
Nadia dan dokter Firman berjalan menuju keresto, tangan Nadia di genggam dokter Firman. Tanpa Nadia sadari ada sepasang mata yang melihat mereka dengan tatapan yang sulit di artikan. Orang itu langsung berlari kecil menuju Nadia.
"Nadia !" panggil orang itu sedikit berteriak ketika sudah agak dekat dengan Nadia.
Nadia yang merasa nama nya di panggil, dan Nadia seperti mengenal suara orang yang memanggil nya itu, Nadia menghentikan langkah nya ia menoleh kebelakang untuk melihat lebih tepat nya memastikan siapa orang yang memanggil nya.
*DEG
Nadia kaget ketika ia tau siapa yang memanggil nya dan benar saja ia seperti agak mengenal suara yang memanggil nya itu.
Nadia terdiam di tempat, muka nya berubah jadi pucat, Nadia refleks menggenggam kuat tangan nya yang suda di genggam dokter Firman sedari mereka turun dari mobil tadi, dr Firman memperhatikan Nadia dan orang yang memanggil Nadia, ia tidak berniat ingin ikut campur dengan apa yang sudah terjadi antara Nadia dan orang itu, namun bila orang itu menyakiti Nadia maka dokter Firman tidak segan untuk memberi perhitungan dengan orang itu.
"mom-mommy" lirih Nadia dengan terbata bata.
"Nadia, sayang benar kamu Nadia nak?" orang itu menghampiri Nadia, ia memuluk Nadia, ia adalah mommy nya Raka.
Cukup lama mommy Raka memuluk Nadia baru ia mengurai pelukan nya bersama Nadia, ia memperhatikan penampilan tubuh Nadia yang agak beda.
"sayang gimana kabar kamu Nak?". tanya lembut mommy Raka.
"Nad-Nadia baik mom alhamdulillah" jawab Nadia terbata bata.
"oh ya mommy, maaf Nadia lagi buru buru, maaf ya momm". sebelum mommy Raka ingin bertanya lebih banyak tentang keadaan nya, Nadia sudah terlebih dulu minta izin pergi untuk menghindari mommy Raka, Nadia langsung saja menarik tangan dokter Firman untuk segera menjauh dari situ.
πππ
__ADS_1
Nadia memutuskan untuk kembali kemobil dan tidak jadi untuk makan, nafsu makan nya sudah hilang ketika bertemu dengan mommy Raka.
Seketika rasa sakit, kecewa, marah dan sedih yang sangat dalam itu ia rasa kan kembali ketika melihat mommy Raka.
Nadia terlihat meneteskan air mata nya sambil mengelus elus perut nya yang sudah buncit itu. Dokter Firman yang melihat Nadia menangis langsung merangkul Nadia dan membawa Nadia kedalam pelukan nya berharap bisa memberi ketenangan dan nyaman.
"sssssttt... sudah ya jangan nangis lagi" dokter Firman membelai lembut kepala Nadia yang masih di dalam dekapan nya.
"kalo boleh tau memang tadi siapa?" tanya dokter Firman hati hati.
Cukup lama Nadia menangis dalam pelukan dokter Firman, setelah agak tenangan Nadia mengurai pelukan nya.
"itu tadi mommy, mom-mommy nya Raka dan nenek dari anak yang Nadia kandung sekarang" kata Nadia lirih, air mata masih mengalir.
"maksud nya? maaf Nad, bukan maksut saya lancang atau ingin ikut campur masalah privasi kamu, kalo kamu tidak mau cerita its ok.Tapi gak boleh nangis lagi ok" dokter Firman tersenyim, ia menghapus air mata Nadia yang mengalir dipipi dengan jempol nya.
ππππ
Nadia dan dokter Firman sudah berada di apartemen dokter Raisa, dokter Firman memang sengaja tidak langsung pulang, ia menunggu dokter Raisa pulang baru ia akan pulang, ia tidak mau meninggal kan Nadia sendirian di apartemen.
"hai, kok ngelamun? masih kepikiran orang tadi?" doker Firman menghampiri Nadia yang duduk melamun di kursi yang berada di dapur.
"pantas saja di tunggu dari tadi gak nongol, ternyata disini asik ngelamun" tambah nya lagi.
"maaf dok". cicit Nadia.
__ADS_1
"Nad, kamu gak mau cerita sama saya ?" Nadia tidak.langsung menjawab pertanyaan dokter Firman, ia terdiam sejenak.
"Nadia ha-hamil di luar nikah" dan tentu saja itu membuat dokter Firman sedikit kaget, namun ia masih diam tidak berkomentar apa pun, ia ingin mendengar lebih lanjut dan ingin menjadi pendengar yang baik untuk Nadia.
"Nadia hamil dengan pacar Nadia yang bernama Raka". kata Nadia yang sudah berderai air mata.
"nama nya adalah Raka, ia lelaki yang paling baik yang pernah Nadia kenal, Raka begitu menyayangi Nadia, Raka selalu ada buat Nadia, kami dulu satu sekolah , dan saat kami sama sama sudah lulus, dan dimana hari itu Nadia tau Nadia hamil dan Raka tiba tiba tidak bisa di hubungi, sempat Nadia dan ka Ian mencari Raka dan scurity yang kerja di rumah Raka bilang kalo Raka nya tidak ada dirumah , Raka pergi keluar Negri, Nadia dan ka Ian langsung kekantor daddy nya Raka, dan ternyata itu semua rencana daddy nya Raka untuk menjauh kan kami, Raka pun tidak tau tentang kehamilan Nadia saat ini, dan orang kemarin itu mommy nya Raka" jelas Nadia panjang lebar, ia sudah menangis , tangis yang terdengar begitu pilu di telinga dokter Firman. Dokter Firman langsung membawa Nadia kedalam pelukan nya.
"dan tidak lama mamah sama papah mengetahui kehamilan Nadia, dan pa-pah " Nadia sesegukan menangis, terasa sangat sakit mengingat orang tua yang begitu ia cintai dan juga yang sudah ia buat sangat kecewa.
"pa-pah mengusir Nadia, sampai sekarang Nadia tidak pernah bertemu mamah dan papah, Nadia kanget banget sama mamah dan papah" Nadia menangis, ia mengeratkan pelukannya dengan dokter Firman, ntah mengapa ia merasa lebih nyaman aja bercerita dengan dokter Firman.
Dokter Firman yang mendengar cerita Nadia, ia merasa sangat kasian dengan Nadia, dengan usia yang masih muda Nadia sudah menghadapi cobaan hidup yang begitu rumit.
"ssstt , sekarang jangan nangis lagi, ada aku disini yang selalu ada untuk kamu dan anak kamu nanti" dokter Firman mencium pucuk kepala Nadia sambil mengelus elus punggung Nadia.
ππ hai terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, HADIAH, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nyaππ
ππSALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHURππ
__ADS_1
π I LOVE YOU ALL π