak perduli dia tetap melangkahkan kaki nya berjalan keluar mansion nya, Raka membawa mobil nya kesebuah kelab terkenal di kota nya .
~bersambung~
ππ hai terimakasih sudah membacaΒ dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nyaππ
__ADS_1
ππSALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHURππ
π I LOVE YOU ALL π